Connect with us

Nasional

5 Nama Ini Ramai Disebut Calon Menpan RB, Ahok Diperhitungkan

Published

on

Kabarpolitik.com, JAKARTA–Sejumlah tokoh dinilai berpeluang menduduki kursi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan RB) di Kabinet Jokowi–Ma’ruf Amin, jika paslon nomor urut 01 ini ditetapkan pemenang Pilpres 2019.

Setidaknya ada lima tokoh yang namanya beredar sebagai menteri yang mengurusi kinerja PNS dan birokrasi itu.

Pertama, Asman Abnur. Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu merupakan mantan Menpan RB yang mengundurkan diri dari Kabinet Indonesia Kerja pada 2018, lantaran partainya mendukung pasangan Prabowo–Sandiaga.

Pria kelahiran Pariaman yang pernah menjadi wakil wali kota Batam itu, berpeluang balik lagi ke kursi Menpan RB jika PAN nantinya merapat ke kubu Jokowi–Ma’ruf.

Terlebih, Menteri Sekretaris Negara, Pratikno pernah mengatakan Presiden Jokowi puas dengan kinerja Asman.
“Presiden sangat puas, satisfied dengan kinerja Pak Asman,” kata Pratikno, Agustus 2018.

Advertisement

Hanya saja, peluang Asman direspons Ketum Perkumpulan Hononer K2 Indonesia (PHK2I), Titi Purwaningsih, yang menolak jika mantan anggota DPR itu kembali memimpin Kemenpan RB.

Titi menolak lantaran menilai kebijakan Asman tak berpihak pada honorer K2 yang getol memperjuangkan status PNS. “Pak Asman jadi menpan RB lagi, oh no! Jangan sampai deh,” kata Titi Purwaningsih kepada JPNN, Minggu (5/5).

Kedua, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Politikus kontroversial itu dinilai sukses melakukan reformasi birokrasi saat menjabat gubernur DKI Jakarta. Sejumlah kalangan juga menilai di era kepemimpinan Ahok, layanan birokrasi Pemprov DKI kepada masyarakat cukup memuaskan.

Nurbaiti, koordinator Perkumpulan Hononer K2 Indonesia (PHK2I) DKI Jakarta, mengaku rindu sosok Ahok. Dia setuju jika Ahok ditunjuk sebagai Menpan RB. “Pak Ahok itu memang sangat peduli nasib honorer K2. Sudah terbukti waktu masih jadi anggota DPR RI,” kata Nurbaiti.

Dia menyebutkan, semasa jadi gubernur DKI Jakarta, banyak terobosan yang dilakukan Ahok untuk honorer K2. Honorer K2 bisa bekerja dengan tenang tanpa memikirkan kesejahteraannya. Sebab, gajinya setara UMR. “Aduh, pokoknya enak banget di zaman Pak Ahok. Kami disejahterakan dan dihargai,” ucapnya.

Advertisement

Hanya saja, ada pihak yang menolak keras jika Ahok masuk Kabinet Jokowi–Ma’ruf. Salah seorang petinggi Front Pembela Islam (FPI), Novel Bamukmin menilai, kehadiran Ahok sebagai pejabat publik hanya akan menimbulkan kegaduhan.

Sementara, Pengamat politik Ujang Komarudin mengingatkan Joko Widodo-Ma’ruf Amin agar tidak merekrut Ahok sebagai menteri.

Menurut dia, jika Ahok dijadikan menteri maka bakal memunculkan gejolak di pemerintahan Jokowi – Ma’ruf. “Kalau merekrut Ahok, Jokowi akan blunder setelah Pemilu,” ucap Ujang.

Menurut dia, bakal banyak pihak yang menolak Ahok menjadi menteri. Penolakan itu, utamanya karena Ahok dianggap tokoh yang pernah terlibat kasus penistaan agama.

Ketiga, Lukman Said yang saat ini merupakan ketum Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI). Nama politikus PDIP itu dimunculkan kalangan honorer K2. Selama ini dalam kapasitasnya sebagai Ketum ADKASI, Lukman dinilai konsisten memperjuangkan honorer K2 menjadi PNS.

Advertisement

Keempat, Sofian Effendi yang kini menjabat sebagai Ketua KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara). Guru Besar Ilmu Administrasi Negara Universitas Gadjah Mada (UGM) itu cukup kompeten jika memimpin Kemenpan RB.

Sofian Effendi merupakan Rektor UGM (2002 – 2007) dan pernah menjabat sebagai Kepala BKN (Badan Kepegawaian Negara) pada tahun 1999 hingga 2000.

Sofian Effendi tidak setuju jika honorer diangkat menjadi PNS alias ASN tanpa melalui tes. Kepentingan politik, lanjutnya, tidak boleh mengintervensi masalah rekrutmen ASN.

Hal ini disampaikan Sofian dalam diskusi media bertajuk Teguh Membangun Pemerintahan yang Bersih dan Modern, di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (27/3).

Awalnya dia menyebutkan bahwa tahun 2017-2018, Government Effectiveness Index atau indeks efektivitas pemerintah Indonesia mencapai hasil yang cukup membanggakan selama pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Di mana ada kenaikan 24 peringkat.

Advertisement

Baca: Kesbangpol Garansi Tak Ada People Power di Sulsel

Baca: Real Count KPU 67 Persen, Prabowo Tertinggal 13 Juta Suara

“Sekarang kita (Indonesia-red) kalau diskor dari nol sampai 100, kita sudah 54,8. Dan itu baru ASN yang bisa mendorong Indonesia dari lower middle income country. Melihat ini, 2020 kita akan masuk upper middle income country,” ucap Sofian.

Kelima, Siti Nurbaya yang saat ini menduduki kursi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kariernya di birokrasi cukup panjang dan matang. Pernah menjabat sebagai sekjen Kemendagri dan Sekjen Dewan Perwakilan Daerah (DPD), perempuan kelahiran Jakarta itu kini menjadi politikus Partai NasDem. Tahun lalu, Siti menerima penghargaan Top 40 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2018. (jpnn)

rn

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik7 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik7 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik7 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik8 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik8 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik8 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik8 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik8 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik8 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik8 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...