Nasional
Songsong Indonesia Emas 2045, Zulkifli Hasan Gelorakan Guyup Rukun, Bukan Mempertajam Cebong Vs Kampret
Kabarpolitik.com, JAKARTA — Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan gelorakan kembali janji kebangsaan untuk mewujudkan Indonesia emas 2045. Untuk mencapai kemajuan Indonesia Emas 2045, ia menekankan adanya semangat guyup, rukun dan gotong royong.
Bukan justru bangga dengan gagah-gagahan menunjukkan sikap ingin menang sendiri atau ekspresi politik yang ekstrem mempertentangkan satu sama lain.
“Indonesia ini disusun berdasarkan konsensus, kesepakatan, titik tengah. Guyub, rukun, gotong royong. Bukan sikap ingin menang sendiri atau ekspresi politik yang ekstrem mempertentangkan satu sama lain,” ucap Zulkifli Hasan dalam pidato kebangsaan memperingati 50 Tahun Centre for Strategic and International Studies (CSIS) yang diselenggarakan secara daring, dikutip pada Sabtu (21/8/2021).
Sayangnya, kata Zulhas, belakangan ini perbedaan justru ditajamkan, pikiran politik diracuni logika elektoral yang cenderung menghalalkan segala cara termasuk mengedepankan politik identitas (SARA).
Mantan Ketua MPR itu mengatakan bangsa ini terlalu sibuk dengan pergolakan politik SARA dan politik identitas. Perbedaan keimanan kembali dipersoalkan, sukuisme diperkuat, wacana Tionghoa-Pribumi dimunculkan kembali.
“Mayoritas minoritas dibenturkan, ‘Aku Pancasila’ dikontraskan dengan ‘Kamu Bukan Pancasila’. Cebong vs Kampret, Buzzer vs Kadrun,” ujarnya.
Sehingga untuk untuk mewujudkan janji kebangsaan Indonesia emas 2045, Indonesia harus seimbang, tengah, moderat.
“Selain perlu juga kita benahi sistem politik, ekonomi, kebudayaan, termasuk bangun SDM agar unggul dan bisa bersaing di tengah kompetisi global,” pungkasnya. (dra/fajar)rn(Fajar)rn


