Politik
Ali Lubis Soroti Masalah Proyek RDF Rorotan, Minta DLH DKI Transparan Soal Amdal dan Pengelolaan Anggaran
Published
9 bulan agoon
Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Gerindra, Ali Lubis, menyoroti persoalan yang masih melilit proyek Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan di Jakarta Utara. Fasilitas pengolahan sampah yang diklaim sebagai salah satu terbesar di dunia itu hingga kini masih menuai protes warga akibat dampak lingkungan yang ditimbulkan.
RDF Rorotan dibangun di atas lahan seluas 7,8 hektare dengan kapasitas olahan mencapai 2.500 ton sampah per hari. Proyek yang dimulai pada 2023 dan rampung akhir 2024 ini menelan anggaran hampir Rp1,2 triliun, seluruhnya bersumber dari APBD DKI Jakarta.
Menurut Ali Lubis, penggunaan anggaran sebesar itu semestinya diiringi dengan kajian yang matang, mulai dari perencanaan teknis hingga analisis dampak lingkungan (Amdal). Namun kenyataannya, hingga kini pengoperasian RDF Rorotan masih menimbulkan masalah serius di lapangan.
“Dalam dua kali uji coba, masyarakat sekitar masih mengeluhkan bau busuk yang menyengat hingga ke permukiman. Bahkan, puluhan anak dilaporkan mengalami ISPA. Ini menunjukkan proyek tersebut belum siap secara lingkungan,” tegas Ali Lubis di Jakarta, Selasa (11/11/2025).
Lebih lanjut, Ali menyoroti kurangnya transparansi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta terkait dokumen Amdal proyek RDF tersebut. Sejumlah warga disebut telah meminta penjelasan resmi, namun belum mendapat akses hingga saat ini.
“Kalau Amdalnya saja tidak terbuka, wajar kalau masyarakat mulai curiga. Apalagi ini proyek besar senilai Rp1,2 triliun. Jangan sampai muncul dugaan mark up atau penyimpangan dalam pelaksanaannya,” ujarnya.
Ali mendesak DLH DKI Jakarta segera memberikan klarifikasi terbuka dan komprehensif kepada publik mengenai proses pembangunan dan pengoperasian RDF Rorotan. Ia menilai langkah itu penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta yang baru, sekaligus memastikan pengelolaan uang rakyat berlangsung transparan dan akuntabel.
“Keterbukaan dan tanggung jawab pemerintah daerah dalam proyek sebesar ini adalah keharusan. Kalau tidak segera dijelaskan, persoalan ini bisa jadi bola liar yang merugikan Pemprov dan masyarakat,” pungkasnya.
You may like
Satrio Dimas: Hampir 90 Persen Bantuan Politik Gerindra Kembali ke Masyarakat Lewat Pendidikan Politik
Wamenhan RI Terima Audiensi Wali Kota Subulussalam, Bahas Penguatan Pendidikan dan Pertahanan Daerah
Rokhmat Ardiyan Bawa Listrik Gratis ke Desa Jambar, Siap Perjuangkan Infrastruktur Warga
Tebar Kepedulian, Bahtra Banong Salurkan Sembako bagi Warga Kurang Mampu di Kendari
Danang Wicaksana: Gerindra Komitmen untuk Transparansi, Pengelolaan Bantuan Keuangan Partai Selalu Terbuka dan Akuntabel
Sekjen Kemhan Tutup Diklat SPPI 2026, Lulusan SPPI Siap Jadi Penggerak Pembangunan Desa dan Pesisir
Presiden Prabowo: Transformasi Bangsa Harus Sejalan dengan Kelestarian Lingkungan
Presiden Prabowo Tegaskan Pemerintah Terus Percepat Program Pro Rakyat dan Penguatan Ekonomi
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Prabowo Subianto Disebut Pernah Tolak Dua Kapal Perang Iran di The Multilateral Naval Exercise Komodo 2025
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Perolehan Medali Sea Games 2025, Indonesia Sementara Kumpulkan 62 Emas
Turn Back Hoax: [SALAH] Ditemukan Gunung Emas Baru di Papua
Salat Jumat di Masjid Abdullah Noor Pecenongan, Wapres Sapa Warga dan Salurkan Bantuan Sembako
Ketua ICMI Orda Kota Bekasi Inayatullah Hadiri Kajian Tafsir Tematik

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

