Connect with us

Opini

Awan Kiasan untuk Pemburu Turis

Published

on

Oleh: Dahlan Iskan

Jack Ma memberi kado untuk ulang tahunnya sendiri. Dua hari lalu. Ulang tahun ke 54. Ia menyatakan pensiun. Agar bisa memberi waktu cukup untuk tubuhnya.

Pensiun itu akan terjadi tahun depan. Saat usianya 55 tahun. Begitu muda pensiun. Dari jabatan eksekutif chairman Alibaba. Perusahaan yang didirikannya. Di tahun 1999.

Jack Ma begitu mudah membuat dirinya pensiun. Ia sudah latihan untuk itu. Tiga tahun lalu. Pensiun dari jabatan CEO. Tinggal menjadi chairman. Tahun depan akan pensiun total. ”Saya pilih mati main golf di pantai dari pada mati di kantor,” ujar Jack Ma saat menyatakan akan pensiun itu.

Tergambar betapa sibuknya Jack Ma. Kalau diteruskan seperti itu bisa mati di kantornya.

Advertisement

Semula ia mengira sudah bisa lebih santai. Saat berhenti sebagai CEO. Nyatanya tidak. Hidupnya habis di pesawat terbang. Tahun lalu, katanya, terbang 780 jam. Tahun ini bahkan bisa 1000 jam.

Siapa mengira nama yang diberikan orang tua kemudian terkait dengan hidupnya. Nama asli Jack Ma adalah Ma Yun (马云). Huruf kedua itu artinya awan. Sedang huruf pertama adalah marga.

Tidak hanya awan dalam pengertian fisik. Jack Ma juga berbisnis dengan awan dunia lain: cloud. Istilah komputer untuk penyimpanan data tak terbatas.

Nama Jack sendiri ia dapat dari orang asing. Turis. Yang datang ke kota Hangzhou. Kota turis terkenal di Tiongkok. Yang di tengah kota ada danau indahnya: danau barat ( 西湖). Yang di sekitarnya ada dua pagoda tinggi. Lokasi untuk shooting film ‘’Legenda Ular Putih’’ itu.

Saya akan selalu terkenang dengan kotanya Jack Ma ini. Di villa sebelah danau inilah. Di sebelah villanya Mao Zedong itulah. Saya bertemu partner bisnis saya. Pertama kali. Ia tidak bisa bahasa Inggris. Saya pun belum bisa bahasa mandarin. Sama sekali.

Advertisement

Tapi hati kami cocok. Pandangan mata kami nyambung. Sampai sekarang. Ia mulai bisa bahasa Indonesia. Saya mulai bisa bahasa mandarin. Persahabatan 25 tahun. Kota Jack Ma ini pula yang akan menjadi tuan rumah Asian Games mendatang.

Saya juga sering mondar-mandir Shanghai-Hangzhou. Yang tiga jam dengan mobil. Atau satu jam dengan kereta cepat.

Di Hangzhoulah Ma Yun uji nyali. Saat baru tamat SMA. Hanya punya sepeda jelek. Tiap hari ia mengayuhnya keliling kota. Cari kesempatan bertemu turis asing.

Badannya yang kecil, wajahnya yang lucu dan tekadnya yang kuat adalah daya tariknya. Bagi turis. Akhirnya Ma Yun bisa menemukannya. Turis yang jadi tempatnya belajar bahasa Inggris.

Pikiran Ma Yun begitu positif. Pun saat dinyatakan tidak lulus. Di ujian masuk universitas. Ia tetap belajar. Dengan caranya sendiri: mencari turis itu.

Advertisement

Sampai tiga kali Ma Yun tidak lulus ujian masuk. Berarti kian lama ia bisa belajar bahasa Inggris. Langsung dari orang asing pula. Turis itulah yang memberinya nama Jack. Gara-gara orang barat sulit mengeja nama Tionghoa.
Kata Yun memang sulit diucapkan. Tidak bisa dibaca yun. Juga tidak bisa dibaca yin. Huruf u itu harus dibaca bukan u. Harus dibunyikan antara u dan i. Bunyi u-nya 40 persen. Bunyi i-nya 60 persen. Kira-kira.

Sembilan tahun Jack bersahabat dengan turis itu.

Tahun keempat Jack lulus. Diterima di universitas yang ia impikan: 杭州师范大学。IKIP-nya Tiongkok. Ambil jurusan bahasa Inggris. Lulus dari situ Jack Ma menjadi guru. Impiannya guru. Hatinya guru. Otaknya guru.

Pun ketika akhirnya terjun ke bisnis. Jack Ma tetap merasa sebagai guru. CEO yang baik adalah guru yang berhasil. Yang bisa mengajak karyawannya tahu program. Tahu kerja. Tahu tujuan.

Lihatlah kalau Jack Ma bicara. Di kuliah-kuliah umum. Di berbagai belahan dunia. Begitu menariknya. Begitu banyak video kuliah umumnya di youtube.

Advertisement

Saya tidak yakin Jack Ma bisa pensiun. Lingkungannya akan membuatnya tidak bisa mati di pantai. Terlalu berharga pandangannya. Terobosannya. Dan kekayaannya.

Alibaba kini menjadi perusahaan raksasa. Salah satu yang terbesar di dunia. Dengan kekayaan USD 480 miliar dolar. Entah seberapa itu banyaknya.

Alibaba seperti sulapan. Semua itu hanya dalam 20 tahun. Begitu cerdiknya. Seperti dalam cerita Alibaba saja.

Tentu memang ada maksud seperti itu. Ketika Jack Ma menamakan perusahaanya Alibaba.

Sungguh aneh perusahaan Tiongkok diberi nama arab. Sangat tidak lazim.

Advertisement

Tapi tiap anak kecil di Tiongkok memang tahu cerita Alibaba. Dan menyukai cerita itu. Membaca komik-komiknya. Menjadi mimpi mereka. Anak-anak di Tiongkok mengagumi kecerdikan Alibaba. Bersama tokoh khayal Afanti (阿凡提). Yang kalau di kita dipanggil Abunawas.

Tahun depan Jack Ma sudah tidak mengendalikan Alibaba. Tapi ia pemiliknya. Dan Jack Ma masih akan bersama para eksekutifnya. Di perusahaan lain.

Jack Ma memang mengajak anggota direksi dan manajer seniornya. Untuk mendirikan perusahaan milik bersama. Di luar Alibaba. Namanya: Alibaba Partnership.

Pengganti Jack Ma pun sudah ditunjuk: Daniel Zhang. Orang Shanghai. Umur 46 tahun. Yang masuk Alibaba tahun 2007. Setelah berkarir di dua perusahaan lainnya. Perusahaan game dan perusahaan audit.

Alibaba tidak akan terganggu. Zhang sudah teruji. Tiga tahun terakhir. Selama Zhang jadi CEO. Alibaba tetap melejit.

Advertisement

Banyak sekali ide Zhang. Salah satunya adalah: hari belanja. Bukan hari pahlawan atau hari santri atau hari guru.

Ide itu muncul saat Zhang baru dua tahun di Alibaba. Di hari yang sudah ditetapkan itu siapa pun yang belanja dapat diskon khusus. Tentu harus lewat Alibaba.

Tahun pertama hari belanja itu mengejutkan. Omsetnya 50 juta dolar. Itu 9 tahun lalu.

Tahun kemarin omset satu hari itu sudah mencapai 25 miliar dolar. Zhang sendiri menamakan hari belanja itu Double Eleven. Artinya: tiap tanggal 11 bulan 11. Hari itu adalah hari belanja.

Mungkin saja, kelak, tanggal 11 Nopember akan lebih dikenal sebagai hari apa. Dibanding 10 Nopember atau 25 Desember.

Advertisement

Zhang tentu tidak akan bisa menjadi Jack Ma. Tapi bisa mengalahkannya. Di awal karirnya dulu nama Daniel Zhang tidak dikenal. Nama aslinya pun tidak disebut: Zhang Yong.

Orang sekitarnya memanggilnya Xiao Yao Zi. Adik kecil yang maunya sendiri dan tidak bisa dikekang sama sekali. Anak liar.

Dan berbahagialah yang punya anak liar. Siapa tahu bisa seperti Daniel Zhang.(dahlan iskan)

(image source:alibaba)

https://www.disway.id/awan-kiasan-untuk-pemburu-turis/

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik5 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik5 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik5 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik5 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik5 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik5 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik5 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik5 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik5 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik5 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...