Politik
Presiden Prabowo: Demokrasi India Beri Pelajaran Berharga bagi Indonesia
Published
2 bulan agoon
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa demokrasi bukanlah sistem yang mudah dijalankan. Meski dihadapkan pada berbagai tantangan, demokrasi tetap menjadi sistem terbaik untuk mewujudkan keadilan, harapan, dan kehidupan berbangsa yang inklusif.
Hal tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri Indian Community Reception di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Selasa (7/7/2026), yang menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi ke Indonesia.
“Demokrasi bukanlah jalan yang mudah, bukan sistem yang mudah. Terkadang demokrasi bisa sangat berantakan. Tetapi saya pikir kita semua sepakat bahwa demokrasi adalah sistem terbaik untuk menghadirkan keadilan, harapan, dan inklusivitas,” ujar Presiden Prabowo.
Presiden mengakui bahwa demokrasi tidak pernah lepas dari berbagai tantangan, termasuk adanya pihak-pihak yang berupaya menyalahgunakan atau melemahkan sistem tersebut. Namun, menurutnya, tantangan itu justru harus menjadi alasan untuk terus menjaga dan memperkuat demokrasi.
“Ada bahaya dalam demokrasi. Ada jebakan, ada rintangan, dan ada orang-orang yang ingin membajak demokrasi. Namun, kita tidak boleh menyerah. Kita harus percaya pada demokrasi dan terus berupaya mempertahankannya. Inilah sistem terbaik yang telah dicoba oleh peradaban manusia,” tegas Presiden.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi terhadap perjalanan demokrasi India. Menurutnya, India berhasil membuktikan bahwa negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia serta tingkat keberagaman yang sangat tinggi mampu menjaga stabilitas pemerintahan dan melaksanakan transisi kekuasaan secara damai.
“Kami melihat India sebagai negara dengan lebih dari 1,4 miliar penduduk, memiliki banyak kelompok etnis dan bahasa seperti Indonesia, tetapi mampu menjalankan transisi pemerintahan secara damai selama bertahun-tahun. Ini merupakan pencapaian yang luar biasa,” ungkap Presiden.
Presiden menambahkan bahwa pengalaman India dalam mengelola keberagaman melalui sistem demokrasi menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi Indonesia.
“Saya sendiri mempelajari dan mengikuti pencapaian luar biasa India. Yang penting adalah masyarakat Indonesia harus belajar dari pengalaman India,” ucapnya.
Menurut Presiden Prabowo, eratnya hubungan Indonesia dan India tidak hanya tercermin dalam kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, investasi, dan politik, tetapi juga melalui pertukaran pengalaman dalam memperkuat demokrasi, menjaga persatuan di tengah keberagaman, serta membangun pemerintahan yang stabil dan inklusif. Nilai-nilai tersebut, menurut Presiden, menjadi fondasi penting bagi kemajuan kedua bangsa di masa depan.
Kabaloghan Kemhan Tinjau Stan Kemhan pada TNI Fair 2026
DPC Gerindra Jaksel Hidupkan Semangat Gotong Royong Lewat Gerakan ASRI
Menhan Sjafrie Hadiri TNI Run 2026 di Monas
Presiden Prabowo Terima Mushaf Al-Qur’an Gontor dan Buku “Gontor untuk Indonesia”
Presiden Prabowo: Swasembada Pangan dan Energi Jadi Kunci Indonesia Berdikari
Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Membangun Indonesia yang Mandiri dan Berdikari
Presiden Prabowo Apresiasi Nilai Pendidikan Gontor sebagai Landasan Membangun Generasi Berintegritas
Dubes Palestina Terharu: Kami Tidak Sendirian, Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Sosok Airlangga Masih Dibutuhkan Golkar
Dunia Butuh Generasi Muda Bahagia, Tangguh dan Sehat Jiwa
Opini Newsmax, Prabowo dan Peluang Kemakmuran untuk Indonesia
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Sastra bisa Jadi Ruang Merawat Akal Sehat dan Kewarasan
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

