Connect with us

Jabodetabek

Muhamad-Saraswati Tuding Airin-Benyamin Gagal Wujudkan Kota Sehat, Padahal Tangsel Raih Penghargaan Swasti Saba

Published

on

Walikota Tangsel Airin Rachmi Dianyusai menerima penghargaan Kota Sehat November 2019 dari Kemenkes dan Kemendagri pada bulan November 2019

Bergulirnya debat seru antara kubu Muhamad melawan Kubu Benyamin Davnie saat proses pemeriksaan kesehatan para calon walikota dan calon wakil walikota Tangsel beberapa hari terakhir, menarik perhatian banyak pihak. Sayangnya perdebatan terhenti karena kehabisan bahan.

Ujung debat berakhir dengan tuduhan kubu Ben anti-kritik. Kondisi ini menjadi antiklimaks karena yang didapat calon pemilih bukan adu gagasan dan program lagi melainkan suasana menyalahkan secara emosional dan hal itu unfaedah alias tak bermanfaat.

Aktivis Forum Kajian Ciputat, Saeful Yahya menilai debat program di era pilkada pandemik seperti sekarang ini sebenarnya merupakan hal positif. Apalagi jika perdebatan berlangsung secara kontinyu dan tema pembahasan masuk ke detail program. Tentu yang ideal para calon penantang menawarkan hal baru disamping melontarkan kritik terhadap kondisi apa adanya dan pencapaian petahana.

Saeful berpendapat, dalam konteks perdebatan yang dipicu mirisnya calon wakil walikota Rahayu Saraswati karena pemeriksaan kesehatan tidak dilangsungkan di daerah Tangsel sendiri, sebenanrya itu pancingan diskusi yang bagus.

“Itu pokok masalah langsung diangkat dalam pernyataan awal. Sayangnya Saraswati tidak menguasai materi secara utuh. Padahal KPUD Tangsel sudah menjelaskan sedari awal kenapa pemeriksaan itu dilakukan di RSUD milik Kabupaten Tangerang yang terletak di Kota Tangerang, wilayah yang berbeda pemerintahan. Itu karena menurut aturan, pemeriksaan para calon harus dilaksanakan di RSUD tipe B, sedangkan RSUD yang ada di Kota Tangsel tipenya adalah tipe C,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jum’at (11/9/2020).

Advertisement

Saeful menilai, pernyataan miris, sedih, kaget, kecewa yang dilontarkan Saraswati akan menuai dukungan publik apabila disertai kondisi yang sesungguhnya, riil, sesuai data dan faktanya. Namun akibat grasak-grusuk dan timnya tidak memasok keterangan yang lengkap, Saraswati langsung salah di awal pernyataan yang kemudian diakui koleganya sebagai kritikan. Kesalahan terbesar adalah RSUD Tangsel tidak pernah turun kelas dari kelas C ke kelas D, yang ada justru sedang diproses naik ke kelas B. Adapun untuk menjadi kelas A harus selengkap RSCM yang merupakan rumah sakit rujukan nasional.

Saeful menambahkan, berpijak dari kesalahan data dimana Saras meyakini RSUD Tangsel kelasnya sudah turun menjadi D, padahal tidak ada satupun Surat Keputusan dari otoritas terkait, Saras lalu menyerang lantang bahwa RSUD turun kelas karena kasus korupsi. Sehingga ke depan ia dan pasangannya akan memperbaiki dan bahkan menambah hadiah khusus bagi warga Tangsel yakni satu kelurahan satu puskesmas.

“Di situ salah lagi, Saras tak tahu kondisi di lapangan. Program puskesmas per kelurahan sudah berjalan lama dan sudah dibangun 31 serta sisanya sedang dibangun. Jadi ketika kubu petahana meminta Saras untuk bertanya ke pasangannya yang mantan Sekda dan yang jelas merupakan bagian dari pemkot Tangsel cukup lama, itu menjadi make sense,” ujarnya.

Sampai di situ sesungguhnya perdebatan bisa dilanjut ke adu program yang sesungguhnya. Tapi ternyata, itu tak terjadi. Kubu Muhamamd justru menyerang kubu petahana sebagai anti kritik dan bahkan jubir Musa (muhamad-Saraswati) menghakimi Pemkot dengan pernyataan gagal mewujudkan Tangsel sebagai Kota Sehat.

“Pernyataan itu lebih parah bertentangan dengan kondisi dimana Tangsel selama bertahun-tahun selalu mendapat penghargaan sebagai Kota Sehat dari otoritas terkait dan itu dia bisa googling, bisa cek di google, ketik saja Tangsel Kota Sehat, keluar semua itu link berita penghargaan Kota Sehat. Ayolah teruskan berdebat agar rakyat ikut menikmati, tapi yang bener debatnya, debat program, debat gagasan,” pungkasnya. (kp)

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik5 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik5 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik5 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik5 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik5 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik5 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik5 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik5 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik5 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik5 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...