Connect with us

Cek Fakta

Cek Fakta atau Hoaks: [SALAH] “awalnya cheetah mengincar kedua anaknya”

Published

on

Klarifikasi oleh fotografer: tidak ada anak Impala yang diincar, yang sesungguhnya terjadi adalah induk Cheetah sedang mengajari anaknya cara membunuh hasil buruan. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

======

KATEGORI

Konten yang Salah.

======

Advertisement

SUMBER

http://bit.ly/2LCsNKm, Page “Inspirasi harian” (facebook.com/inspirasiharianmu), sudah dibagikan 798 kali per tangkapan layar dibuat.

======

NARASI

“Tahukah Anda kenapa Rusa yang di makan Segerombolan Cheetah nampak Tenang dengan menatap Tajam ?
.
Foto tersebut adalah hasil jepretan dari seorang fotografer asal Kanada.
.
Foto ini memenangkan award untuk kategori best foto dekade tahunan di Jepang.
.
Cerita di balik foto ini, yaitu: Rusa yang Anda lihat adalah seekor Rusa betina yang membiarkan dirinya mati dimakan cheetah.
.
Alasannya, karena awalnya cheetah mengincar kedua anaknya, si Induk yang tahu akan bahaya pada kedua anaknya berusaha menarik perhatian cheetah-cheetah itu sampai dia harus merelakan dirinya dimangsa, agar fokus cheetah tertuju padanya sehingga kedua anaknya bisa lolos.
.
Induk Rusa ini tak terlihat sedikit pun melawan, memberikan dirinya dimangsa sampai kedua anaknya luput dari bahaya. Induk Rusa hanya terlihat tenang sambil matanya terus mengawasi kedua anaknya yang terus berlari meninggalkannya.
.
Kasih Ibu sepanjang jalan, kasih anak sebatas galah, di dunia ini hanya Kasih Ibu yang Terbaik.
.
Bagaimana dengan manusia ? .”

======

Advertisement

PENJELASAN

(1) http://bit.ly/2rhTadC / http://bit.ly/2MxVN7S, First Draft News: “Konten yang Salah

Ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah”.

  • SUMBER membagikan foto hasil bidikan Alison Buttigieg ketika induk Cheetah sedang mengajari anaknya cara membunuh hasil buruan.
  • SUMBER menambahkan narasi yang tidak sesuai dengan konteks foto yang sesungguhnya, sehingga menimbulkan premis yang salah.

(2) Klarifikasi dari Alison Buttigieg, http://bit.ly/32cVtj7 Google Translate: “Meluruskan: foto ini menjadi viral selama beberapa hari terakhir dengan kisah isak palsu. Seolah-olah mencuri gambar saya tidak cukup, bahkan tersirat saya memiliki penyakit mental setelah saya mengambilnya (serius siapa yang muncul dengan fiksi ini?). Kisah sebenarnya sederhana: cheetah menangkap impala yang sakit-sakitan dan ibu cheetah sedang mengajar anak-anaknya yang masih kecil cara membunuhnya. Tidak ada ibu atau bayi yang dikorbankan yang terlibat. Kisah sebenarnya adalah bahwa media berita sekarang juga mencuri cerita saya dan menghasilkan uang darinya, dan ya, ada juga ratusan pesan yang saya terus dapatkan dengan melecehkan pelecehan, menanyakan tentang depresi saya (juga palsu!) Dan meminta saya untuk hadiah! (Lensa dan kamera tidak kurang!). Orang-orang mengambil waktu sejenak untuk mempelajari #fakenews dan berhenti memercayai semua yang Anda baca di Internet, bahkan jika aktor bollywood membagikannya. #rantover”

======

REFERENSI

(1) Fstoppers: “Sorotan karier fotografi saya telah berubah menjadi mimpi buruk. Foto dengan kisah palsu itu telah dibagikan ratusan ribu kali di berbagai media sosial. Sungguh dunia yang menjijikkan yang kita tinggali, penuh dengan orang-orang tolol yang bodoh yang menyebarkan #fakenews seperti orang gila.”

Google Translate, selengkapnya di http://bit.ly/2YGDz6i. Tautan ke artikel dengan bahasa asli (English) di http://bit.ly/2Xv4Mrc.

Advertisement

(2) Alison Buttigieg: “Harap dicatat: semua foto dilindungi hak cipta oleh Alison Buttigieg dan hanya dapat digunakan dengan lisensi. Tidak diperbolehkan mengunduh dan membagikannya. Tidak diperbolehkan mengubah gambar dengan cara apa pun termasuk memotong atau menghilangkan tanda air.

Saya menyaksikan pembunuhan Cheetah ini pada bulan September 2013 di Maasai Mara, Kenya. Narasha, ibu cheetah, sedang mengajar anak-anaknya cara membunuh mangsa. Namun mereka agak lambat dalam pengambilannya dan mereka bermain dengan mangsa Impala yang malang alih-alih membunuhnya. Narasha, ibu cheetah adalah orang yang meraih leher impala di semua foto. Anak-anak muda melatih beberapa keterampilan seperti menerkam dan tersandung yang mereka lakukan dengan benar, tetapi mereka tampaknya tidak bisa mendapatkan cara untuk mencekik impala secara efektif.

Apa yang tidak biasa dalam urutan foto ini adalah seberapa tenang impala itu sepanjang cobaannya. Mungkin syok dan lumpuh karena ketakutan. Sangat mengganggu bagaimana tampaknya berpose di beberapa foto, terutama di foto ke-6 seolah bertekad untuk tetap cantik dan bangga sampai akhir. Perlawanan di matanya sangat kontras dengan kurangnya minat untuk mempertahankan diri. Ini memungkinkan saya untuk mendapatkan foto-foto unik tentang pembunuhan yang tampaknya koreografi dalam anugerah mereka. Saya ingin penonton bersimpati dengan impala, dan pada saat yang sama menyaksikan dengan saya sifat mengganggu dari pembunuhan yang tidak biasa ini.

Pada akhirnya, setelah apa yang tampak seperti keabadian yang tak berkesudahan (tapi itu hanya beberapa menit), ibu cheetah mengeluarkan impala dari kesengsaraannya, dan kucing-kucing itu bisa menikmati makanan yang enak.”

Google Translate Chrome Ekstension, tautan ke artikel dengan bahasa asli (English) di http://bit.ly/2S0d60U.


(3) http://bit.ly/32d9iOr, arsip cadangan SUMBER.

Advertisement

Sumber: turnbackhoax.id

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik5 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik5 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik5 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik5 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik5 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik5 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik5 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik5 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik5 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik5 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...