Politik
Kesenjangan Tukin dan Gaji, La Tinro Soroti Nasib Dosen Perguruan Tinggi Swasta
Published
6 bulan agoon
Anggota Komisi X DPR RI, La Tinro La Tunrung, menyoroti kesenjangan yang masih lebar antara dosen Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan Perguruan Tinggi Negeri (PTN), khususnya dosen berstatus ASN, terutama dalam aspek kesejahteraan dan kepastian karier.
Ia mengungkapkan, dosen ASN memperoleh gaji pokok, tunjangan profesi, serta tunjangan kinerja (tukin) yang relatif stabil. Sementara itu, banyak dosen PTS masih bergantung pada gaji dari yayasan yang mayoritas berada di bawah Upah Minimum Regional (UMR).
Data menunjukkan lebih dari 42 persen dosen swasta menerima penghasilan tetap di bawah Rp3 juta per bulan. Bahkan, di sejumlah PTS, honorarium mengajar hanya berkisar Rp50.000 hingga Rp100.000 per SKS.
“Banyak dosen di daerah yang hanya menerima gaji Rp2 hingga Rp3 juta. Ini berbeda dengan dosen ASN yang mendapatkan tukin berdasarkan Perpres Nomor 19 Tahun 2025,” ujar La Tinro dalam Rapat Dengar Pendapat dan Rapat Dengar Pendapat Umum Komisi X DPR RI bersama para rektor PTN dan PTS di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Padahal, menurutnya, PTS juga memiliki kontribusi besar terhadap kemajuan pendidikan nasional, bahkan tanpa sepenuhnya bergantung pada anggaran negara.
“PTS banyak memberikan kontribusi kepada negara. Bahkan ada perguruan tinggi seperti UPH dan Paramadina yang tidak menggunakan anggaran negara sama sekali,” tambahnya.
Di sisi lain, ia menekankan bahwa dosen negeri berstatus ASN mendapatkan perlindungan negara, sementara dosen swasta bergantung pada kontrak dan kebijakan yayasan, yang kerap tanpa tunjangan tambahan. Kesenjangan ini dinilai menimbulkan ketidakadilan sistemik, membuat dosen PTS rentan secara finansial, serta berpotensi menurunkan kualitas pendidikan karena dosen harus membagi fokus untuk mencari penghasilan tambahan.
La Tinro mendorong adanya perhatian serius terhadap persoalan tersebut agar tercipta sistem pendidikan tinggi yang lebih adil dan berkelanjutan.
You may like
Soroti Kematian Karumga Eks Jampidsus, Bimantoro Minta Polda Bertindak Cepat dan Transparan
Presiden Prabowo Pimpin Rapat KSSK, Perkuat Stabilitas Keuangan dan Kepercayaan Pasar
Presiden Prabowo Perkuat Sinergi Perguruan Tinggi dan PT PAL Demi Kebangkitan Industri Kapal Nasional
Irjen Kemhan Hadiri Peringatan Ke-99 Hari Jadi Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok
Menhan Sjafrie Terima Penyerahan PPKH Lahan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan
Khilmi: PT PAL Harus Jadi Tulang Punggung Kemandirian Industri Perkapalan Nasional
Sugiat Santoso Desak Pelaku Pengeroyokan di Bali Diproses Hukum, Tegaskan Tak Ada Ruang untuk Main Hakim Sendiri
Sabam Rajagukguk: Good Neighbour Policy Harus Diimbangi Perlindungan Warga di Perbatasan
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?
Prabowo Subianto Disebut Pernah Tolak Dua Kapal Perang Iran di The Multilateral Naval Exercise Komodo 2025
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Perolehan Medali Sea Games 2025, Indonesia Sementara Kumpulkan 62 Emas
Turn Back Hoax: [SALAH] Ditemukan Gunung Emas Baru di Papua
Salat Jumat di Masjid Abdullah Noor Pecenongan, Wapres Sapa Warga dan Salurkan Bantuan Sembako
Ketua ICMI Orda Kota Bekasi Inayatullah Hadiri Kajian Tafsir Tematik

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

