Connect with us

Nasional

Sayap RSS

Published

on

Oleh Dahlan Iskan

Kabarpolitik.com–Mereka menyebutnya bukan ‘menunggangi agama’. Justru dengan sengaja membawa bendera agama. Untuk memenangi pemilu di India. Yang sedang berlangsung sekarang ini.

Itulah pola perjuangan partai BJP (Bharatiya Janata Party). Yang lima tahun lalu menang besar. Atas rival lamanya, Partai Kongres.

Termasuk menghabisi partai lokal Dalit. Yang mewakili rakyat terbawah. Di bawah kasta terbawah. Yang sebelumnya menguasai negara bagian Uttar Pradesh.

Kali ini BJP kelihatannya akan menang lagi. Dengan mudah. Dengan tema yang sama: pembawa misi agama. Hindu. Terang-terangan. Terbuka. Melawan Partai Kongres yang mereka anggap sekuler.

Advertisement

Kejayaan BJP itu tidak datang tiba-tiba. Di dalam partai itu dibangun sayap militan. Isinya anak-anak muda. Ideologis. Dilatih kemiliteran. Terorganisasi dengan rapi.

Nama organisasi ini RSS: Rashtriya Swayamsevak Sangh. Yang sebenarnya kelompok lama. Sejak zaman penjajahan, tetapi baru mau masuk politik setelah tahun 2000.

RSS punya 6 juta anggota. Yang tersebar di 60 ribu cabangnya.

Di pemilu lima tahun lalu RSS-lah yang ‘menghabisi’ suara Dalit di Uttar Pradesh. Sampai partai wong cilik itu tidak meraih satu pun kursi di DPR.

Caranya pun sangat militan. Satu orang anggota RSS harus membuat daftar 100 orang pemilih.

Advertisement

Orang itulah yang bertanggungjawab: 100 orang itu akan mencoblos BJP. Termasuk pagi-pagi harus membangunkan mereka. Di hari pencoblosan. Bahkan harus mengantarkan mereka ke TPS. Dengan kendaraan RSS.

Semua itu dibalut dengan isu tunggal: demi kejayaan agama.

Putusan masuk ke politik pun tidak mudah. Sulit mencari partai yang seide. Yang mau memperjuangkan agama secara total.

Politik dianggap terlalu kompromistis. Politik itu kotor. Seperti toilet.

Namun mereka juga sadar. Tanpa politik sulit mencapai tujuan perjuangan. Dengan politik misi RSS mudah tercapai. Syaratnya: harus menang pemilu. Agar bisa mengendalikan negara.

Advertisement

“Kalau politik itu kotor kitalah yang harus membersihkan,” ujar tokoh RSS, seperti dikutip New York Times.

Akhirnya RSS masuk politik. Dicarilah partai yang mau didukung RSS. Dengan kontrak: harus menjadikan India negara Hindu sepenuhnya.

Partai BJP mau. Mulailah RSS bergerak. Sebagai sasarannya adalah Pemilu 2014. Yang harus dimenanginya.

Mereka juga menemukan tokoh yang sangat berprestasi: Narendra Modi. Yang pernah 10 tahun jadi gubernur Gujarat. Dengan prestasi luar biasa: ekonomi Gujarat tumbuh di atas 10 persen selama 10 tahun bertutut-turut.

Lalu RSS menerapkan kerja militannya di negara-negara bagian kunci. Misalnya di Uttar Pradesh tadi.

Advertisement

Model Uttar Pradesh itulah yang lantas dicopy. Untuk negara-negara bagian lain. Yang jumlah kursi DPR-nya besar. Termasuk untuk negara bagian yang dianggap rawan: yang perkembangan agama lainnya pesat.

Seperti di West Bengal. Yang ibu kotanya Calcutta. Yang selama 10 tahun terakhir penduduk Islamnya naik 2 persen. Menjadi 22 persen. Lebih tinggi dari rata-rata nasional yang 14 persen.

Khusus untuk West Bengal aktivis RSS juga harus bisa mengembangkan jihad cinta. Yakni mencegah terjadinya perkawinan yang menyebabkan wanita Hindu pindah agama di negara bagian itu.

Mimpi besar memang sedang dibangun oleh RSS di India. Terutama menjadikan Hindu resmi sebagai agama negara. Termasuk menjalankan syariatnya. Di dalamnya harus ada larangan menyembelih sapi secara nasional. Di seluruh wilayah negara.

Mimpi besar yang lain adalah: menemukan kembali Sungai Irawati. Yang disebut dalam kitab suci Hindu.

Advertisement

Namun di peta India modern sungai itu tidak ada. Tidak ditemukan. Negara harus bisa menemukannya. Harus mengerahkan ahli dan ilmuwan untuk melakukan riset besar-besaran.

Sungai Irawati adalah sungai sakti. Tempat Batara Indra mencegah datangnya bencana.

Kini memang ada Sungai Ravi. Yang mengalir dari India, bermuara di Pakistan. Lewat kota Lahore.

Sungai ini dulu pernah disebut Sungai Irawati. Namun itu dianggap mengada-ada. Lalu ganti nama. Menjadi Sungai Ravi.

Di Myanmar kini juga ada Sungai Irawati. Sungai terbesar di Myanmar. Yang jadi urat nadi kehidupan negara itu.

Advertisement

Namun kitab suci menyebut Sungai Irawati ada di India. Bukan Myanmar.

Irawati, Irawadi, Iravati, Iravadi. Begitu banyak nama yang penulisannya beda.

Masih ada mimpi yang lebih besar. Yang terbesar. Yakni bagaimana bisa membangun pura suci di Ayodya. Di Uttar Pradesh. Di lokasi asli di mana Rama berada.

Mereka menemukan di mana tempat Rama yang asli. Di Ayodya itu.

Namun sejak abad 16 lokasi itu ditempati bangunan masjid. Namanya Masjid Babri.

Advertisement

Mereka percaya sebelum Islam masuk ke India di lokasi itu ada bangunan pura. Pura Rama. Maka RSS memendam misi. Harus bisa membangun kembali Pura Rama di situ. RSS lantas menjadikan Pura Rama sebagai isu sentral yang seksi.

Masjid Babri itu pun hancur. Di tahun 1992. Dalam sebuah kerusuhan besar. Sekitar 2.000 orang mati.

RSS kemudian dilarang pemerintah. Untuk keempat kalinya. Yang pertama melarang adalah pemerintahan penjajah Inggris. Dianggap anti-penjajahan.

Hidup lagi. Sampai tiba larangan yang kedua: saat Mahatma Gandhi dibunuh. Oleh sayap radikal RSS. Gara-gara Gandhi memaafkan kelompok Islam.

Selalu saja RSS bisa hidup kembali. Dan kini menjadi sayap ideologis di partai BJP.

Advertisement

Begitulah zaman ini. Di mana-mana agama dan politik menyatu. (***)

rn

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik5 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik5 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik5 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik5 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik5 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik5 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik5 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik5 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik5 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik5 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...