Politik
Bob Hasan: Saatnya Bangun Fondasi Kuat untuk Tata Kelola Komoditas Strategis Nasional
Published
10 bulan agoon
Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Bob Hasan, menekankan pentingnya membangun fondasi yang kokoh dan kerangka hukum yang jelas sebelum pembahasan memasuki tahap substansi. Ia menilai bahwa selama ini pengaturan berbagai komoditas strategis mulai dari sawit hingga tebu belum memiliki pola yang terintegrasi sehingga belum mampu memberikan arah yang jelas dalam tata kelola nasional.
“Kumpul sama kumpulan sawit, kumpulan tebu, kumpulan apa, kita belum ketemu arah. Lebih bagus kita mulai dari awal lagi. Sekarang ini kita membentuk pondasinya. Jadi bagaimana menyusun sebuah pola integrated system yang memiliki kepastian hukum,” ujarnya dalam Rapat Kerja Baleg DPR RI bersama Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan untuk membahas arah penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/11/2025).
Bob juga menyoroti adanya kebocoran di sejumlah sektor sebagai bukti lemahnya kontrol dan regulasi. Ia menyebut bahwa kondisi tersebut baru terlihat dari satu sisi komoditas, seperti tambang, sementara potensi masalah pada sektor lainnya juga memerlukan perhatian serius. Menurutnya, Indonesia memiliki banyak potensi strategis yang belum dikelola secara optimal dan perlu ditempatkan dalam satu kerangka pembangunan jangka panjang untuk mewujudkan Indonesia Emas.
Selain itu, ia menyinggung keberadaan Koperasi Merah Putih yang mulai berkembang di berbagai desa dengan karakteristik komoditas masing-masing, mulai dari singkong hingga padi dan hasil pertanian lainnya.
Legislator Gerindra itu menilai koperasi ini dapat menjadi simpul penguatan ekosistem yang mendukung tujuan nasional dalam mewujudkan swasembada pangan, swasembada energi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Setelah mendengarkan penjelasan Menteri Perdagangan serta Wakil Menteri terkait, Bob Hasan menegaskan bahwa Baleg kini telah menemukan titik temu dalam sejumlah hal mendesak yang perlu diperhatikan dalam penyusunan RUU tersebut.
“Termasuk dengan apa yang sudah kita kirimkan, beberapa pertanyaan, dan hari ini saya kira kita sudah mendapatkan titik temu. Hal-hal penting dan urgent sehingga mulai besok ketika kita membahas komoditas strategis, kita sudah tahu harus mulai dari mana dan bagaimana,” jelasnya.
You may like
Wapres Bahas Akselerasi Pendidikan di Indonesia Timur Bersama RAPI
Susunan Kepengurusan PBNU Masa Khidmah 2026–2031
Gerindra Berhasil Mendorong Solusi Pembiayaan Inovatif Untuk Percepatan Pembangunan Daerah
Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah
Atas Nama Negara, Menhan Sjafrie Anugerahkan Satyalancana Dharma Samudera kepada Personel JMSDF yang Terlibat Penanganan Karhutla
BPIH 2027 Belum Final, Abdul Wachid Sebut Komponen Penerbangan Masih Jadi Kendala
Konflik Lahan Rante Balla Memanas, Habiburokhman: Komisi III DPR Akan Panggil PT Masmindo dan Pemda
Karhutla Masif, Darori Wonodipuro Dorong Penguatan Pengamanan hingga Tingkat Desa
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Sosok Airlangga Masih Dibutuhkan Golkar
Dunia Butuh Generasi Muda Bahagia, Tangguh dan Sehat Jiwa
Opini Newsmax, Prabowo dan Peluang Kemakmuran untuk Indonesia
Sastra bisa Jadi Ruang Merawat Akal Sehat dan Kewarasan
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

