Connect with us

Internasional

GKB-NU Kecam Intervensi AS di Venezuela, Minta Presiden Prabowo Pimpin Perlawanan Multilateralisme Global

Published

on

Gerakan Kebangkitan Baru Nahdlatul Ulama (GKB-NU) mengecam keras intervensi militer Amerika Serikat terhadap Republik Bolivarian Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro. Tindakan tersebut dinilai sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan negara dan hukum internasional, sekaligus preseden berbahaya yang dapat menghancurkan tatanan dunia berbasis multilateralisme.rnInisiator GKB-NU, Hery Haryanto Azumi, menegaskan bahwa intervensi militer sepihak, apa pun dalihnya, merupakan bentuk arogansi kekuatan (power arrogance) yang mengancam perdamaian global.rn“Ini bukan sekadar persoalan Venezuela. Ini adalah serangan langsung terhadap prinsip kedaulatan negara dan hukum internasional. Jika praktik seperti ini dibiarkan, maka dunia sedang diarahkan menuju hukum rimba, di mana yang kuat bebas menginjak yang lemah,” tegas Hery dalam pernyataannya, Senin (5/1).rnHery menilai langkah Amerika Serikat mencerminkan kecanduan lama menggunakan kekuatan militer sebagai jalan pintas menghadapi negara-negara yang dianggap menentang kepentingan geopolitiknya.rn“Amerika Serikat kembali menunjukkan adiksi pada pendekatan utility over legality. Kepentingan strategis ditempatkan di atas hukum. Ini sangat berbahaya karena membuka pembenaran bahwa segala cara sah dilakukan demi mempertahankan hegemoni,” ujarnya.rnMenurut GKB-NU, dalih historis seperti Doktrin Monroe 1823 dan Koreksi Roosevelt 1904 tidak lagi relevan dan justru memperlihatkan sisa-sisa mental kolonialisme yang bertentangan dengan semangat hubungan internasional modern.rn“Doktrin tersebut bersifat sepihak, usang, dan berbau kolonial. Menghidupkannya kembali sama saja dengan mengubur multilateralisme yang selama ini menjadi fondasi perdamaian dunia pasca-Perang Dunia II,” kata Hery.rnLebih jauh, GKB-NU mengingatkan bahwa tindakan sepihak Amerika Serikat justru menciptakan preseden global yang sangat berbahaya. Negara-negara besar lain dapat menggunakan pola serupa untuk membenarkan intervensi militer di wilayah konflik maupun kawasan strategis.rn“Apa yang dilakukan AS hari ini bisa dijadikan pembenaran oleh Rusia di Ukraina atau Tiongkok di Taiwan. Bahkan tidak tertutup kemungkinan pola ini digunakan untuk melegitimasi intervensi asing di wilayah kaya sumber daya seperti Aceh dan Papua dengan dalih kemanusiaan atau perlindungan investasi,” ujar Hery.rnIa menegaskan, jika pendekatan semacam ini dinormalisasi, maka tindakan sepihak akan berubah menjadi norma global yang diterima, dan pada akhirnya menghancurkan perdamaian dunia yang selama puluhan tahun berhasil dijaga.rnGKB-NU menilai situasi ini sebagai bukti runtuhnya nilai-nilai multilateralisme dalam hubungan internasional. Oleh karena itu, GKB-NU secara tegas mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil peran kepemimpinan global yang lebih berani dan strategis.rn“Presiden Prabowo harus memimpin konsolidasi Global South. Indonesia memiliki legitimasi historis dan moral untuk itu. Konferensi Asia-Afrika Bandung 1955 dan peran Indonesia dalam Gerakan Non-Blok adalah bukti bahwa Indonesia mampu menjadi penyeimbang kekuatan dunia,” tegas Hery.rnIa mengingatkan bahwa Indonesia pernah menjadi lokomotif pembebasan negara-negara Asia, Afrika, dan Amerika Latin dari kolonialisme, bahkan menginspirasi lahirnya BRICS.rn“Dunia saat ini kembali dipaksa memilih antara Amerika Serikat atau Tiongkok. Ini berbahaya. Global South tidak boleh terus-menerus dijadikan objek tarik-menarik hegemoni. Indonesia harus hadir menawarkan jalan ketiga melalui multilateralisme sejati,” katanya.rnMenurut GKB-NU, rivalitas AS–Tiongkok telah menyeret dunia ke dalam polarisasi baru antara Blok Establishment dan Blok Resistance, dengan dampak serius terhadap stabilitas geopolitik dan geoekonomi global.rn“Jika tidak ada kekuatan penyeimbang, konflik-konflik regional akan terus membesar dan berpotensi menjadi krisis global. Indonesia bisa dan harus menjadi exit strategy bagi kebuntuan tersebut,” ujar Hery.rnSebagai penutup, GKB-NU menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh diplomasi internasional pemerintahan Presiden Prabowo.rn“Kami siap membantu pemerintah menggalang dukungan ulama, intelektual, publik luas, hingga diaspora Indonesia untuk memperkuat diplomasi internasional Indonesia sesuai amanat Pembukaan UUD 1945: ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,” pungkas Hery.

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik5 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik5 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik5 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik5 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik5 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik5 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik5 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik5 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik5 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik5 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...