Connect with us

Internasional

GKB-NU: Board of Peace Harus Jadi Instrumen Perdamaian Multilateral, Bukan Legitimasi Sepihak Israel

Published

on

Gerakan Kebangkitan Baru Nahdlatul Ulama (GKB-NU) menilai keterlibatan Indonesia sebagai anggota pendiri Board of Peace—inisiatif yang dipimpin Amerika Serikat untuk rehabilitasi Gaza dan perdamaian Palestina—sebagai langkah strategis yang sarat peluang sekaligus risiko geopolitik.

 

 

 

 

Advertisement

Inisiator GKB-NU, Hery Haryanto Azumi, menegaskan bahwa Board of Peace tidak dapat dilepaskan dari konfigurasi politik global yang lebih luas, khususnya relasinya dengan Abraham Accords.

 

 

 

 

Advertisement

“Board of Peace pada dasarnya adalah ekstensi dari Abraham Accords, yang dirancang untuk membangun normalisasi diplomatik, ekonomi, teknologi, dan pertahanan antara Israel dan negara-negara Arab. Dalam konteks strategis, ini memberi jaminan keamanan bagi eksistensi Israel di hadapan Dunia Arab dan Dunia Islam,” ujar Hery dalam pernyataan resminya di Jakarta, Senin (26/1/2026).

 

 

 

 

Advertisement

Indonesia di Simpul Multilateralisme Global

 

 

 

 

Meski demikian, GKB-NU menyambut baik langkah Presiden Prabowo Subianto membawa Indonesia masuk dalam forum elite tersebut. Menurut Hery, langkah ini sejalan dengan amanat konstitusi Indonesia sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 untuk ikut serta dalam mewujudkan perdamaian dunia.

Advertisement

 

 

 

 

“Di tengah krisis besar kapitalisme global dan melemahnya tata dunia lama, multilateralisme menjadi satu-satunya jalan rasional. Keikutsertaan Indonesia memberi peluang strategis untuk menyuarakan kepentingan nasional sekaligus aspirasi Global South dan negara-negara Muslim yang selama ini termarjinalkan dalam sistem dunia,” jelasnya.

Advertisement

 

 

 

 

GKB-NU menilai kehadiran Indonesia di Board of Peace tidak seharusnya bersifat simbolik atau sekadar menyampaikan rekomendasi moral, melainkan harus menjadi momentum tindakan nyata.

Advertisement

 

 

 

 

“Indonesia tidak boleh hanya menjadi stempel legitimasi. Keanggotaan ini harus menjadi ruang bertindak untuk memperjuangkan suara-suara yang selama ini tidak didengar,” tegas Hery.

Advertisement

 

 

 

 

Risiko Menjadi Legitimasi Status Quo

 

Advertisement

 

 

 

GKB-NU mengingatkan adanya bahaya serius jika Board of Peace hanya berfungsi sebagai instrumen untuk mengamankan eksistensi Israel tanpa komitmen nyata terhadap Negara Palestina Merdeka.

 

Advertisement

 

 

 

“Rebuilding dan rehabilitasi Gaza tidak boleh dilepaskan dari kerangka Two-State Solution sesuai Oslo Accords 1993. Tanpa itu, Board of Peace berisiko menjadi jeda konflik semu sebelum perang yang lebih besar di masa depan,” kata Hery.

 

Advertisement

 

 

 

Menurut GKB-NU, keterlibatan warga Gaza dan Palestina secara langsung dalam seluruh proses adalah syarat mutlak bagi legitimasi dan keberlanjutan Board of Peace.

 

Advertisement

 

 

 

Menjadi Jembatan, Bukan Bagian Blok

 

 

Advertisement

 

Dalam lanskap geopolitik global yang terbelah antara Blok Kemapanan (Establishment Bloc) dan Blok Perlawanan (Resistance Bloc), GKB-NU menegaskan Indonesia harus memainkan peran unik.

 

 

 

Advertisement

 

“Indonesia tidak boleh terjebak dalam politik blok. Justru keanggotaan dalam Board of Peace harus dimanfaatkan untuk menjadi jembatan historis antara dua kutub konflik tersebut,” ujar Hery.

 

 

 

Advertisement

 

Peran Strategis NU dan Ormas Islam

 

 

 

 

Advertisement

GKB-NU juga menekankan bahwa ke depan, NU dan ormas Islam akan menjadi sandaran politik dan moral yang krusial bagi kebijakan luar negeri Indonesia terkait Palestina-Israel.

 

 

 

 

Advertisement

Bahkan, jika dinamika global menuntut pembahasan sensitif seperti pengakuan resmi terhadap Israel, GKB-NU menilai dialog antara Pemerintah dan NU menjadi keniscayaan.

 

 

 

 

Advertisement

“Komitmen NU terhadap Negara Palestina Merdeka bersifat final dan mengikat. Namun jika perdamaian dengan Israel adalah jalan menuju kemerdekaan Palestina, maka mekanisme dan framework-nya harus disepakati dan dijalankan secara konsisten,” kata Hery, mengutip kaidah fikih al-amru bi syai’ amrun bi wasailihi.

 

 

 

 

Advertisement

Hery menegaskan bahwa pernyataan ini disampaikan bertepatan dengan momentum 100 tahun Nahdlatul Ulama pada 31 Januari 2026. GKB-NU berharap NU dapat memainkan peran historis sebagai jembatan perdamaian, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di panggung dunia multipolar.

 

 

 

 

Advertisement

“Di usia satu abad, NU dituntut hadir sebagai kekuatan moral global—penjaga keadilan, penyeimbang geopolitik, dan juru damai umat manusia,” pungkas Hery.

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga
Politik7 hari ago

Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto memastikan ketersediaan dan kualitas stok beras di Provinsi Maluku dalam kondisi aman....

Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Batam Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Batam
Politik1 minggu ago

Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Kota Batam

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mendorong penguatan ekosistem industri di Kota Batam melalui kepastian perizinan, keandalan pasokan...

Komisi XII Ingatkan Kesiapan Listrik Seiring Ekspansi Pariwisata di Bali Komisi XII Ingatkan Kesiapan Listrik Seiring Ekspansi Pariwisata di Bali
Politik1 minggu ago

Melchias Markus Mekeng Dorong Bali Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Ketua Komisi XII DPR RI Melchias Markus Mekeng mengingatkan PT PLN (Persero) agar mengantisipasi kebutuhan listrik Bali dalam jangka panjang...

Komisi XII Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam Komisi XII Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam
Politik1 minggu ago

Jalal Abdul Nasir Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam

Komisi XII DPR RI mendorong percepatan commissioning tahap kedua pipa gas West Natuna Transportation System (WNTS)-Pemping agar pemanfaatan gas Natuna...

Beniyanto Dorong Perluasan SPKLU untuk Percepat Transisi Energi Beniyanto Dorong Perluasan SPKLU untuk Percepat Transisi Energi
Politik1 minggu ago

Percepat Transisi Energi, Beniyanto Dorong Perluasan SPKLU

Anggota Komisi XII DPR RI Beniyanto mendorong PT PLN (Persero) memperluas pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) hingga ke...

Anis Byarwati Soroti Tingginya Pencabutan Izin BPR dan BPRS di Jawa Barat Anis Byarwati Soroti Tingginya Pencabutan Izin BPR dan BPRS di Jawa Barat
Politik1 minggu ago

Anis Byarwati Soroti 48 BPR dan BPRS di Jawa Barat Dicabut Izin Usahanya

Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati menyoroti tingginya jumlah Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS)...

Wahyu Sanjaya Tekankan Literasi Penjaminan Simpanan bagi Nasabah Wahyu Sanjaya Tekankan Literasi Penjaminan Simpanan bagi Nasabah
Politik1 minggu ago

Wahyu Sanjaya Tekankan PentingnyaLiterasi Penjaminan Simpanan bagi Nasabah

Anggota Komisi XI DPR RI Wahyu Sanjaya menekankan pentingnya peningkatan literasi masyarakat mengenai ketentuan penjaminan simpanan oleh Lembaga Penjamin Simpanan...

Beniyanto Minta PLN Perluas SPKLU hingga Daerah untuk Dukung Kendaraan Listrik Beniyanto Minta PLN Perluas SPKLU hingga Daerah untuk Dukung Kendaraan Listrik
Politik1 minggu ago

Beniyanto Minta PLN Perluas SPKLU hingga Daerah

PT PLN (Persero) perlu memperluas pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) hingga ke daerah-daerah kecil. Pemerataan infrastruktur pengisian daya...

Marinus Gea Pertanyakan Akurasi Data TKA di Sumsel Marinus Gea Pertanyakan Akurasi Data TKA di Sumsel
Politik1 minggu ago

Marinus Gea Pertanyakan Kesesuaian Data TKA di Sumsel

Anggota Komisi XIII DPR RI Marinus Gea mempertanyakan kesesuaian data tenaga kerja asing (TKA) dengan kondisi di lapangan di tengah...

Komisi VI DPR Dorong Integrasi Pelabuhan untuk Tekan Disparitas Harga di Kepulauan Riau Komisi VI DPR Dorong Integrasi Pelabuhan untuk Tekan Disparitas Harga di Kepulauan Riau
Politik1 minggu ago

Nurdin Halid Dorong Integrasi Pelabuhan untuk Tekan Disparitas Harga di Kepulauan Riau

Komisi VI DPR RI mendorong integrasi pelabuhan, transportasi, pergudangan, dan pusat distribusi untuk menekan biaya logistik serta disparitas harga barang...