Politik
Presiden Prabowo: Keamanan Harus Membuat Rakyat Tenang Bekerja, Belajar, dan Beribadah
Published
3 minggu agoon
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa makna keamanan tidak hanya diukur dari rendahnya angka kejahatan, tetapi juga dari terciptanya rasa aman yang memungkinkan masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan tenang dan produktif. Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin Upacara Peringatan Ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026 di Lapangan Satuan Latihan Korps Brimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026).
Dalam amanatnya, Presiden mengatakan keamanan merupakan fondasi utama bagi pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, keamanan harus memberikan ruang bagi seluruh rakyat untuk bekerja, belajar, berusaha, dan beribadah tanpa rasa takut.
“Keamanan tidak hanya berarti tidak adanya kejahatan. Keamanan berarti rakyat leluasa bekerja, petani berani menanam, nelayan berani melaut, pengusaha berani investasi, guru tenang mengajar, anak-anak tenang belajar, dan masyarakat dapat beribadah dengan damai sesuai agama dan kepercayaan masing-masing dalam suasana yang rukun, dalam suasana penuh toleransi,” ujar Presiden.
Presiden Prabowo menyampaikan rasa syukur karena stabilitas keamanan nasional hingga saat ini tetap terjaga. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk terus melanjutkan pembangunan menuju negara yang maju dan sejahtera.
“Saya bersyukur bahwa stabilitas keamanan nasional terus terjaga. Memang setiap bangsa yang akan bangkit selalu ada usaha-usaha untuk menghambat, bahkan mengganjal kebangkitan bangsa tersebut. Tetapi bangsa Indonesia sangat besar, sangat kuat, dan memiliki modal yang sangat besar. Karena itu percayalah, bangsa kita akan bangkit,” tegas Presiden.
Kepala Negara juga mengapresiasi sinergi Polri bersama TNI, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, BUMN, serta berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga keamanan pada berbagai momentum nasional. Menurut Presiden, kolaborasi tersebut memungkinkan jutaan masyarakat melakukan perjalanan dengan aman, menikmati pelayanan publik yang lebih baik, serta berkontribusi terhadap menurunnya angka kecelakaan lalu lintas.
“Keberhasilan seperti ini menunjukkan bahwa negara hadir setiap saat rakyat memerlukan,” katanya.
Meski demikian, Presiden mengingatkan bahwa tantangan keamanan ke depan akan semakin kompleks. Perkembangan geopolitik global, kemajuan teknologi, dan munculnya berbagai bentuk kejahatan baru menuntut aparat keamanan untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kapasitas.
“Tantangan kita tidak makin ringan. Dunia penuh konflik dan ketegangan. Perang di satu belahan bumi berpengaruh kepada kita. Kejahatan pun makin canggih dan terus berubah. Ancaman berubah, teknologi dapat juga dipakai dengan maksud-maksud yang jahat. Dengan demikian, cara kerja kita juga harus menyesuaikan,” kata Presiden.
Dalam amanatnya, Presiden turut menyoroti berbagai ancaman yang harus terus menjadi perhatian bersama, antara lain peredaran narkotika, judi daring, perdagangan orang, kejahatan siber, terorisme, korupsi, penyelundupan, pertambangan ilegal, perkebunan ilegal, hingga kejahatan kerah putih (white collar crime) yang dinilai merugikan negara dan masyarakat.
Di sisi lain, Presiden memberikan apresiasi atas keberhasilan Polri bersama berbagai instansi terkait dalam mengungkap ribuan kasus narkotika, memberantas judi daring bersama Kementerian Komunikasi dan Digital, serta menjaga Indonesia tetap nihil dari insiden terorisme dalam beberapa tahun terakhir.
“Ini prestasi yang perlu kita hargai. Tetapi saya juga mengatakan dan mengingatkan, jangan kita lengah. Jangan pernah cepat puas,” tegas Presiden.
Menutup amanatnya, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa perjuangan aparat negara masih panjang. Menurutnya, kemiskinan yang masih dialami sebagian masyarakat berkaitan erat dengan praktik korupsi, penyelundupan, dan berbagai aktivitas ekonomi ilegal yang harus terus diberantas secara konsisten.
“Rakyat kita masih menderita kemiskinan. Dan kemiskinan ini adalah akibat langsung dari korupsi, dari penyelundupan, dan dari kegiatan-kegiatan ekonomi ilegal. Karena itu tantangan saudara, tantangan kita semua masih besar dan masih banyak,” pungkas Presiden.
Presiden menegaskan bahwa menjaga keamanan nasional bukan sekadar mempertahankan ketertiban, tetapi juga menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap negara. Untuk itu, Polri diharapkan terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, dan senantiasa hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Menhan RI Raih Anugerah Pemred Award 2026 Kategori Menteri Terbaik Bidang Komunikasi dan Informasi
Menhan Dampingi Presiden Pimpin Panen Raya TNI Terintegrasi
Respons Aduan Masyarakat, Wapres Dorong Rehabilitasi SDN 016 Serusa Rokan Hilir
Tinjau Rehabilitasi MIN 1 Rokan Hilir, Wapres Dorong Pemenuhan Sarana Prasarana Pendidikan
Tinjau Tol Bayung Lencir, Wapres Pastikan Konektivitas Sumatra Berjalan Optimal
Wujudkan Kota Bersih Berenergi Hijau, Wapres Tinjau Progres Pembangunan PSEL di Palembang
Kemhan Peringati Tahun Baru Hijriah 1 Muharam 1448 H, Teguhkan Semangat Disiplin dan Profesional
Kemenimipas Tambah Enam Negara Penerima Bebas Visa Kunjungan ke Indonesia
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?
Prabowo Subianto Disebut Pernah Tolak Dua Kapal Perang Iran di The Multilateral Naval Exercise Komodo 2025
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Perolehan Medali Sea Games 2025, Indonesia Sementara Kumpulkan 62 Emas
Salat Jumat di Masjid Abdullah Noor Pecenongan, Wapres Sapa Warga dan Salurkan Bantuan Sembako
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Ketua ICMI Orda Kota Bekasi Inayatullah Hadiri Kajian Tafsir Tematik
Turn Back Hoax: [SALAH] Ditemukan Gunung Emas Baru di Papua

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

