Politik
Ade Rezki Pratama Dorong Edukasi Masif Cegah Pekerja Migran Nonprosedural
Published
3 jam agoon
Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama, mendorong pemerintah memperkuat edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat untuk menekan angka pekerja migran Indonesia (PMI) non prosedural. Menurutnya, pemahaman mengenai prosedur penempatan yang benar menjadi kunci agar pekerja migran memperoleh perlindungan hukum dan jaminan dari negara selama bekerja di luar negeri.
Hal itu disampaikan Ade usai mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi IX DPR RI ke Provinsi Aceh, Rabu (22/7/2026).
Ade mengungkapkan, berdasarkan paparan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Aceh, minat masyarakat Aceh untuk bekerja di luar negeri cukup tinggi. Hasil survei menunjukkan lebih dari 2.500 lulusan SMA, SMK, hingga perguruan tinggi berminat membangun karier di luar negeri.
“Ini menjadi potensi yang sangat baik. Banyak generasi muda Aceh yang memiliki minat untuk bekerja di luar negeri. Tugas pemerintah adalah memastikan mereka berangkat melalui jalur yang benar sehingga hak-haknya terlindungi,” ujarnya.
Namun, ia menyoroti masih adanya pekerja migran yang berangkat melalui jalur non prosedural, seperti menggunakan visa wisata atau visa ibadah untuk tujuan bekerja. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat pekerja rentan kehilangan perlindungan hukum ketika menghadapi persoalan di negara penempatan.
Karena itu, Legislator Fraksi Partai Gerindra tersebut meminta Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) terus memperluas sosialisasi mengenai tata cara penempatan yang resmi sekaligus memberikan pemahaman tentang pentingnya menjadi pekerja migran prosedural.
“Pemerintah ingin membuka peluang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk bekerja di luar negeri. Tetapi peluang itu harus diikuti dengan jaminan perlindungan dari negara. Perlindungan tersebut hanya bisa diberikan secara optimal apabila pekerja berangkat melalui prosedur yang resmi,” tegasnya.
Ade juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan untuk mencegah praktik penempatan pekerja migran ilegal dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Ia mencontohkan kasus WNI yang sempat viral karena meminta dipulangkan dari Myanmar. Berdasarkan koordinasi dengan KP2MI, korban diketahui berangkat secara nonprosedural setelah menerima tawaran pekerjaan yang tidak sesuai dan diduga menjadi korban jaringan TPPO.
“Kejadian seperti ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua. Jangan mudah percaya dengan tawaran pekerjaan yang menjanjikan gaji tinggi tanpa melalui mekanisme resmi,” katanya.
Meski demikian, Ade menegaskan negara tetap berkewajiban memberikan perlindungan kepada seluruh warga negara Indonesia. Namun, menurutnya, langkah yang paling penting adalah memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi yang masif agar masyarakat tidak lagi menjadi korban praktik penempatan ilegal.
“Negara harus tetap hadir melindungi seluruh warga negara Indonesia. Tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kita mencegah masyarakat menjadi korban melalui edukasi yang masif dan pengawasan yang lebih kuat,” pungkasnya.
You may like
Menhan Sjafrie Terima Penyerahan PPKH Lahan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan
Khilmi: PT PAL Harus Jadi Tulang Punggung Kemandirian Industri Perkapalan Nasional
Sugiat Santoso Desak Pelaku Pengeroyokan di Bali Diproses Hukum, Tegaskan Tak Ada Ruang untuk Main Hakim Sendiri
Sabam Rajagukguk: Good Neighbour Policy Harus Diimbangi Perlindungan Warga di Perbatasan
Sabam Rajagukguk Dukung Pembentukan Kodam Baru di NTT untuk Perkuat Pertahanan Kepulauan
Bob Hasan Tegaskan Pentingnya Diferensiasi Fungsi Polri dan Kejaksaan demi Penegakan Hukum Berintegritas
Sri Meliyana Apresiasi Capaian UHC Aceh, Dorong Penguatan Fasilitas dan Layanan Kesehatan
Ade Rezki Pratama Dorong Edukasi Masif Cegah Pekerja Migran Nonprosedural
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?
Prabowo Subianto Disebut Pernah Tolak Dua Kapal Perang Iran di The Multilateral Naval Exercise Komodo 2025
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Perolehan Medali Sea Games 2025, Indonesia Sementara Kumpulkan 62 Emas
Turn Back Hoax: [SALAH] Ditemukan Gunung Emas Baru di Papua
Salat Jumat di Masjid Abdullah Noor Pecenongan, Wapres Sapa Warga dan Salurkan Bantuan Sembako
Ketua ICMI Orda Kota Bekasi Inayatullah Hadiri Kajian Tafsir Tematik

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

