Connect with us

Jabodetabek

Sama-sama Berprestasi di Warta Kota Awards, PAM Tangsel dan PAM Depok Punya Titik Awal Berbeda

Published

on

Penghargaan bukanlah tujuan akhir bagi sebuah badan usaha milik daerah. Namun, penghargaan sering kali menjadi penanda bahwa proses transformasi yang dijalankan sebuah perusahaan mulai memperoleh pengakuan. Hal itu terlihat dalam ajang Warta Kota Awards 2026 ketika dua perusahaan air minum milik pemerintah daerah yang bertetangga, yakni Perseroda PITS Kota Tangerang Selatan dan PT Tirta Asasta Depok (Perseroda), sama-sama menerima penghargaan atas transformasi yang mereka lakukan.

Meski berasal dari sektor yang sama, penghargaan yang diterima keduanya memiliki fokus yang berbeda. Perseroda PITS menerima Anugerah Transformasi Layanan Air Minum Perkotaan, sebagai bentuk apresiasi atas transformasi pelayanan air minum yang terus dikembangkan perusahaan. Sementara itu, PT Tirta Asasta Depok menerima Anugerah Transformasi Korporasi dan Tata Kelola BUMD Menuju IPO, yang diberikan atas keberhasilan perusahaan memperkuat tata kelola korporasi, melakukan transformasi organisasi, mempercepat digitalisasi, hingga mempersiapkan diri menuju penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO).

Perbedaan kategori penghargaan tersebut sesungguhnya mencerminkan bahwa kedua perusahaan sedang berada pada fase perkembangan yang berbeda. Perseroda PITS baru memasuki babak baru sebagai perusahaan air minum daerah pada 2023 setelah Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengubah PT Pembangunan Investasi Tangerang Selatan menjadi Perusahaan Perseroan Daerah melalui Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2023. Sejak saat itu, Perseroda PITS memperoleh mandat utama sebagai BUMD yang berfokus pada pelayanan penyediaan air minum bagi masyarakat.

Sebaliknya, PT Tirta Asasta Depok telah lebih dahulu berkembang sebagai perusahaan air minum daerah dengan fondasi kelembagaan dan bisnis yang lebih matang. Bahkan, transformasi yang dijalankan perusahaan kini telah mengarah pada penguatan tata kelola korporasi menuju perusahaan yang siap memasuki pasar modal.

Perbedaan fase perkembangan tersebut semakin terlihat ketika menelusuri struktur permodalan masing-masing perusahaan. Melalui Peraturan Daerah Kota Tangerang Selatan Nomor 2 Tahun 2023, modal dasar Perseroda PITS ditetapkan sebesar Rp104.209.536.172 atau sekitar Rp104,2 miliar. Dari jumlah tersebut, modal yang ditempatkan dan disetor penuh pada saat pendirian Perseroda sebesar Rp41.683.814.469, terdiri atas aset dan kas yang dialihkan dari PT Pembangunan Investasi Tangerang Selatan. Adapun sisa modal dasar sekitar Rp62,5 miliar masih menjadi komitmen penyertaan modal Pemerintah Kota Tangerang Selatan yang akan dipenuhi secara bertahap.

Advertisement

Sementara itu, Pemerintah Kota Depok menetapkan fondasi permodalan yang jauh lebih besar bagi PT Tirta Asasta Depok (Perseroda). Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Depok Nomor 10 Tahun 2021 tentang Perseroda Air Minum Tirta Asasta, modal dasar perusahaan ditetapkan sebesar Rp2 triliun. Dengan demikian, modal dasar Tirta Asasta mencapai hampir 19 kali lebih besar dibandingkan modal dasar Perseroda PITS.

Tidak hanya menetapkan modal dasar yang besar, regulasi tersebut juga mengatur bahwa modal yang ditempatkan dan disetor pada saat pendirian Perseroda paling sedikit sebesar 25 persen dari modal dasar atau sekitar Rp500 miliar. Berdasarkan laporan keuangan Pemerintah Kota Depok, hingga akhir 2023 akumulasi penyertaan modal pemerintah daerah kepada Tirta Asasta telah mendekati Rp800 miliar. Dukungan tersebut bahkan masih akan diperkuat melalui tambahan penyertaan modal lebih dari Rp402 miliar untuk periode 2026–2030.

Perbandingan tersebut memperlihatkan bahwa kedua perusahaan menjalani transformasi dengan fondasi yang sangat berbeda. Tirta Asasta Depok membangun perusahaan dengan dukungan modal dalam skala triliunan rupiah dan penyertaan modal yang telah mencapai ratusan miliar rupiah. Sementara Perseroda PITS memulai babak barunya sebagai perusahaan air minum daerah dengan modal dasar sekitar Rp104,2 miliar dan modal disetor awal sekitar Rp41,68 miliar.

 

Meski demikian, besarnya modal bukan satu-satunya ukuran keberhasilan sebuah perusahaan daerah. Modal memang menjadi faktor penting untuk membangun instalasi pengolahan air, memperluas jaringan perpipaan, meningkatkan kapasitas produksi, hingga memperkuat kualitas pelayanan. Namun, keberhasilan pada akhirnya tetap ditentukan oleh bagaimana modal tersebut dikelola menjadi pelayanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Advertisement

Dalam konteks itulah penghargaan yang diterima kedua perusahaan memiliki makna tersendiri. Tirta Asasta Depok memperoleh pengakuan atas transformasi korporasi dan tata kelola perusahaan menuju IPO. Sementara Perseroda PITS mendapatkan apresiasi atas transformasi pelayanan air minum perkotaan yang baru dimulai sejak perubahan besar pada 2023.

Keduanya memang berangkat dari fondasi yang berbeda. Satu perusahaan tumbuh dengan modal dasar mencapai Rp2 triliun dan dukungan penyertaan modal yang telah mendekati Rp800 miliar. Perusahaan lainnya memulai transformasi sebagai BUMD air minum dengan modal dasar sekitar Rp104,2 miliar dan modal disetor awal sekitar Rp41,68 miliar. Namun, keduanya memiliki tujuan yang sama, yakni menghadirkan pelayanan air minum yang semakin baik bagi masyarakat.

Pada akhirnya, penghargaan bukanlah garis akhir perjalanan kedua perusahaan. Pengakuan tersebut justru menjadi pengingat bahwa transformasi harus terus berlanjut. Sebab, ukuran keberhasilan sesungguhnya bukan hanya besarnya modal atau banyaknya penghargaan yang diraih, melainkan sejauh mana masyarakat merasakan manfaat melalui tersedianya layanan air minum yang aman, berkualitas, mudah diakses, dan berkelanjutan.

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga
Politik1 minggu ago

Titiek Soeharto Apresiasi Capaian Stok Bulog dan Pastikan Kualitas Beras di Ambon Terjaga

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto memastikan ketersediaan dan kualitas stok beras di Provinsi Maluku dalam kondisi aman....

Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Batam Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Batam
Politik1 minggu ago

Andre Rosiade Dorong Penguatan Ekosistem Industri Kota Batam

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mendorong penguatan ekosistem industri di Kota Batam melalui kepastian perizinan, keandalan pasokan...

Komisi XII Ingatkan Kesiapan Listrik Seiring Ekspansi Pariwisata di Bali Komisi XII Ingatkan Kesiapan Listrik Seiring Ekspansi Pariwisata di Bali
Politik1 minggu ago

Melchias Markus Mekeng Dorong Bali Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Ketua Komisi XII DPR RI Melchias Markus Mekeng mengingatkan PT PLN (Persero) agar mengantisipasi kebutuhan listrik Bali dalam jangka panjang...

Komisi XII Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam Komisi XII Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam
Politik1 minggu ago

Jalal Abdul Nasir Dorong Percepatan Pemanfaatan Gas Natuna untuk Batam

Komisi XII DPR RI mendorong percepatan commissioning tahap kedua pipa gas West Natuna Transportation System (WNTS)-Pemping agar pemanfaatan gas Natuna...

Beniyanto Dorong Perluasan SPKLU untuk Percepat Transisi Energi Beniyanto Dorong Perluasan SPKLU untuk Percepat Transisi Energi
Politik1 minggu ago

Percepat Transisi Energi, Beniyanto Dorong Perluasan SPKLU

Anggota Komisi XII DPR RI Beniyanto mendorong PT PLN (Persero) memperluas pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) hingga ke...

Anis Byarwati Soroti Tingginya Pencabutan Izin BPR dan BPRS di Jawa Barat Anis Byarwati Soroti Tingginya Pencabutan Izin BPR dan BPRS di Jawa Barat
Politik1 minggu ago

Anis Byarwati Soroti 48 BPR dan BPRS di Jawa Barat Dicabut Izin Usahanya

Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati menyoroti tingginya jumlah Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS)...

Wahyu Sanjaya Tekankan Literasi Penjaminan Simpanan bagi Nasabah Wahyu Sanjaya Tekankan Literasi Penjaminan Simpanan bagi Nasabah
Politik1 minggu ago

Wahyu Sanjaya Tekankan PentingnyaLiterasi Penjaminan Simpanan bagi Nasabah

Anggota Komisi XI DPR RI Wahyu Sanjaya menekankan pentingnya peningkatan literasi masyarakat mengenai ketentuan penjaminan simpanan oleh Lembaga Penjamin Simpanan...

Beniyanto Minta PLN Perluas SPKLU hingga Daerah untuk Dukung Kendaraan Listrik Beniyanto Minta PLN Perluas SPKLU hingga Daerah untuk Dukung Kendaraan Listrik
Politik1 minggu ago

Beniyanto Minta PLN Perluas SPKLU hingga Daerah

PT PLN (Persero) perlu memperluas pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) hingga ke daerah-daerah kecil. Pemerataan infrastruktur pengisian daya...

Marinus Gea Pertanyakan Akurasi Data TKA di Sumsel Marinus Gea Pertanyakan Akurasi Data TKA di Sumsel
Politik1 minggu ago

Marinus Gea Pertanyakan Kesesuaian Data TKA di Sumsel

Anggota Komisi XIII DPR RI Marinus Gea mempertanyakan kesesuaian data tenaga kerja asing (TKA) dengan kondisi di lapangan di tengah...

Komisi VI DPR Dorong Integrasi Pelabuhan untuk Tekan Disparitas Harga di Kepulauan Riau Komisi VI DPR Dorong Integrasi Pelabuhan untuk Tekan Disparitas Harga di Kepulauan Riau
Politik1 minggu ago

Nurdin Halid Dorong Integrasi Pelabuhan untuk Tekan Disparitas Harga di Kepulauan Riau

Komisi VI DPR RI mendorong integrasi pelabuhan, transportasi, pergudangan, dan pusat distribusi untuk menekan biaya logistik serta disparitas harga barang...