Connect with us

Nasional

Kongres AS Tekan Penyelidikan Hilangnya Khashoggi

Published

on

Kabarpolitik.com – Beberapa anggota Kongres Amerika Serikat telah menyatakan kemarahan atas apa yang terjadi pada kasus hilangnya jurnalis Saudi. Dilansir dari Middle East Eye pada Rabu, (17/10), selama ini, Amerika Serikat memang menutup mata terhadap pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh Arab Saudi. Namun, sejak hilangnya Jamal Khashoggi, yang terakhir terlihat memasuki Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober, media AS, pebisnis dan politisi telah mengecam Riyadh dan mempertanyakan aliansi AS dengan Washington dengan keluarga Kerajaan Saudi.

Berbagai anggota Kongres AS telah mengatakan kekecewaannya. “Kami membutuhkan jawaban, kami harus mendapatkan jawaban itu,” kata anggota Kongres Demokrat Debbie Dingell kepada Middle East Eye, Rabu.

Pekan lalu, Dingell termasuk di antara 27 anggota Kongres yang mengirim surat kepada Duta Besar Arab Saudi untuk Washington, Khalid bin Salman, meminta penyelidikan independen terhadap keberadaan Khashoggi.

Gedung Putih dinilai kurang waspada di tengah rentetan pertanyaan tentang hilangnya Khashoggi. Bahkan, Presiden AS Donald Trump telah menyerukan agar orang-orang Saudi memberi manfaat atas keraguan itu, menekankan bisnis Washington dan kepentingan geopolitik untuk tetap dekat dengan Riyadh. Namun Dingell mengatakan, hak asasi manusia tidak boleh diabaikan untuk mengejar kepentingan lain.

“Untuk duduk dan menonton wartawan dibunuh, itu bukan hal yang baik-baik saja,” katanya, sambil mencatat bahwa rincian kasus tidak sepenuhnya diketahui.

Advertisement

Para pejabat Turki mengatakan, Khashoggi tewas di dalam konsulat, dan menuduh 15 pria Saudi terlibat dalam kematiannya. Para pejabat Saudi membantah terlibat dalam penghilangan Khashoggi dan mengatakan bahwa Khashoggi meninggalkan konsulat segera setelah tiba.

Namun, mereka belum menunjukkan bukti untuk menguatkan klaim mereka dan mengatakan bahwa kamera video di konsulat tidak merekam pada saat itu.

Pada hari Selasa, anggota Kongres dari Partai Demokrat Jim McGovern memperkenalkan RUU yang disponsori oleh delapan anggota parlemen lainnya, termasuk Dingell dan dua Partai Republik yang menyerukan AS untuk melarang penjualan senjata ke Arab Saudi. Pada hari Rabu, Senator AS Dianne Feinstein menjelaskannya dengan lebih jelas, “Jika Gedung Putih terus menolak untuk bertindak, Kongres yang akan bertindak,” tegasnya.

Christopher Hill, mantan diplomat AS yang menjabat sebagai kepala delegasi AS untuk negosiasi multilateral dengan Korea Utara pada 2005 dan sebagai duta besar untuk Irak pada 2010, mengatakan, sementara para senator berbicara “sangat kuat” melawan Riyadh, administrasi Trump kemungkinan besar akan tetap menentang sanksi terhadap Arab Saudi.

Seorang dosen senior dalam studi Timur Dekat di Wayne State University di Detroit, Saeed Khan mengatakan garis keras Kongres terhadap Saudi, ditambah dengan ketidakpedulian Trump, memungkinkan timbulnya dinamika baru di Washington.

Advertisement

“Saudi sangat menyadari bahwa saluran pipa mereka ke Washington tidak melalui Capital Hill; tidak hanya melalui Gedung Putih, tetapi langsung ke Oval Office (kongres),” katanya.

Staff Arab Center Washington DC, Marcus Montgomery juga mengatakan, anggota parlemen tidak mungkin mengalahkan Trump atas sanksi pada Saudi. Gedung Putih dapat menjatuhkan sanksi langsung melalui Departemen Keuangan, tetapi itu adalah skenario yang tidak mungkin.

Sementara itu, anggota terkemuka di Komite Luar Negeri Senat telah membuat Undang-Undang Magnitsky, undang-undang hak asasi manusia AS yang memaksa presiden untuk memerintahkan penyelidikan atas kemungkinan pelanggaran. Undang-undang memberi Trump 120 hari untuk menerbitkan laporan tentang temuan dan menerapkan tindakan yang tepat. Tetapi tidak ada yang memaksa Trump untuk menjatuhkan sanksi, kata Montgomery.

(ina/JPC)

rn
source

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik5 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik5 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik5 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...