Nasional
Event REI – Fajar Bazaar Properti 2018 Gandeng PT KIMA, Ini Targetnya
Kabarpolitik.com, MAKASSAR — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Sulsel bekerjasama dengan PT Kawasan Industri Makassar (KIMA) menyelenggarakan REI – Fajar Bazaar Properti, yang akan berlangsung pada 8 hingga 10 November 2018.
Bazaar properti ini akan berlangsung di pelataran parkir PT Kawasan Industri Makassar (KIMA). Kegiatan ini dalam rangka melaksanakan program sejuta rumah (PSR) oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Corporate Sekretaris PT Kawasan Industri Makassar (KIMA), Imran Yamin sangat mendukung kegiatan tersebut. Dimana karyawan yang bekerja di KIMA ini bisa mendapatkan rumah dengan persyaratan yang mudah. Apalagi ditambah dengan kebijakan pemerintah perumahan subsidi.
“Olehnya itu kami sebagai pengelolah kawasan ini menjembatani para karyawan ini untuk memperoleh rumah, tentunya bekerjasama dengan REI,”kata Imran disela Acara Launching REI – Fajar Bazaar Properti 2018 di Kantor DPD REI, Jalan Timah Raya Makassar, Rabu (17/10/18).
Ia mengatakan, kegiatan ini akan sangat berpengaruh terhadap karyawan. Dikarenakan sebagian besar karyawan belum memiliki hunian yang layak dengan jangka kerja yang begitu panjang.
“Banyak karyawan yang belum memiliki hunian, inilah fungsi kami sebagai pengelolah karena kami juga badan usaha milik negara yang bisa memberikan mereka informasi. Minimal mereka tahu bahwa ada fasilitas seperti ini,”lanjutnya.
Untuk para karyawan, kata Imran, pihaknya tidak meminta banyak dari sisi bisnis. Cukup dengan memberikan fasilitas kepada para karyawan untuk kehidupan mereka.”Intinya kami bukan hanya mencari keuntungan, tetapi bagaimana para karyawan bisa diperhatikan hidupnya terutama mendapatkan hunian yang layak,”terangnya.
Sementara Wakil Ketua DPD REI Bidang Promosi dan Pameran, Mustajab Mudji mengatakan bahwa pameran ini berbeda dari pameran sebelumnya. Kali ini diadakan di ruangan terbuka. Pihaknya sendiri mempersiapkan 30 booth untuk perusahaan pengembang dan perbankan.
“Kita targetkan 5 persen saja dari jumlah karyawan sebanyak 26.000 dengan penjualan 1000 unit. Jadi kita target Rp100 miliar untuk rumah subsidi,”bebernya.
Sejauh ini sudah ada 14 pengembangan yang ikut mendaftarkan diri dalam pameran tersebut. Sementara untuk memperoleh KPR bersubsidi, konsumen harus memiliki KTP, tidak memiliki rumah, belum pernah menerima subsidi dari pemerintah, punya NPWP dan SPT, serta berpenghasilan maksimal Rp4 juta rupiah.(sul)
rn
source


