Connect with us

Internasional

Menlu AS Minta Dunia Tak Tertipu Rusia yang Didukung Tiongkok

Published

on

Kabarpolitik.com – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken memperingatkan masyarakat internasional agar tidak disesatkan oleh Rusia dan Tiongkok dalam menyikapi perang di Ukraina. Pernyataan tersebut disampaikan Menlu AS saat Presiden Tiongkok Xi Jinping memulai kunjungan kenegaraan penting di Moskow.

Blinken mengatakan bahwa setiap rencana untuk mengakhiri perang harus menjunjung tinggi kedaulatan dan integritas wilayah Ukraina sesuai dengan Piagam PBB. Upaya yang tidak memiliki ketentuan seperti itu, kata diplomat tertinggi AS itu, hanya berusaha mempromosikan hasil yang tidak adil.

“Dunia tidak boleh dibodohi oleh langkah taktis apa pun yang dilakukan oleh Rusia, dan didukung oleh China atau negara lain mana pun, untuk membekukan perang dengan caranya sendiri,” kata Blinken kepada wartawan.

Blinken menyampaikan pernyataan itu tak lama setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menyambut Xi Jinping dengan hangat dan keduanya berbagi pernyataan dan saling menyapa sebagai sahabat.

Blinken juga menyoroti bahwa kunjungan tiga hari Xi Jinping ke Moskow, yang terjadi hanya beberapa hari setelah dikeluarkannya surat perintah penangkapan untuk Putin oleh Pengadilan Kejahatan Internasional (ICC), menandakan bahwa Beijing merasa tidak bertanggung jawab untuk meminta pertanggungjawaban Kremlin atas kekejaman yang dilakukan di Ukraina.

Advertisement

Komentar itu disampaikan Blinken saat pemerintahan Presiden AS Joe Biden telah meningkatkan kewaspadaan atas kemungkinan Xi menampilkan diri sebagai perantara perdamaian dan menyerukan gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina.

Blinken mengatakan proposal seperti itu yang dibuat oleh Tiongkok bulan lalu tidak akan menjadi solusi yang bertahan lama. Dia pun mengatakan proposal itu hanya akan memungkinkan Putin untuk memperkuat militer Rusia dan kemudian memulai kembali perang pada waktu yang lebih menguntungkan bagi negaranya.

Pada Senin (20/3), Pemerintah AS mengumumkan otorisasi bantuan militer lebih lanjut ke Ukraina untuk membantu negara itu menghindari kehabisan amunisi dan mempertahankan diri dengan lebih baik melawan Rusia. Paket bantuan senilai hingga USD 350 juta itu akan menjadi pemberian senjata dan peralatan AS ke-34 untuk Ukraina sejak Agustus 2021.

Paket itu mencakup lebih banyak amunisi untuk peluncuran ganda Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi, atau HIMARS, serta sejumlah rudal anti-radiasi dan kapal tanker berat bahan bakar.

Pada Senin (20/3) malam, juru bicara keamanan nasional Gedung Putih John Kirby menyampaikan hal yang sama, yakni mendesak Xi untuk menekan Putin agar segera mengakhiri pemboman kota-kota Ukraina dan kekejaman oleh pasukan Rusia di Ukraina.

Advertisement

Kirby mengatakan dia meyakini bahwa Putin memandang Xi sebagai semacam dukungan hidup untuk perang yang dia lakukan dan jelas tidak menuju ke arah yang dia inginkan. “Jadi ini semacam perkawinan kenyamanan. Kita akan lihat ke mana arahnya setelah pertemuan (Xi dan Putin) ini,” kata Kirby.

Juru bicara Gedung Putih itu menegaskan kembali bahwa menjaga jalur komunikasi tetap terbuka antara Washington dan Beijing sangat penting pada saat ketegangan sedang tinggi.

Sambil menyesalkan bahwa saluran komunikasi antarmiliter tetap ditutup, Kirby mengungkapkan bahwa kedua negara sedang berdiskusi tentang potensi kunjungan Menteri Keuangan Janet Yellen dan Menteri Perdagangan Gina Raimondo ke Tiongkok untuk membicarakan masalah ekonomi.

Pada awal Februari, Blinken tiba-tiba menunda rencana kunjungannya ke Beijing setelah Washington mendeteksi apa yang disebutnya balon mata-mata Tiongkok yang terbang di atas wilayah sensitif di wilayah udara Amerika Serikat.

Kunjungan Blinken itu, yang dimaksudkan sebagai tindak lanjut dari pembicaraan tatap muka antara Biden dan Xi pada November 2022, akan menjadi kunjungan pertama ke Tiongkok oleh pejabat setingkat menteri dari Washington sejak dimulainya pemerintahan AS sekarang ini pada 2021.

Advertisement

Kirby mengatakan pemerintah AS masih tertarik untuk mengupayakan kunjungan Blinken ke Beijing. Sementara Biden juga siap untuk melakukan percakapan dengan Xi pada waktu yang paling tepat.

rn
(jp)rn

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik5 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik5 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik5 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik5 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik5 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik5 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik5 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik5 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik5 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik5 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...