Nasional
Sepekan Lion Air Nahas, KRI Rigel Fokus Menemukan CVR dan Badan Pesawat
Kabarpolitik.com, JAKARTA – Sepekan sudah musibah jatuhnya pesawat Boeing 737 MAX 8 milik Lion Air di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, Senin pagi (29/10).
Akan tetapi belum ada tanda-tanda penghentian. Bahkan KRI Rigel yang mulai dari hari pertama masih fokus pencarian untuk menemukan badan pesawat.
Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro datang memberikan dukungan spirit bagi prajurit KRI Rigel yang masih di perairan Karawang, Minggu (4/11).
“Hari ini, kami ingin mengoptimalkan seluruh aset yang kami punya di KRI Rigel, termasuk dengan system HiPAP 501. Karena masih ada satu yang belum ketemu ya, black box Cockpit Voice Recorder (CVR) masih belum ketemu memang masih agak sulit. Mudah-mudahan bisa ketemu karena kuncinya disitu,” terang Harjo Susmoro, di perairan Karawang, Jawa Barat, Minggu (4/11).
Lebih lanjut Harjo menjabarkan, HiPAP ( High Precision Acoustic Positioning) alat untuk deteksi black box yang belum ditemukan. Sebenarnya, dalam tujuh hari pencarian sudah batas yang sangat ideal.
Meski CVR itu punya batas pancar sampai 90 hari ketahanan (masih memberikan sinyal). Menurut Harjo menerangkan, KRI Rigel telah maksimalkan jangkauan, mencapai 80 kilometer persegi dari titik lokasi jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT610 itu.
“Kita tidak bisa memastikan apa-apa. Hanya menebak-nebak, bisa tertutup lumpur atau terhalang yang lainnya. Sehingga tak kunjung menemukan alat yang masih terus kita cari ini,” ujarnya.
Bahkan pencarian CVR juga berulang kali diterjunkan alat di area ditemukannya Flight Data Recorder (FDR) pada 1 November 2018 lalu.
“Idealnya memang tidak mungkin CVR itu bisa sangat jauh dari area jatuhnya pesawat. Tapi kalau pun ada instruksi penambahan luas area pencarian CVR pesawat Lion Air, KRI Rigel menunggu koordinasi dari Basarnas. Karena kebijakan pada kegiatan SAR saat ini dari Basarnas mengingat pekerjaan ini adalah kerja tim, bukan parsial dan Pushidrosal akan siap mendukung ” katanya
Dia juga menjelaskan alat atau anggota bagian penting dari Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT610 itu (CVR) yang masih terus dicari itu kemungkinan sangat kecil bisa loncat ke darat atau yang lebih jauh lagi.
Jadi dari titik FDR yang ketemu, kalau disitu itu titik pesawat jatuh di situ, jadi kalaupun serpihan loncat sejauh-jauhnya harusnya tidak akan lebih dari 1 km.
“KRI Rigel sudah lakukan pendeteksian di luar dari seharusnya. Kita sudah sampai radius 10 km pencarian,” pungkas Harjo Susmoro. (nel/indopos)
rn
source


