Nasional
Sepekan, Empat Kali Si Jago Merah Mengamuk di Bone
Kabarpolitik.com, WATAMPONE — Hanya rentan seminggu, empat kebakaran terjadi di Kabupaten Bone. Tak hanya rumah, si jago merah menghanguskan pabrik penyulingan cengkeh.
Akibat kebakaran kerugian miliaran. Bahkan, hanya menghanguskan pabrik penyulingan cengkeh kerugian mencapai angka Rp1 miliar. Itu lantaran peralatan-peralatannya yang menyisakan puing-puing hangus terbakar.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Bone, Andi Syahrul mengatakan, kebakaran memang kerap terjadi di musim kemarau. Selain cuaca yang panas, kelalaian manusia juga menjadi faktor utama.
Tak jarang, bangunan-bangunan yang terbakar tak bisa lagi diselamatkan karena sulitnya memadamkan lebih dini. Kondisi geografis masing-masing daerah ikut memengaruhi.
“Padamnya (api) sebentar, karena penyalaan api sudah sempurna. Jika digrafikkan, penyalaan sudah berada di titik puncak. Sehingga ketika disiram, apinya bisa cepat padam,” ungkapnya.
Selain itu, kebanyakan peristiwa kebakaran karena pembakaran sampah hingga pembukaan lahan-lahan baru. Beberapa di antaranya merambat dan menyambar bangunan yang ada di sekitarnya. Hal itu didukung dengan kondisi cuaca yang sedang kering.
“Istilah di pemadam kabakaran yakni arson fire falam artian kesengajaan membakar yang akhirnya tidak bisa dia kuasai. Hal semacam itu sering terjadi di lahan terbuka atau alang-alang. Lagi-lagi, ada dua kemungkinan yaitu kesengajaan atau proses alam,” bebernya. (mam)
rn
source


