Politik
Bob Hasan Ingin Sistem Penyaluran Pekerja Rumah Tangga Lebih Tertata
Published
7 bulan agoon
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI mendorong agar proses perekrutan dan penyaluran pekerja rumah tangga (PRT) ke depan dilakukan melalui lembaga atau yayasan yang memiliki legalitas resmi. Pengaturan ini menjadi salah satu poin penting dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) guna memastikan sistem penempatan pekerja yang lebih tertata dan terlindungi secara hukum.
Ketua Baleg DPR RI, Bob Hasan, menilai selama ini proses perekrutan PRT masih banyak dilakukan secara informal tanpa mekanisme yang jelas. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan persoalan, baik bagi pekerja maupun pemberi kerja, karena tidak ada lembaga yang bertanggung jawab langsung terhadap proses penempatan.
“Ke depan kita ingin perekrutan pekerja rumah tangga dilakukan melalui lembaga atau yayasan yang memiliki legalitas. Dengan begitu ada pihak yang bertanggung jawab dalam proses penempatan dan perlindungan pekerja,” ujar Bob di Ruang Rapat Baleg, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, keberadaan lembaga resmi akan membantu memastikan proses perekrutan berjalan lebih transparan dan profesional. Selain itu, lembaga tersebut juga dapat menjadi pihak yang menjembatani hubungan kerja antara pekerja rumah tangga dan pemberi kerja.
Bob Hasan menambahkan, lembaga penyalur nantinya diharapkan berbadan hukum dan berada di bawah pengawasan pemerintah. Pengaturan ini dinilai penting agar proses penempatan pekerja rumah tangga tidak lagi dilakukan secara sembarangan tanpa standar yang jelas.
“Dengan adanya lembaga resmi, proses penyaluran pekerja rumah tangga bisa lebih tertata. Ini juga memberikan kepastian bagi pemberi kerja karena ada sistem yang mengatur hubungan kerja secara lebih jelas,” jelasnya.
Legislator Fraksi Partai Gerindra itu menambahkan, pengaturan mengenai lembaga penyalur juga bertujuan mendorong profesionalisme sektor pekerja rumah tangga yang selama ini masih berada di ranah informal. Melalui regulasi yang tengah disusun, Baleg ingin memastikan adanya standar dalam proses perekrutan, penempatan, hingga perlindungan hak-hak pekerja.
Ia menilai keberadaan lembaga resmi juga akan mempermudah pengawasan oleh pemerintah sekaligus menjadi mekanisme awal untuk menyelesaikan persoalan yang mungkin timbul dalam hubungan kerja antara pekerja rumah tangga dan pemberi kerja. Karena itu, pengaturan sistem penyaluran tersebut menjadi bagian dari upaya Baleg DPR untuk memperkuat perlindungan pekerja rumah tangga sekaligus menciptakan hubungan kerja yang lebih jelas, profesional, dan berkeadilan.
DPC Gerindra Purbalingga Jalankan ASRI, Gotong Royong Bersihkan Sungai Cilapar
DPC Gerindra Kudus Hidupkan Semangat ASRI Lewat Kerja Bakti di Makam Pahlawan
DPC Gerindra Semarang Turun ke Jalan, Wujudkan Lingkungan Bersih dan Hijau
Wujudkan Ekonomi Hijau, DPD Gerindra DIY dan DPC Gerindra Bantul Bersih-Bersih Pantai Baru
Gerindra Ngaliyan Ajak Warga Sambut Musim Hujan dengan Penghijauan dan Bersih Lingkungan
Kunker di Tasikmalaya, Menhan Sjafrie Tinjau Yonif TP 335/Macan Sukapura: Tegaskan Sinergitas TNI-Pemda dan Tugas Pengabdian kepada Rakyat
Soroti Krisis Hunian, Syaiful Huda Minta Program 3 Juta Rumah Benahi Masalah Lahan
Maman Imanul Haq: Pemberhentian Rektor UINSA Sudah Tepat, Jadi Pelajaran bagi Kemenag
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Sosok Airlangga Masih Dibutuhkan Golkar
Dunia Butuh Generasi Muda Bahagia, Tangguh dan Sehat Jiwa
Opini Newsmax, Prabowo dan Peluang Kemakmuran untuk Indonesia
Sastra bisa Jadi Ruang Merawat Akal Sehat dan Kewarasan
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

