Connect with us

Nasional

Krisis Air di Kediri Meluas

Published

on

Kabarpolitik.com, KEDIRI – Krisis air bersih mulai terjadi di beberapa wilayah Kediri. Baik di kota maupun kabupaten, beberada daerah mengalami kesulitan mendapatkannya. Mereka pun mengandalkan dropping air dari pemerintah daerah setempat.

Di Kabupaten Kediri, krisi masih terjadi di Desa Sepawon, Plosoklaten hingga kemarin (2/11). Selama 12 hari terakhir Pemkab Kediri terus melakukan dropping air bersih. Totalnya mencapai hampir 300 ribu liter air bersih.

Dropping air bersih pertama kali dilakukan di Dusun Badek pada Senin (22/10). Kemudian, krisis meluas ke Dusun Petungombo pada Senin (29/10). Di Petungombo, dropping dilakukan hingga Kamis (1/11). Kini, dropping kembali dilakukan di Dusun Badek kembali.

“Hari Kamis kami masih dropping di Petungombo satu tangki. Selanjutnya lima tangki ke Badek lagi,” ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Randy Agatha Sakaira.

Saat dilakukan dropping air, belasan jeriken, ember, bak dan gentong air berjajar di beberapa titik. Setiap dua hingga empat kepala keluarga (KK) berkumpul di satu rumah warga.

Advertisement

Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri, setiap KK rata-rata akan dibagikan sekitar 60 liter air bersih. Dropping air tersebut hanya pemenuhan kebutuhan pokok saja.

Sumber air yang digunakan untuk dropping kali ini juga tetap diambilkan dari milik PTPN Ngrangkah, Sepawon. Pihak perkebunan memberikan akses dan keleluasaan pada pemkab untuk melakukan dropping air.

“Tidak ada kompensasi apa-apa untuk pihak perkebunan. Murni kerjasama antara Pemkab dengan perekebunan,” aku Randy.

Berdasarkan keterangannya, kondisi kebutuhan air bersih di kedua dusun tersebut relatif sama. Pasalnya, kedua dusun tersebut mengandalkan satu sumber air yang sama. Namun, karena letak Dusun Badek lebih rendah dari Petungombo, terkadang air yang mereka terima berkurang.

Pemkab mengaku sudah merumuskan solusi untuk krisis air tersebut. Setelah melakukan pendataan dan survei, pemkab merasa sumur bor dalam adalah solusi yang tepat.

Advertisement

“Pemkab akan membuat sumur bor dengan kedalaman sekitar 150-200 meter,” bebernya.

Hanya, di mana sumur bor itu berada, pemkab masih belum memastikan. Mereka akan melakukan kajian mendalam lagi.

Sementara itu, di Kota Kediri, kesulitan air bersih juga dirasakan arga di Lingkungan Tumpang, Kelurahan Pojok, Mojoroto. Setidaknya puluhan keluarga dalam satu lingkungan harus mencari air bersih ke sumur tua yang ada di sana. Pasalnya air yang mengalir dari kran milik warga debit airnya sangat kecil.

“Apalagi airnya harus dibagi dengan lingkungan lain,” kata Martiah, warga RT 25 Lingkungan Tumpang.

Martiah mengatakan, harus bergantian bila hendak mendapatkan air. Yakni dibagi pagi dan siang hari dengan warga Lingkungan Lebak. Apabila kran yang menuju Lingkungan Lebak tidak dimatikan, otomatis di Lingkungan Tumpang airnya tidak keluar sama sekali.

Advertisement

“Meskipun mendapat giliran tapi airnya sangat sedikit. Dan hanya cukup untuk kebutuhan cuci baju dan mandi,” keluhnya.

Air yang dialirkan ke warga berasal dari Sumber Tretes di Lereng Gunung Klotok. Itu adalah satu-satunya sumber yang ada di sana. Air dari sumber tersebut hanya untuk kebutuhan mandi dan cuci baju saja. Sebab, airnya keruh. Warga tidak mungkin memanfaatkannya untuk kebutuhan memasak.

“Kalau untuk minum dan masak ambil di sumur tua,” tandasnya.

Sumur itu hanya ada satu di Lingkungan Lebak. Cara mengambil airnya pun juga masih tradisional. Dengan menggunakan cara menimbanya.

Sebelumnya kekeringan juga terjadi di 4 RT di Kelurahan Pojok. Mereka juga mengalami kesulitan air lantaran sumur yang dimiliki sudah tidak mengeluarkan air lagi. Setidaknya ada puluhan warga yang terdampak kondisi seperti itu. Hingga mereka memanfaatkan fasilitas umum berupa musala. Dan harus pergi ke kerabat di kelurahan lain untuk keperluan mandi. (rk/baz/die/JPR/JPC)

Advertisement

rn
source

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik6 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik6 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik6 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...