Connect with us

Nasional

Detik-detik 5 Mahasiswa Diseruduk Mobil Polisi, Dua Tewas

Published

on

Kabarpolitik.com, PALANGKA RAYA–Dua mahasiswa, Syahril Malau dan Ritson Pangaribuan, menjadi korban kecelakaan maut.

Keduanya tewas setelah diterjang mobil Chevrolet double gardan yang oleng, tepat di sisi jalan arah Bundaran Besar, Palangka Raya, Minggu (21/4). Tak jauh dari SDN 1 Menteng, Jalan Yos Sudarso.

Nasib beruntung masih berpihak kepada rekan mereka, Apriani Ningsih Simarmata, Yogi Sidabutar, dan Lamtio Simatupang. Mereka selamat.

Yogi pun mencoba mengisahkan detik-detik kecelakaan maut yang menewaskan dua sahabatnya itu. Pemuda 22 tahun itu masih tampak syok ketika ditanya peristiwa yang tak pernah mereka sangka sebelumnya.

Saat itu ia bersama kekasihnya, Lamtio Simatupang, menikmati kesunyian menjelang pergantian hari. Berboncengan.

Advertisement

Ketika melintas, tiga rekannya yang duduk santai di atas sepeda motor di bahu jalan menyapa. Meminta dirinya mampir. Keduanya memutuskan bergabung. Namun keduanya terlebih dahulu mampir ke Toko Waralaba. Sekitar 20 meter dari lokasi nongkrong teman-temannya.

“Pas lewat, pacar saya bilang ‘kau di panggil tuh’. Tapi kami berbelok ke Indomaret dulu untuk berbelanja,” kisahnya ketika ditemui di rumah sakit.

Kemudian bergabung dengan teman-temannya. Ngobrol sana-sini. Tak lama kemudian, melihat mobil oleng. Matanya silau akibat sorotan lampu mobil yang tepat mengarah ke tempat nongkrong mereka. Cepat sekali. Tak sempat lagi bibir berucap untuk meminta teman-temannya menghindar. Ia langsung melompat.

“Mobil oleng ke kiri dan kemudian menabrak kami,” ungkap pemuda asal Sumatera Utara ini sambil terbata-bata. Dia sedikit menyesal karena tangannya tak sempat meraih tubuh pacarnya ketika melompat dari atas sepeda motor. “Tertinggal di atas sepeda motor,” ungkapnya.

Diduga mobil melaju dengan kecepatan tinggi. Namun, ketika mencoba mengamati lokasi kejadian, tak tampak bekas rem yang membekas di aspal jalan.

Advertisement

Setelah benturan hebat itu, lanjut Yogi, ia melihat pacar dan teman-teman tergeletak. Sepeda motor ringsek. Seorang pria berbadan tegap dengan baju seragam berwarna cokelat keluar dari mobil. Warga berkerumun.

Yogi berteriak sejadi-jadinya. Memeluk tubuh pacarnya yang berlumuran darah. Tak berdaya. Kakinya lemas tatkala melihat teman-temannya tergeletak tak bergerak di atas trotoar.

Sampai Senin malam, Lamtio masih dalam kondisi kritis. Alat bantu pernapasan masig terpasang. Indikasi awal yang disampaikan rekan-rekannya, Lamtio mengalami gegar otak. “Ujar dokter, dia (Lamtio, red) gegar otak kak,”ucap mereka.

Mobil berwarna gelap yang terlibat insiden itu diketahui dikemudikan AKP MA. Bertugas di Polres Palangka Raya. Malam itu, ia menuju Pos Bundaran Besar, usai memantau pleno rekapitulasi surat suara di Kantor Kecamatan Jekan Raya.

Perwira Pertama yang bertugas merencanakan dan mengendalikan administrasi operasi kepolisian itu, diduga mengalami kelelahan dalam bertugas mengawal rangkaian kegiatan pemilu. Kelelahan itu berujung kelengahan. Tidak memperhatikan kondisi fisik dan mata. Akhirnya celaka.

Advertisement

Diduga pengemudi mengalami microsleep (episode pendek tidur yang berlangsung 1-30 detik yang terjadi selama mengantuk). Faktor kelelahan dalam mengawal dan mengamankan jalannya pemilu,” jelas Kapolres Palangka Raya, AKBP Timbul RK Siregar kepada awak media di RSUD dr Doris Sylvanus.

Unit Laka Satlantas Polres Palangka Raya pun sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Ada 4 saksi. Olah tempat kejadian perkara sudah dilakukan. “Sedangkan jenazah korban meninggal sudah diterbangkan langsung ke pihak keluarga di Sumatera Utara,” ungkapnya.

Keluarga korban Afriani Ningsih Simarmata yang menemaninya di RS Siloam, meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini. Hingga saat ini Afriani masih menjalani perawatan di RS Siloam, sembari menunggu kedatangan orang tuanya dari Kota Medan.

“Kami minta sesuai prosedur aja. Kalau mau lebih jelas, nanti sama orang tuanya. Kebetulan sudah berangkat ke sini dari Medan,” ucap salah satu keluarga korban yang tak mau namanya disebutkan.

Di tempat terpisah, teman sekamar Afriani di Mes Putri 2 di Jalan Keminting 2 mengatakan, saat malam kejadian itu, Afriani ingin keluar mencari makan. Dikatakannya, Afriani adalah sosok yang tidak pernah nongkrong, apalagi keluar saat tengah malam.

Advertisement

“Cuma keluar cari makan aja katanya malam itu. Biasanya nggak pernah segala nongkrong itu. Apalagi sudah tengah malam,” sebutnya. (jpnn)

rn

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik7 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik7 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik7 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik8 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik8 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik8 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik8 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik8 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik8 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik8 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...