Politik
Bob Hasan: Baleg DPR Kaji Blockchain untuk Perkuat RUU Satu Data Indonesia
Published
2 bulan agoon
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI mendalami potensi pemanfaatan teknologi “blockchain” dalam penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Satu Data Indonesia. Pembahasan tersebut dilakukan melalui Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan menghadirkan perwakilan Asosiasi Blockchain Indonesia dan CEO Baliola di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (13/7/2026).
Ketua Baleg DPR RI, Bob Hasan, mengatakan masukan dari para narasumber dibutuhkan untuk memperkaya substansi RUU, khususnya terkait penerapan teknologi “blockchain” atau Distributed Ledger Technology (DLT) dalam tata kelola data pemerintah. Menurutnya, Baleg ingin memperoleh pandangan yang komprehensif mengenai peluang, tantangan, serta batasan implementasi teknologi tersebut dalam menjamin integritas, autentikasi, dan audit trail data pemerintah.
“Kami memerlukan masukan dan pandangan terkait blockchain. Kehadiran kedua narasumber ini dibutuhkan untuk mendalami potensi pemanfaatan teknologi blockchain atau Distributed Ledger Technology dalam menjamin integritas, autentikasi, serta audit trail data pemerintah,” ujar Bob.
Legislator Gerindra itu menambahkan, masukan tersebut diharapkan menjadi landasan dalam penyusunan regulasi yang mampu memperkuat kedaulatan data nasional sekaligus mengakomodasi perkembangan teknologi digital.
Selain membahas pemanfaatan blockchain, Bob menjelaskan RUU Satu Data Indonesia juga akan mengatur interoperabilitas, mekanisme berbagi pakai data, orkestrasi data, serta berbagai ketentuan lain yang bertujuan meningkatkan kualitas dan validitas data nasional.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Asosiasi Blockchain Indonesia, Anton Dewantoro menjelaskan bahwa blockchain dapat berfungsi sebagai teknologi untuk menjaga integritas dan keamanan data. Namun, ia menegaskan bahwa blockchain bukanlah solusi untuk memperbaiki kualitas data yang sejak awal sudah keliru.
“Blockchain sebagai pengunci data, dia tidak membersihkan data. Kalau data dari awal itu sudah tidak baik, maka akan tidak baik selamanya,” jelas Anton.
Menurutnya, kualitas data harus dipastikan terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam sistem blockchain. Data yang tidak akurat akan tetap tersimpan secara permanen dan berpotensi menimbulkan persoalan ketika diintegrasikan dengan data dari instansi lain melalui mekanisme interoperabilitas.
Sebagai ilustrasi, Anton menyebutkan kemungkinan adanya perbedaan data antar instansi mengenai kondisi lahan yang sama. Misalnya, satu instansi mencatat lahan sawah dalam kondisi kering, sementara instansi lain mencatatnya sebagai lahan basah. Jika kedua data tersebut langsung diintegrasikan tanpa proses verifikasi, pemerintah akan kesulitan menentukan kebijakan yang tepat.
Selain itu, Anton menilai implementasi Satu Data Indonesia juga harus memperhatikan aspek perlindungan data pribadi, meminimalkan resistensi birokrasi antar kementerian dan lembaga, serta menghindari ketergantungan pada satu penyedia teknologi.
Sebagai solusi, ia menawarkan pendekatan federated data, yakni model pengelolaan data yang memungkinkan setiap instansi tetap menyimpan dan mengelola datanya masing-masing, namun tetap dapat saling terhubung melalui standar interoperabilitas. Menurutnya, pendekatan tersebut mampu mendukung kedaulatan data nasional sekaligus menjaga kendali setiap instansi atas data yang dimilikinya.
You may like
Sudiyono Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Bojonegoro
Presiden Prabowo Resmikan LRT Kelapa Gading–Manggarai, Perkuat Transportasi Terpadu Jakarta
Resmikan LRT Kelapa Gading–Manggarai, Presiden Prabowo: Bukti Pusat dan Daerah Bisa Gotong Royong
Di Tengah Peresmian LRT, Presiden Prabowo Sampaikan Duka untuk Korban KM Virgo
Naik LRT Bareng Presiden Prabowo, Warga Rasakan Transportasi Publik yang Nyaman
Presiden Prabowo Subianto Jajal LRT Jakarta Kelapa Gading–Manggarai
Peduli Warga Terdampak Kekeringan, PP PIRA Salurkan Bantuan Air Bersih di Sejumlah Daerah
Fraksi Gerindra Gelar FGD RUU Sisdiknas, Serap Masukan Akademisi dan Praktisi Pendidikan
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Sosok Airlangga Masih Dibutuhkan Golkar
Opini Newsmax, Prabowo dan Peluang Kemakmuran untuk Indonesia
Dunia Butuh Generasi Muda Bahagia, Tangguh dan Sehat Jiwa
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Sugiat Santoso Dorong Anggaran Kementerian Hukum Lebih Berpihak kepada Rakyat

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

