Connect with us

Opini

“Kegilaan” PKB dan Tantangannya

Published

on

Posisi ke-empat survei Poltracking tersebut harus dilihat sebagai capaian prestasi sekaligus potensi “diganggu.”

Oleh: Sonny Majid

“Agama akan selalu digunakan dimanapun, ia (agama) bisa untuk menggembleng masyarakat dan membenarkan kampanye, pertempuran dan perang besar. Tetapi sebenarnya penyebabnya bukanlah tentang agama,” demikian Graham Fuller, seorang analis politik menuturkan.

Pernyataan yang dikemukakan Fuller itu justru menjadi terbalik, jika nilai-nilai spiritualitas agamalah yang dijadikan pondasi dalam praktik-praktik politik. Penilaian Fuller bisa saja benar jika ditujukan kepada mereka, kelompok-kelompok ultra-fundamentalis maupun ultra-konservatif apapun itu yang banyak orang katakan sebagai kanalisasi “politik aliran.”

Ketika partai-partai sibuk “mengakuisisi,” PKB sebagai partai besutan para kyai-kyai sepuh di Nahdlatul Ulama (NU) ini, malah melakukan “kegilaan” dengan memilih “jalan sunyi” kaderisasi, mengutip pernyataan Hanif Dakhiri, Wakil Ketua Umum PKB dalam sebuah kesempatan.

Di dalam proses kaderisasi itu, PKB selalu meyakinkan kepada banyak orang, bahwa jalan-jalan politik itu tidak melulu tentang pragmatisme, tetapi juga bagaimana mempertahankan nilai-nilai amaliyah dan tradisi spiritualitas agama kenusantaraan. Langkah tersebut lagi-lagi diyakini sebagai ikhtiar menjaga Indonesia yang menjadi amanah para kyai.

Advertisement

Ya, politik kyai, bukan kyai politik. Apa visi besar politik kyai? Adalah gerakan politik untuk perbaikan, yang secara terminologi kyai adalah membangun kemaslahatan dan kemanfaatan, serta menghilangkan kerusakan-kerusakan dan kemudharatan.

Ini artinya, gerakan politik PKB harus membangun sekaligus menjebol, membangun yang maslahah, yang manfaat dan menjebol yang merusak dan memicu kemudharatan. Amanah PKB menjalankan politik kyai ini sekaligus menjadi penegasan, bahwa PKB disisi lain adalah sebagai sarana kaderisasi politik kader-kader NU mewujudkan “rahmatan lil alamiin, rahmatan lil Indonesia.”

Keberadaan PKB di posisi empat hasil survei Poltracking dengan perolehan 8,1% di bawah Partai Golkar dengan 9% , PDIP 15,4% dan Partai Gerindra 26,1% adalah bukti kerja-kerja semua pihak tak terkecuali akar rumput PKB, perolehan itu hendaknya tidak serta-merta membuat puas dalam kacamata statistik, karena secara kontekstualnya, tantangan di depan masih menunggu. Posisi ke-empat survei Poltracking tersebut harus dilihat sebagai capaian prestasi sekaligus potensi “diganggu.”

Kader-kader NU banyak mengalami bagaimana NU selalu dijadikan bamper atau sekadar kapitalisasi suara lantaran potensi yang cukup besar. Kita semua tahu, bagaimana kelompok-kelompok berkepentingan atas kehancuran Indonesia selalu ingin mendegradasi Islam moderat, dilemahkan secara alamiah dengan menghancurkan nilai-nilai spiritualitas Islam dan perang politik para ulama, dilanjutkan menghancurkan lembaga-lembaga Islam tradisional-kultural berikut relasi-relasinya. Dengan harapan ajaran-ajaran kelompok itu menjadi referensi dan gaya hidup.

Belum lagi demokrasi liberal yang menuntut pemilu yang bebas, supremasi hukum dan perlindungan hak sipil yang acapkali dalam demokrasi liberal direduksi menjadi sekadar mekanisme suara terbanyak.

Advertisement

Situasi itu tentunya memicu paradoks, ketika aktor yang terpilih, justru mengabaikan nilai kebebasan dan pluralisme itu sendiri. Padahal membicarakan demokrasi, sangatlah bergantung pada komitmen menjaga prinsip-prinsip dasarnya, mengutip Kacung Marijan.

Itulah beberapa tantangan PKB ke depan, sebagai partai yang menjalankan politik kyai, partai terbuka yang nasionalis religius, dan sebagai partai yang masih meyakini pentingnya gerakan politik spiritual-tradisi layaknya multiverse.

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik5 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik5 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik5 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik5 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik5 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik5 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik5 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik5 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik5 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik5 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...