Politik
M.Husni Soroti Lemahnya Integrasi Penanganan Bencana, Dorong Penguatan BNPB
Published
9 bulan agoon
Penanganan bencana di Indonesia kembali menjadi sorotan DPR RI. Anggota Komisi VIII DPR RI, M.Husni, menilai sistem penanggulangan bencana nasional masih belum efektif akibat lemahnya integrasi antar kementerian dan lembaga, meski bantuan pemerintah pusat telah disalurkan ke daerah terdampak.
Husni menyebut saat ini terjadi tiga bencana besar di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh, dengan Aceh sebagai wilayah terdampak terluas yang mencakup lebih dari 18 kabupaten dan kota.
“Yang paling parah memang di Aceh Tamiang. Ada juga wilayah yang sempat terisolasi seperti Gayo Lues dan Bener Meriah, yang baru bisa terbuka kemarin,” ujar Husni di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (23/12/2025).
Menurutnya, bantuan dari BNPB, Kemensos, Kementerian PUPR, Kementerian Perumahan Rakyat, hingga Kemendagri sejatinya sudah masuk. Namun, Politisi Fraksi Partai Gerindra itu menegaskan bantuan tersebut belum sepenuhnya tepat sasaran.
“Bantuannya masuk, tapi apakah sasaran yang dituju tercapai? Jawabannya belum,” tegasnya.
Ia menilai persoalan utama terletak pada tidak adanya satu komando yang kuat, diperparah dengan status BNPB yang masih berupa badan sehingga kewenangannya terbatas.
“Kalau integrasinya tidak nyambung, semua bergerak sendiri-sendiri. Padahal harus ada satu pihak yang memutuskan,” katanya.
Karena itu, Husni menekankan pentingnya revisi Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Kebencanaan, termasuk wacana penguatan BNPB hingga peningkatan status menjadi kementerian.
“Kita ini daerah supermarket bencana dan tidak pernah putus,” ucapnya.
Ia berharap revisi undang-undang tersebut dapat masuk Prolegnas 2026, mengingat penguatan sistem kebencanaan dinilai sangat mendesak.
“Mudah-mudahan 2026 bisa dibahas lebih cepat, karena ini kebutuhan mendesak,” pungkasnya.
You may like
Wapres Bahas Akselerasi Pendidikan di Indonesia Timur Bersama RAPI
Susunan Kepengurusan PBNU Masa Khidmah 2026–2031
Gerindra Berhasil Mendorong Solusi Pembiayaan Inovatif Untuk Percepatan Pembangunan Daerah
Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah
Atas Nama Negara, Menhan Sjafrie Anugerahkan Satyalancana Dharma Samudera kepada Personel JMSDF yang Terlibat Penanganan Karhutla
BPIH 2027 Belum Final, Abdul Wachid Sebut Komponen Penerbangan Masih Jadi Kendala
Konflik Lahan Rante Balla Memanas, Habiburokhman: Komisi III DPR Akan Panggil PT Masmindo dan Pemda
Karhutla Masif, Darori Wonodipuro Dorong Penguatan Pengamanan hingga Tingkat Desa
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Sosok Airlangga Masih Dibutuhkan Golkar
Dunia Butuh Generasi Muda Bahagia, Tangguh dan Sehat Jiwa
Opini Newsmax, Prabowo dan Peluang Kemakmuran untuk Indonesia
Sastra bisa Jadi Ruang Merawat Akal Sehat dan Kewarasan
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

