Politik
Sugiat Santoso: Kasus Nenek Saudah Harus Tegakkan Keadilan Hukum dan Adat
Published
8 bulan agoon
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Sugiat Santoso, menegaskan bahwa penanganan kasus yang menimpa Nenek Saudah tidak boleh berhenti pada seremonial rapat semata. Menurutnya, pertemuan lintas lembaga yang melibatkan Komnas HAM, Komnas Perempuan, LPSK, dan Kementerian HAM harus menghasilkan langkah konkret, khususnya dalam menegakkan keadilan.
“Semangat kita sama, pertemuan ini harus menghasilkan sesuatu yang nyata. Dalam kasus Nenek Saudah, ada dua keadilan yang harus ditegakkan sekaligus, yakni keadilan hukum dan keadilan adat,” ujar Sugiat dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi XIII DPR RI bersama LPSK, Komnas HAM, serta Nenek Saudah di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Senin (2/2/2026).
Sugiat menyoroti dua dugaan pelanggaran hukum serius dalam kasus tersebut. Pertama, terkait aktivitas tambang ilegal yang menurutnya telah diakui bersama sebagai pelanggaran hukum. Ia menegaskan, tambang ilegal tidak boleh dianggap persoalan biasa, terlebih tambang legal saja bisa dicabut izinnya karena merugikan masyarakat.
Kedua, Sugiat menilai janggal penanganan kasus penganiayaan terhadap Nenek Saudah. Ia mempertanyakan penetapan tersangka yang hanya menyasar satu orang, sementara pihak lain yang datang bersama justru berstatus saksi.
“Secara logika, mereka datang bersama dan membiarkan seorang nenek dianiaya. Kalau bukan satu komplotan, seharusnya ada yang menolong. Kronologi ini tidak masuk akal,” tegasnya.
Ia juga menduga adanya kejanggalan dalam proses penegakan hukum di Polres Pasaman, termasuk kemungkinan keterkaitan dengan praktik tambang ilegal. Menurutnya, seluruh pihak yang terlibat, baik langsung maupun tidak langsung, harus diusut tuntas.
Selain aspek hukum, Sugiat turut menyoroti keadilan adat. Ia mempertanyakan keputusan tokoh adat yang mengucilkan Nenek Saudah dari komunitasnya, yang dinilai bertentangan dengan nilai adat dan ajaran agama.
“Tidak ada ajaran agama yang membenarkan pengusiran seorang nenek dari komunitasnya. Keputusan adat ini juga perlu ditelusuri,” katanya.
Ia mendorong agar tokoh adat yang terlibat turut diperiksa guna memastikan tidak ada pembenaran terhadap kekerasan maupun keterkaitan dengan tambang ilegal. Menurut Sugiat, kasus Nenek Saudah mencerminkan persoalan struktural penegakan HAM di daerah yang rawan tambang ilegal.
“Ini bukan kasus tunggal. Banyak rakyat berjuang sendiri tanpa perlindungan negara. Ini menjadi pekerjaan rumah besar agar pelanggaran HAM dan tambang ilegal tidak terus berulang,” pungkasnya.
DPC Gerindra Purbalingga Jalankan ASRI, Gotong Royong Bersihkan Sungai Cilapar
DPC Gerindra Kudus Hidupkan Semangat ASRI Lewat Kerja Bakti di Makam Pahlawan
DPC Gerindra Semarang Turun ke Jalan, Wujudkan Lingkungan Bersih dan Hijau
Wujudkan Ekonomi Hijau, DPD Gerindra DIY dan DPC Gerindra Bantul Bersih-Bersih Pantai Baru
Gerindra Ngaliyan Ajak Warga Sambut Musim Hujan dengan Penghijauan dan Bersih Lingkungan
Kunker di Tasikmalaya, Menhan Sjafrie Tinjau Yonif TP 335/Macan Sukapura: Tegaskan Sinergitas TNI-Pemda dan Tugas Pengabdian kepada Rakyat
Soroti Krisis Hunian, Syaiful Huda Minta Program 3 Juta Rumah Benahi Masalah Lahan
Maman Imanul Haq: Pemberhentian Rektor UINSA Sudah Tepat, Jadi Pelajaran bagi Kemenag
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Sosok Airlangga Masih Dibutuhkan Golkar
Dunia Butuh Generasi Muda Bahagia, Tangguh dan Sehat Jiwa
Opini Newsmax, Prabowo dan Peluang Kemakmuran untuk Indonesia
Sastra bisa Jadi Ruang Merawat Akal Sehat dan Kewarasan
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

