Connect with us

Nasional

Jokowi Akui Prabowo Subianto Masih Unggul di Banten

Published

on

Kabarpolitik.com, SERANG – Calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) mengakui masih kalah dari rivalnya yaitu Prabowo Subianto dalam hal perolehan suara di Banten. Namun demikian, ia yakin kondisi itu akan berubah, tidak seperti 2014 lalu.

“Saya ini senengnya blak-blakan, tiga Minggu yang lalu hasil survei di Banten masih kalah. Kalahnya memang tidak banyak hanya 9 persen. Tetapi saya meyakini Insya Allah bisa berubah,” ujar Presiden Jokowi di sela-sela deklarasi relawan di Gor Maulana Yusuf, Serang, Banten, Sabtu (3/11).

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menambahkan, akan mengecek kembali hasil survei terkait elektabilitas dirinya dan Prabowo Subianto, Desember mendatang. “Saya mau ngecek nanti di pertengahan Desember sudah berubah atau belum,” katanya.

Apabila survei di bulan Desember mendatang masih belum ada perubahan, lanjut Jokowi, dia berharap relawan, pendukung dan timses bergerak lebih aktif. “Jadi betul-betul kita bergerak semuanya,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf Amin, Asep Rahmatullah menargetkan perolehan suara untuk pasangan nomor urut 01 ini mencapai 65-70 persen. Ia meyakini, target itu bisa tercapai mengingat banyaknya dukungan dari berbagai lintas ormas, tokoh adat dan kelompok masyarakat.

Advertisement

“Pilpres 2014 kita kalah 3 persen. Insya Allah kita targetkan 65 sampe 70 persen Pilpres 2019 mendatang,” kata Asep.

Lebih lanjut Asep mengatakan, daerah seperti Kota Serang, Kabupaten Serang, Cilegon dan Pandeglang masih belum didominasi Prabowo Subianto. Oleh sebab itu, para relawan, pendukung juga simpatisan diharapkan terus bergerak mempromosikan Jokowi-Ma’ruf Amin di Banten.

“Kami tetap menggerakan seleruh mesin politik partai koalisi untuk mencapai apa yang ditargetkan,” pungkasnya.

Sekadar informasi, hasil perolehan Pilpres 2014 silam Prabowo lebih unggul dari Jokowi untuk wilayah Banten. Dahulu Prabowo Subianto berpasangan dengan Hatta Rajasa mendapatkan 3.192.671 suara atau 57,10 persen. Sedangkan pasangan Jokowi dan Jusuf Kalla (JK) mendapatkan 2.398.631suara atau 42,90 persen. (gwn/JPC)

rn
source

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik6 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik6 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik6 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...