Politik
Perkuat Industri Pantura, Rokhmat Ardiyan Dorong Optimalisasi Jargas Semarang-Indramayu
Published
3 jam agoon
Komisi XII DPR RI menilai konektivitas jaringan gas (jargas) sistem 2 dari Semarang hingga Indramayu perlu dioptimalkan untuk mendukung pertumbuhan industri di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa. Selain memastikan pembangunan berjalan sesuai mekanisme, pemanfaatan jargas diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi daerah dan masyarakat.
Anggota Komisi XII DPR RI, Rokhmat Ardiyan, mengatakan pengawasan terhadap pembangunan dan pemanfaatan jargas dilakukan untuk memastikan infrastruktur yang telah dibangun dapat memberikan manfaat bagi industri dalam negeri, khususnya di kawasan Pantura.
“Komisi XII datang ke sini dalam tugas-tugasnya melakukan pengawasan apakah jaringan gas ini sudah sesuai dengan mekanisme yang ada dan apa dampak manfaatnya buat industri-industri di dalam negeri, khususnya di daerah Pantura,” kata Rokhmat saat Kunjungan Spesifik Komisi XII DPR RI di Indramayu, Jawa Barat, Kamis (17/9/2026).
Rokhmat menjelaskan, jaringan gas sistem 2 telah terbangun dari Semarang hingga Batang sepanjang sekitar 60 kilometer dan dilanjutkan dari Semarang hingga Indramayu sepanjang sekitar 242 kilometer. Pembangunan jaringan tersebut menggunakan anggaran negara sekitar Rp2,7 triliun.
Menurut Legislator Fraksi Partai Gerindra itu, konektivitas jargas diharapkan dapat memperkuat dukungan energi bagi kawasan industri di sepanjang Pantura, mulai dari Cirebon, Tegal, Batang, hingga Semarang.
“Konektivitas jaringan gas ini harus bisa meningkatkan pendapatan negara, bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi, bisa menciptakan lapangan pekerjaan serta meningkatkan pendapatan daerah-daerah,” ujarnya.
Rokhmat juga menekankan pentingnya memastikan ketersediaan pasokan gas agar jaringan yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal. Ia menyebut potensi sumber dan cadangan gas tersedia di sejumlah wilayah, di antaranya Madura, Jawa Timur, dan Sumatera Selatan.
Ia berharap pembangunan dan konektivitas jaringan gas tersebut dapat menjadi salah satu penopang penguatan industri nasional sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
“Insyaallah ini akan menjadi masa depan industri kita akan lebih baik,” pungkas Rokhmat.
You may like
Plt. Kapuskeshan Kemhan Tutup Rehabilitasi Medik Paripurna RTC Angkatan VII, Tingkatkan Kapasitas dan Profesionalisme SDM
Perkuat Industri Pantura, Rokhmat Ardiyan Dorong Optimalisasi Jargas Semarang-Indramayu
Banjir hingga Kekeringan Mengintai Bekasi, Wardatul Serukan Kesiapsiagaan Bersama
Presiden Prabowo Pimpin Sidang DEN, Persiapan E50 Dikebut untuk Perkuat Kemandirian Energi
Menhan RI Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Vice Chairman CMC Tiongkok: Tegaskan Komitmen Kemitraan Strategis dan Bebas Aktif
Gerindra Mempawah Gerak Cepat, 8.000 Liter Air Bersih Diberikan untuk Warga Terdampak Kemarau
Danang Wicaksana Apresiasi LRT Kelapa Gading-Manggarai, Dorong Integrasi Antarmoda
Anggaran BIG Rp2,46 Triliun Disepakati, Rokhmat Tekankan Akurasi Data Geospasial
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Sosok Airlangga Masih Dibutuhkan Golkar
Dunia Butuh Generasi Muda Bahagia, Tangguh dan Sehat Jiwa
Opini Newsmax, Prabowo dan Peluang Kemakmuran untuk Indonesia
Sastra bisa Jadi Ruang Merawat Akal Sehat dan Kewarasan
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

