Connect with us

Nasional

Negara-negara Islam di Dunia Semakin Sadar Pentingnya HAM

Published

on

JAKARTA– Negara-negara Islam di dunia yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI) semakin sadar akan pentingnya HAM. Selama ini, HAM seperti berbeda dengan Islam. Hal itu diungkapkan mantan Ketua Komisi HAM OKI Siti Ruhaini Dzuhayatin, Rabu (15/12).

OKI sendiri merupakan organisasi berkumpulnya muslim yang dulunya bersifat politis. OKI menjadi sebuah lembaga multi negara yang memiliki 57 anggota. Sejak dibentuk pertama kali tahun 1969 dan anggaran dasarnya tahun 1972, OKI baru menyetujui pembentukan Komisi HAM pada tahun 2011.

Akademisi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini menyampaikan, meski perhatian OKI terhadap HAM terkesan terlambat, namun sejatinya HAM dan Islam memiliki banyak kesamaan. Keduanya sama-sama bertekad menghargai sesama manusia dari berbagai latar belakang.

“Islam dan HAM memiliki tujuan yang mulia yaitu mendudukkan manusia, menghargai manusia dari berbagai latar belakang ras, suku, maupun agama, ” ujarnya saat memberikan materi dalam Webinar Internasional Kompabilitas Islam dan HAM yang diselenggarakan Komisi Hukum dan HAM MUI secara virtual.

Sosok yang menjadi wanita Indonesia pertama sebagai Ketua Komisi HAM OKI ini menuturkan, titik pijak kepedulian OKI terhadap HAM sebenarnya sudah terjadi pada tahun 2008. Pada tahun itu, ada pergeseran mandat OKI yaitu kerjasama di bidang ekonomi, ilmu pengetahuan, budaya, dan spiritual.

Advertisement

“Sebelum amandemen tahun 2008, mandat terkuat OKI mempertahankan eksistensi umat Islam dan memperjuangkan kemerdekaan Palestina, ” ujarnya.

Sebetulnya, kata dia, kepedulian OKI terkait HAM ini sudah muncul sejak 2005. OKI memulai langkah Ten Years of Program Action 2005-2015. Langkah itu menjadi awal proses moderasi dan modernisasi OKI karena HAM menjadi salah satu fokus di dalamnya.

“Salah satu dari program itu adalah memasukkan HAM di dalam kegiatan-kegiatan dan program-program OKI, ” ungkapnya.

Selain amandemen tersebut, langkah progresif OKI terkait HAM adalah mendirikan Komisi HAM pada tahun 2011. Pendirian Komisi HAM ini berdasarkan kesepakatan/konsensus negara-negara anggota OKI. (Dhea Oktaviana/ Azhar)

Advertisement

rn

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik6 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik6 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik6 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...