Connect with us

Nasional

2,7 Juta Penduduk Belum Rekam e-KTP, Pemerintah Cetak 16 Juta Keping Blanko

Published

on

Kabarpolitik.com, JAKARTA — Masih banyak penduduk usia 17 tahun ke atas yang belum melakukan perekaman KTP elektronik (e-KTP). Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Zudan Arif Fakhrulloh menyebutkan saat ini ada 2,7 juta penduduk yang belum merekam e-KTP.

Di tengah penandatangan kerja sama antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dengan Ditjen Dukcapil Kemendagri di Jakarta kemarin (8/5), Zudan memaparkan perkembangan perekaman e-KTP. Dia menyebutkan data per 31 Desember 2018 jumlah penduduk di Indonesia mencapai 265.185.520 jiwa.

“Dari jumlah tersebut, jumlah penduduk yang wajib (memiliki, red) KTP berjumlah 192.676.863 jiwa,” katanya. Perkembangan terakhir dari jumlah penduduk yang wajib KTP tersebut, sebanyak 189.940.052 orang sudah melakukan perekaman e-KTP. Jumlah tersebut setara dengan 98,58 persen.

Nah sisanya sebanyak 2.736.811 jiwa atau sekitar 1,42 persen penduduk yang wajib ber-KTP, sampai saat ini belum melakukan perekaman e-KTP. Zudan mengatakan akan terus mendorong supaya seluruh warga yang wajib ber-KTP untuk melakukan perekaman. Sebab dia mengejar implementasi program besar yaitu single identity number.

Zudan lantas menjelaskan penduduk yang belum merekam e-KTP itu diantaranya adalah mereka yang sedang bekerja di luar negeri. “Dan yang paling banyak (belum rekam e-KTP, red) di Papua dan Papua Barat. Ini yang terus dikejar,” jelasnya.

Advertisement

Dia juga mengatakan secara umum perekaman e-KTP berjalan dengan lancar. Zudan menjelaskan bahwa 53 persen pengurusan perekaman e-KTP sampai kartunya keluar selesai dalam waktu 30 menit. Sisanya ada yang membutuhkan waktu 24 jam.

Bagi warga yang ingin melakukan perekaman e-KTP, Zudan mengatakan untuk segera mengurusnya. Jika ada kendala, diminta untuk menghubungi dinas kependudukan dan catatan sipil setempat. Dia mengungkapkan bahwa Kemendagri telah mencetak blanko atau kartu e-KTP sebanyak 16 juta keping.

Lantas dia menjelaskan fenomena yang sering muncul di lapangan, yakni blanko e-KTP mendadak habis. Menurut Zudan, kondisi tersebut terjadi di antaranya karena ada perubahan wilayah administrasi. Misalnya adanya pemekaran dusun, RT, RW, bahkan sampai perubahan nama jalan.

Perubahan-perubahan seperti ini kerap menyedot blanko e-KTP. Sebab penyediaan blanko disesuaikan dengan kebutuhan normal. Untuk itu, Zudan berharap jika ada rencana pemekaran wilayah, dilaporkan setahun sebelumnya. Sehingga bisa disiapkan jumlah blanko e-KTP yang lebih banyak. (wan/ful)

rn

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik7 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik7 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik7 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik8 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik8 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik8 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik8 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik8 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik8 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik8 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...