Nasional
Bayi Usia 13 Hari Dijual Rp3,8 Juta Lewat Instagram
Kabarpolitik.com, SURABAYA – Kasus penjualan bayi melalui Instagram belum berakhir. Polisi berhasil mengembangkan kasus itu dengan menangkap satu tersangka lain bernama MN, 24, warga Surabaya.
MN ditangkap di rumah kosnya, Minggu (14/10). Tak hanya meringkus MN, korps berseragam cokelat juga mengamankan bayi disertai surat pernyataan dan kwitansi pembelian bayi senilai Rp 2,7 juta.
Saat dijual, bayi itu masih berusia 3 hari. Kini, bayi tersebut berumur 13 hari.
Kapolrestabes Surabaya Kombespol Rudi Setiawan mengatakan, polisi masih memburu ibu kandung bayi tersebut. Pihaknya mengaku sudah mengantongi identitas lengkap sang ibu.
Rudi menyebut, ibu yang tega menjual anaknya itu masih di Bandung. “Masih kami dalami juga terkait peran si ibu. Apakah dia terlibat langsung atau tidak. Saat ini korban kami amankan di yayasan di Surabaya. Karena usianya baru 1 mingguan,” jelas Rudi di Mapolrestabes Surabaya, Senin (15/10).
Rudi menjelaskan, kasus tersebut berawal dari pertemuan Al, pengelola salah satu akun Instagram, dengan MN di Sidoarjo. Pertemuan tersebut berlangsung sebelum Al tertangkap. Saat itu MN ingin mengadopsi anak karena takut dicerai suaminya.
Al menyanggupi keinginan MN. Lalu, Al mencari ibu yang ingin menyerahkan anaknya melalui Instagram. Kemudian, Al menemukan seorang ibu asal Bandung yang ingin menyerahkan anaknya untuk diadopsi.
Al pun berangkat ke Bandung untuk mengambil si bayi dari ibunya dengan bantuan seorang perantara bernama Yv. Setelah itu bayi diserahterimakan di Bandung kemudian dibawa ke Surabaya. “Kemudian, transaksi pembayaran itu terjadi (antara MN dengan Al),” tambah Rudi.
Sementara itu, Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya AKP Agung Widoyoko menjelaskan, sebenarnya MN membayar Rp 3,8 juta kepada Al. Rinciannya, Rp 3,5 juta sebagai biaya persalinan yang diminta si ibu kandung. “Uangnya itu sudah ditransfer kepada ibu kandung si bayi oleh Al. Nah, si ibu kandungnya ini nggak tahu saya. Lha wong ini masih dicari kok,” kata Agung.
Sedangkan, uang sebesar Rp 300 ribu, dibayar MN sebagai biaya transport Al ke Bandung dan kebutuhan perawatan si bayi. Ada juga biaya tambahan lain yang memang tidak tertulis pada kuitansi.
MN membenarkan nominal tersebut. Dia mengatakan, si ibu kandungnya sendiri yang meminta pergantian biaya persalinan sebesar Rp 3,5 juta.
“Alasan kedua, memang saya ingin merawat anak. Karena saya sudah 2 tahun nggak punya anak. Suami saya tahu. Saya sudah bilang ke mas Al, apapun yang terjadi, saya tetap ingin merawat bayi itu,” aku MN.
Ditanya soal berapa jumlah uang yang diterima setelah menransfer Rp 3,5 juta kepada si ibu kandung, Al malah mengaku tekor. Dia mengaku membiayai sendiri perjalanan ke Bandung untuk mengambil bayinya.
Hal itu sengaja dilakukannya karena menganggap MN lebih layak untuk diprioritaskan. Al mengatakan, ingin membantu nasib pernikahan MN yang akan diceraikan suaminya jika tidak segera memberi momongan.
Namun, Al mengaku belum sempat bertemu dengan suaminya. “Saya sama si ibu kandung sudah sepakat akan bertemu suaminya MN. Nanti, soal surat-surat keterangan lahir dan kwitansi, saya kasih ke mbak MN,” akunya. (HDR/JPC)
rn
source


