Connect with us

Nasional

LLDikti IdentifikasiJumlah Mahasiswa UIT

Published

on

Kabarpolitik.com, MAKASSAR — Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX Sulawesi mulai melakukan pendeteksian jumlah mahasiswa, selanjutnya akan dicarikan solusi hendak dibawa ke mana.

”Tugas kami saat ini adalah mengidentifikasi mahasiswa UIT Makassar. Setelah itu diproses. Mereka punya hak untuk tetap kuliah. Memutuskan hal ini memang tidak mudah,” kata Ketua LLDikti Wilayah XI Sulawesi Prof Dr Jasruddin, Senin (15/10).

BKM meminta konfirmasi Prof Jasruddin, menyusul terbitnya surat pernyataan Direktur Pembinaan Kelembagaan Perguruan Tinggi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) Dr Totok Prasetyo. Surat yang terbit di Jakarta, tertanggal 12 Oktober 2018 dan bermaterai itu menegaskan akan dikeluarkannya sanksi pencabutan izin pendirian UIT.

Di dalam surat tersebut ditegaskan, direktur menyatakan dan memutuskan bersedia untuk memenuhi tiga tuntutan mahasiswa UIT Makassar. Yakni memindahkan mahasiswa UIT Makassar ke PTS yang dianggap layak dan memenuhi standar nasional tanpa dibebani biaya pemindahan sedikitpun.

Bersedia mengawal mahasiswa dalam menuntut pihak Yayasan Universitas Indonesia Timur untuk segera mengganti segala bentuk kerugian mahasiswa UIT Makassar. Mengeluarkan surat legitimasi ijazah alumni UIT Makassar di instansi pemerintahan dan dapat melanjutkan studi di PTN dan PTS.

Advertisement

Kemenristek Dikti berjanji akan merealisasikan apa yang menjadi tuntutan mahasiswa UIT Makassar secepatnya, sebelum dilakukan pencabutan izin pendiriannya.

Humas UIT Makassar Zulkarnaen, tidak menampik adanya surat Direktur Pembinaan Kelembagaan Perguruan Tinggi Kemenristek Dikti tersebut. Karenanya, pihak yayasan akan datang dan menemui Menristek Dikti di Jakarta hari ini, Selasa (16/10).

Menurut Zulkarnaen, saat ini pihaknya tengah melakukan telaah lebih lanjut atas surat pernyataan tersebut. Sebab selama ini pihak UIT menunggu hasil verifikasi dari Kemenristek Dikti, namun tidak pernah dikeluarkan.

”Tim hukum kami sementara melakukan telaah, karena ada dugaan terjadi penyalahgunaan wewenang oleh direktur (Pembinaan Kelembagaan Perguruan Tinggi Kemenristek Dikti). Kami dari UIT Makassar masih menunggu verfikasi data sesuai janji dirjen. Bukan ancaman penutupan seperti ini,” ujar Zulkarnaen, Senin (15/10).

Zulkarnaen menilai, selama ini UIT Makassar mendapatkan bentuk kesewenang-wenangan berupa ancaman untuk ditutup. Sementara segala administrasi telah dilengkapi pihak kampus. Bahkan dijanji dua bulan hasil verifikasi kampus akan dikeluarkan.

Advertisement

“15 elemen UIT menolak segala bentuk kesewenang-wenangan. Kami akan Jakarta besok (hari ini). Sudah 2 bulan kami dijanji tak pernah direalisasikan, malah diancam ditutup. Yang jelas, jika tidak segera diverifikasi, kami akan antar langsung surat ini ke Presiden Jokowi,” cetusnya.

Zulkarnaen menduga, ada tindakan pihak direktur Pembinaan Kelembagaan Perguruan Tinggi menunda-nunda proses verifikasi akreditasi kampus dan mahasiswa UIT Makassar. “Saya bisa katakan 100 persen benar ada penundaan. Untuk itu kami akan ke Jakarta menindaklanjuti ini,” tandasnya.

Wakil Rektor II Universitas Karya Dharma Makassar Yusuf Ismail, menyatakan jika Kemenristek Dikti mencabut izin pendirian UIT, pihaknya siap menampung mahasiswanya. Meski begitu, pihaknya masih menunggu kepastiannya.

”Kalau memang betul izin operasionalnya nanti dicabut, kami siap menampung sebagian mahasiswa UIT. Tapi kami berharap sidak sampai dicabut,” kata Yusuf Ismail. (ita/bkm/fajar)

rn
source

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik5 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik5 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik5 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...