Politik
Bambang Haryo Dorong Sentralisasi Kebijakan, Atasi Kisruh Regulasi di Batang Industrial Park
Published
8 bulan agoon
Pembangunan kawasan industri di berbagai daerah kerap menghadapi masalah kompleks, mulai dari tumpang tindih regulasi, persoalan lahan, perbedaan kebijakan pusat dan daerah, akses jalan yang belum memadai, hingga dinamika sosial dengan masyarakat sekitar. Kondisi inilah yang tengah dihadapi otoritas pengelola Batang Industrial Park di Jawa Tengah. Ada banyak pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan agar kawasan tersebut bisa berkembang optimal.
Masalah ini mengemuka dalam pertemuan Komisi VII DPR RI dengan otoritas Batang Industrial Park dan Kementerian Perindustrian di Batang, Jawa Tengah, Kamis (27/11/2025). Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, mengungkapkan bahwa sejumlah peraturan daerah yang dikeluarkan bupati dan gubernur justru saling bertabrakan, sehingga menyulitkan otoritas kawasan dalam melakukan penataan.
“Nah, semua ini yang membuat pengusaha kesulitan, khususnya untuk pengembangan. Mereka ingin memperluas kawasan dari 200 hektare menjadi 500 hektare karena banyak industri yang ingin masuk ke Jawa Tengah. Mungkin karena UMR lebih rendah, akses dekat pelabuhan, dan berbagai kemudahan tersedia di sini,” ujar Bambang.
Politisi Fraksi Gerindra ini juga menyoroti tingginya ekspektasi warga sekitar kawasan industri yang berharap direkrut sebagai pekerja, meski banyak di antara mereka belum memiliki keterampilan yang dibutuhkan industri. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi Batang Industrial Park, sebab perusahaan asing bisa merasa tertekan dan pada akhirnya memilih hengkang. Bambang mencontohkan Vietnam yang memberikan “karpet merah” bagi investor dan menyediakan SDM lokal yang siap pakai.
Menurutnya, situasi ini menegaskan perlunya sentralisasi kebijakan, di mana Kementerian Perindustrian harus menjadi leading sector.
“Kebijakan harus desentralisasi. Ketika izin prinsip sudah dikeluarkan Kementerian Perindustrian, maka kementerian langsung berkoordinasi dengan sektor terkait, termasuk bupati dan gubernur. Jadi bukan pengusaha yang harus mengurus semuanya,” tegasnya.
Bambang menambahkan, Indonesia sebenarnya memiliki posisi strategis bagi perusahaan asing, terutama untuk aktivitas ekspor. Ia memberi contoh perusahaan Eropa yang beroperasi di Indonesia: jalur ekspor ke Asia Timur jauh lebih singkat jika mereka berproduksi dari Indonesia, begitu pula sebaliknya.
“Ini peluang besar yang seharusnya bisa dimanfaatkan maksimal untuk kepentingan negara,” pungkasnya.
Menhan Tinjau Marshaling Area Yonif TP 941/Singa Perbangsa, Tekankan Pengabdian Prajurit untuk Rakyat dan Negara
Menhan Tinjau Marshaling Area Yonif TP 939/Macan Putih, Dorong Pemberdayaan Wilayah Dan Kemanunggalan TNI Dengan Rakyat
Wamenhan RI Terima Audiensi Rektor Unhan beserta DPP KIPI, Bahas Penguatan Ilmu Pertahanan
Wamenhan Terima Audiensi Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung
Sufmi Dasco Ahmad Fasilitasi Penyelesaian Aspirasi Pekerja PT Sinergi Gula Nusantara
Keselamatan Nelayan Jadi Prioritas, Novita Wijayanti Salurkan Life Jacket di Cilacap
Gerindra Serang Wujudkan Mimpi Pelajar Kurang Mampu untuk Melanjutkan Pendidikan
Presiden Prabowo: Anak Buruh dan Petani Jadi Lulusan Terbaik IPDN, Bukti Meritokrasi Berjalan
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?
Prabowo Subianto Disebut Pernah Tolak Dua Kapal Perang Iran di The Multilateral Naval Exercise Komodo 2025
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Perolehan Medali Sea Games 2025, Indonesia Sementara Kumpulkan 62 Emas
Turn Back Hoax: [SALAH] Ditemukan Gunung Emas Baru di Papua
Salat Jumat di Masjid Abdullah Noor Pecenongan, Wapres Sapa Warga dan Salurkan Bantuan Sembako
Ketua ICMI Orda Kota Bekasi Inayatullah Hadiri Kajian Tafsir Tematik

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

