Connect with us

Nasional

Di Depan Kepala Negara ASEAN, Jokowi Sampaikan Tiga Kunci Hadapi Situasi Global

Published

on

Kabarpolitik.com, SINGAPURA – Presiden Joko Widodo menyampaikan langkah-langkah yang perlu dilakukan negara-negara ASEAN dalam menghadapi situasi global.

Presiden Jokowi menyampaikan tiga kunci untuk menghadapi situasi global dalam sambutannya pada Working Lunch di Suntec Convention Center dalam rangkaian KTT Ke-33 ASEAN di Singapura, Rabu (14/11).

Tiga kunci dalam menghadapi situasi global tersebut adalah meningkatkan kerja sama ekonomi dan perdagangan adil dan bebas dalam hal ini misalnya penyelesaian Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) sangat penting.

Selain itu memperkuat kerja sama moneter dan fiskal, seperti Amandemen Perjanjian Chiang Mai Initiative Multilateralisation (CMIM).

Langkah atau kunci ketiga adalah memperbaiki fundamental perekonomian domestik dan memajukan prinsip good governance atau tata kelola yang baik.

Advertisement

CMIM merupakan kerja sama keuangan antar Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral di kawasan ASEAN bersama dengan negara China, Jepang dan Korea (ASEAN+3), serta Hong Kong Monetary Authority (HKMA), mulai berlaku efektif pada 17 Juli 2014.

“Saya berharap ASEAN akan dapat terus memperkuat sinergi dengan APEC, G-7 dan juga IMF,” ucap Presiden Jokowi.

Di awal sambutannya, Presiden mengingatkan bahwa kehadiran kepala negara/kepala pemerintahan ASEAN di KTT ke-33 ASEAN untuk memperkuat komitmen.

“Kita bertemu disini untuk memperkuat komitmen agar ekonomi terbuka, multilateralisme dapat terus berjalan,” ujar Presiden Jokowi.

“Kita harus dapat membuktikan bahwa perdagangan bukanlah zero sum game. Perekonomian terbuka dan perdagangan dapat menghasilkan win-win result,” tutur Presiden Jokowi.

Advertisement

Untuk mewujudkan hal tersebut, Presiden menjelaskan bahwa tidak ada cara lain, kecuali dengan memperkuat kerja sama sinergi.

“Saya ulangi kerja sama dan sinergi. Pesan ini secara jelas saya sampaikan pada saat pembukaan Pertemuan Tahunan IMF-World Bank di Bali bulan Oktober 2018,” kata Presiden Jokowi.

Di Bali, ucap Presiden, pada saat yang bersamaan ASEAN juga mengokohkan komitmen dan siap bekerja sama dengan IMF-World Bank dalam pencapaian SDGs.

Working lunch tersebut selain dihadiri oleh kepala negara/kepala pemerintahan ASEAN juga dihadiri PM Kanada Justin Trudeau, Presiden Cile Sebastián Piñera dan Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde. (Ant)

rn
source

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik6 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik6 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik6 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik6 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik6 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik6 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik6 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik6 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik6 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik6 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...