Politik
Belum Efektif, Bob Hasan Dorong Penguatan Satu Data Jadi Undang-Undang
Published
6 bulan agoon
Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Bob Hasan, menilai implementasi Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia belum berjalan optimal. Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Baleg DPR RI terkait penyusunan RUU Satu Data Indonesia di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Dalam sesi tanya jawab, Bob Hasan meminta pandangan dari Ketua AIDI sekaligus akademisi Telkom University, Andry Alamsyah, terkait efektivitas pelaksanaan perpres tersebut serta hambatan yang dihadapi di lapangan.
“Perpres Nomor 39 ini menurut pantauan analisa Prof sudah berjalan belum? Dan apa hambatannya kalau dia belum berjalan? Menurut saya belum berjalan Perpres 39 ini,” ujar Bob Hasan.
Menanggapi hal tersebut, Andry Alamsyah menyatakan bahwa implementasi Perpres Satu Data Indonesia memang belum berjalan optimal. Ia menilai salah satu penyebab utamanya adalah perbedaan persepsi antar kementerian dan lembaga terkait jenis dan kualitas data yang harus disampaikan.
“Menurut saya juga belum berjalan. Mungkin karena perbedaan persepsi dari tiap K/L mengenai data apa yang harus diberikan, sehingga data yang disampaikan belum tentu relevan atau berkualitas,” ungkap Andry.
Ia menambahkan, praktik yang terjadi saat ini cenderung bersifat administratif, yakni sekadar memenuhi kewajiban pelaporan tanpa memperhatikan kualitas data.
“Yang terjadi lebih ke checklist, sudah atau belum diserahkan. Tapi tidak melihat kualitas datanya,” jelasnya.
Terkait penguatan regulasi melalui undang-undang, Andry menilai langkah tersebut dapat meningkatkan efektivitas implementasi karena memiliki kekuatan hukum yang lebih tinggi serta diikuti aturan turunan yang lebih teknis. Meski demikian, ia menekankan pentingnya penyusunan panduan teknis yang jelas, disertai mekanisme insentif dan sanksi.
“Perlu ada panduan teknis yang mengacu pada payung besarnya. Selain itu, perlu juga mekanisme reward and punishment terhadap kualitas data,” ujarnya.
Menurutnya, tanpa pengawasan terhadap kualitas, pengelolaan data nasional berpotensi hanya berfokus pada kuantitas. Ia pun meyakini bahwa melalui penguatan Satu Data dalam bentuk undang-undang, kepatuhan kementerian dan lembaga akan meningkat, termasuk penerapan sanksi bagi yang tidak memenuhi ketentuan.
DPC Gerindra Purbalingga Jalankan ASRI, Gotong Royong Bersihkan Sungai Cilapar
DPC Gerindra Kudus Hidupkan Semangat ASRI Lewat Kerja Bakti di Makam Pahlawan
DPC Gerindra Semarang Turun ke Jalan, Wujudkan Lingkungan Bersih dan Hijau
Wujudkan Ekonomi Hijau, DPD Gerindra DIY dan DPC Gerindra Bantul Bersih-Bersih Pantai Baru
Gerindra Ngaliyan Ajak Warga Sambut Musim Hujan dengan Penghijauan dan Bersih Lingkungan
Kunker di Tasikmalaya, Menhan Sjafrie Tinjau Yonif TP 335/Macan Sukapura: Tegaskan Sinergitas TNI-Pemda dan Tugas Pengabdian kepada Rakyat
Soroti Krisis Hunian, Syaiful Huda Minta Program 3 Juta Rumah Benahi Masalah Lahan
Maman Imanul Haq: Pemberhentian Rektor UINSA Sudah Tepat, Jadi Pelajaran bagi Kemenag
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Sosok Airlangga Masih Dibutuhkan Golkar
Dunia Butuh Generasi Muda Bahagia, Tangguh dan Sehat Jiwa
Opini Newsmax, Prabowo dan Peluang Kemakmuran untuk Indonesia
Sastra bisa Jadi Ruang Merawat Akal Sehat dan Kewarasan
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

