Nasional
‘Babe’, Jadi Kode Baru Suap Proyek Meikarta
Kabarpolitik.com, JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menemukan kode transaksi terbaru dalam kasus dugaan suap izin proyek pembangunan bisnis properti, Meikarta. Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyebut, kode terbaru yang ditemukan yakni ‘Babe’.
“Kami duga kode itu (Babe) mengarah pada salah satu tersangka yang kami sangkakan dengan pasal pemberian suap,” ucapnya pada awak media, Kamis (18/10).
Kendati demikian, mantan aktivis ICW ini belum bisa membeberkan lebih jauh siapa saja pihak yang menggunakan kode tersebut. “Belum kami ungkap karena prosesnya masih di penyelidikan,” tukasnya.
Namun, dia mengaku pihaknya tak berhenti disana saja. Karena akan terus menelusuri info lebih lanjut mengenai kode itu, ke siapa sesungguhnya kode itu mengarah, serta apa peran kode tersebut.
Sekadar informasi, saat penetapan beberapa tersangka beberapa waktu lalu, dalam kasus ini sempat terungkap beberapa kode atau sandi yang bertujuan menyamarkan nama-nama para pejabat di Pemkab bekasi, antara lain yaitu ‘melvin’, ‘tina toon’, ‘windu’, dan ‘penyanyi’.
Sebelumnya, KPK mengungkap adanya bagi-bagi jatah uang ke sejumlah orang dari Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin dengan sandi yang berbeda-beda. Uang yang ditemukan lembaga ini terungkap baru terealisasi sekitar Rp 7 miliar dari commitment fee Rp 13 miliar.
“Kami sudah identifikasi, kepala dinas A itu dapat berapa, kepala bidang dapat berapa, termasuk juga ada anggota, disebut sebagai anggota di sana itu dapat berapa, dan juga bupati dapat berapa. Tentu sudah diidentifikasi,” imbuh Febri.
Namun, Febri belum menyebutkan secara gamblang berapa besaran jatah suap untuk masing-masing orang itu. Yang pasti, menurutnya, masing-masing orang yang menerima suap itu memiliki kode sendiri.
“Kami pastikan beberapa aktor kunci, termasuk yang sudah jadi tersangka, itu memiliki kode masing-masing,” tambahnya.
Dalam kasus ini, KPK menetapkan sembilan orang sebagai tersangka selaku pemberi dan penerima suap, yakni Bupati Kabupaten Bekasi Neneng Hassanah Yasin dan Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro.
Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengungkap komitmen fee suap dari pihak Meikarta ini sejumlah Rp 13 miliar. Namun, realisasi pemberian suap yang sudah diberikan sekitar Rp 7 miliar.
(ipp/JPC)
rn
source


