Politik
Partai Demokrat Tegaskan Dukung Solusi Damai, Tolak Tunjangan DPR
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan sikap politik partainya usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Senin (1/9/2025) malam. AHY mengaku berdialog selama kurang lebih dua jam bersama Presiden membahas situasi nasional yang memanas dalam beberapa hari terakhir.
AHY menegaskan, Partai Demokrat mendukung penuh langkah Presiden dalam mencari solusi terbaik atas dinamika politik dan keamanan di Tanah Air. Ia menekankan agar semua pihak menjaga kondusifitas, menghindari kerusuhan, serta mencegah jatuhnya korban jiwa.
“Tujuannya adalah mencari solusi yang terbaik, meredakan situasi, dan pada akhirnya kita bisa kembali beraktivitas seperti sediakala. Yang paling penting juga mencegah terjadinya korban jiwa dan kerusakan di berbagai daerah,” kata AHY.
rn
Bela Demokrasi dan Hukum
AHY menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Afan Kurniawan dan sejumlah korban di beberapa kota akibat kerusuhan. Demokrat, katanya, konsisten mendorong tegaknya demokrasi dan kebebasan dengan tetap berada pada koridor hukum dan konstitusi.
“Kami mendorong investigasi yang transparan dan akuntabel. Keadilan harus tegak di negeri ini dan berlaku untuk semua,” ujarnya.
AHY juga meminta masyarakat menahan diri dari tindakan anarkis seperti penjarahan dan pembakaran fasilitas umum maupun pribadi. Ia menekankan pentingnya memberi ruang kepada aparat penegak hukum untuk bekerja secara profesional.
rn
Instruksi ke Kader Demokrat
Sekembalinya dari Tiongkok, AHY langsung menggelar rapat darurat dengan jajaran pengurus pusat dan ketua DPD Demokrat se-Indonesia. Ia mengingatkan kader agar menjaga lisan, tidak melukai perasaan rakyat, serta menjadi bagian dari solusi, bukan masalah.
“Janganlah kita ringan melukai perasaan masyarakat. Itu pesan saya kepada seluruh kader Demokrat. Kita harus terus menjadi rumah aspirasi yang membuka ruang dialog,” tegas AHY.
Ia juga menyebut telah berkonsultasi dengan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang tetap memberi perhatian khusus pada situasi nasional meski sudah tidak aktif di politik praktis sehari-hari.
rn
Tolak Tunjangan DPR di Tengah Krisis
AHY menegaskan sikap fraksi Demokrat di DPR RI yang menolak rencana penambahan tunjangan bagi anggota dewan di tengah kondisi bangsa yang memanas.
“Kami dengan tegas mengatakan menolak. Kita tidak ingin itu menjadi isu yang berlarut-larut. Suasana dan situasinya belum tepat,” ujarnya.
Menurutnya, yang lebih mendesak saat ini adalah mencari solusi atas kombinasi persoalan politik, hukum, keamanan, ekonomi, dan sosial yang tengah terjadi.
rn
Jawaban atas Pertanyaan Wartawan
Menjawab pertanyaan media, AHY membenarkan adanya kerusakan Gedung Negara Grahadi di Surabaya akibat aksi massa. Ia sudah menghubungi Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua DPD Demokrat Jatim, Emil Dardak, yang memastikan tidak ada korban jiwa.
Namun AHY menyesalkan adanya pembakaran kantor gubernur yang disebut sebagai “rumah rakyat”. Ia meminta aparat menegakkan hukum tegas kepada siapapun pelakunya.
Terkait demonstrasi yang diprediksi berlanjut, Demokrat menghimbau agar aksi dilakukan damai, konstitusional, dan menghormati aturan. “Mari saling menghormati, termasuk petugas TNI dan Polri yang menjaga keamanan di lapangan,” kata AHY.
Selain itu, ia mengungkapkan keprihatinan atas kerusakan sejumlah infrastruktur vital, termasuk stasiun MRT, bandara, dan jaringan transportasi. AHY memastikan akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perhubungan untuk percepatan perbaikan.
rn
Sikap Demokrat soal RUU Perampasan Aset
Menjawab pertanyaan seputar Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset, AHY menyerahkan penjelasan kepada Wakil Ketua Umum Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) yang juga Ketua Fraksi Demokrat DPR RI.
Ibas menegaskan, RUU Perampasan Aset sudah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) dan Demokrat siap membahasnya bersama fraksi-fraksi lain.
“Jika RUU Perampasan Aset hari ini dinilai sangat diperlukan dalam waktu cepat, kami di parlemen siap membahasnya. Kami percaya hukum harus ditegakkan seadil-adilnya,” kata Ibas.
rn
Tutup dengan Ajakan Persatuan
Di akhir pernyataannya, AHY kembali menegaskan dukungan penuh Partai Demokrat terhadap Presiden Prabowo Subianto. Ia mengajak seluruh elemen bangsa membuka ruang dialog demi mencari solusi damai.
“Pada akhirnya kita menempatkan kepentingan rakyat di atas segala-galanya. Itu adalah tujuan kita berbangsa dan bernegara,” tutup AHY.


