Politik
Presiden Prabowo Upayakan Peran Indonesia sebagai Mediator Konflik Timur Tengah
Published
7 bulan agoon
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk terus mendorong terciptanya perdamaian di kawasan Timur Tengah, termasuk membuka peluang dialog dengan pihak-pihak yang berkonflik. Komitmen tersebut disampaikan dalam acara silaturahmi Presiden Prabowo bersama para kyai dan tokoh organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam yang digelar di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid, yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia Bidang Penanggulangan Bencana, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo membuka peluang dialog dengan Iran sebagai bagian dari upaya mediasi perdamaian.
“Sambil melihat keadaan, prinsipnya Bapak Presiden menginginkan adanya pertemuan dengan Iran untuk menjadi mediasi. Iran membuka diri dan langkah-langkah yang diambil Pak Presiden itu mendapat dukungan dari beberapa negara Timur Tengah dan negara Islam lain, termasuk dari Pakistan dan Uni Emirat Arab,” ujar Nusron kepada awak media.
Nusron menambahkan bahwa Presiden Prabowo bersama sejumlah pemimpin negara yang tergabung dalam kelompok delapan negara memiliki tujuan yang sama, yakni mengupayakan perdamaian dan mencegah konflik di kawasan Timur Tengah semakin meluas.
“Intinya Pak Presiden bersama tujuh atau delapan pemimpin negara yang tergabung dalam kelompok tersebut menginginkan adanya perdamaian. Jangan sampai perang berlarut, terutama di Iran maupun di kawasan Teluk,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Umum Nahdlatul Ulama, Yahya Cholil Staquf, menilai bahwa Presiden Prabowo menunjukkan komitmen kuat untuk berkontribusi dalam penyelesaian konflik di Timur Tengah. Menurutnya, Indonesia memiliki posisi strategis untuk membuka ruang komunikasi di antara pihak-pihak yang terlibat.
“Yang jelas Presiden menegaskan komitmennya. Beliau akan melakukan apa saja untuk ikut berkontribusi membantu ke arah perdamaian dan penyelesaian masalah, terlebih konflik di Timur Tengah hari ini juga berkaitan langsung dengan kepentingan domestik kita,” ujar Yahya.
Ia menambahkan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk memainkan peran sebagai mediator karena diterima oleh berbagai pihak yang terlibat dalam konflik.
“Alhamdulillah Indonesia, dalam hal ini Presiden Prabowo Subianto, adalah aktor yang diterima oleh semua pihak sehingga punya peluang untuk menjadi semacam mediator komunikasi di antara pihak-pihak yang terlibat,” pungkasnya.
Menhan RI Terima Kunjungan Kehormatan Dubes Jepang, Bahas Penguatan Kemitraan Pertahanan
Sekjen Kemhan Terima Audiensi Direksi Bank BTN, Bahas Peluang Penguatan Kerja Sama
Tak Sekadar Konsolidasi, Rakercab Gerindra Banda Aceh Diwarnai Santunan Anak Yatim
Endang Thohari Salurkan Alsintan Rp2,15 Miliar untuk Petani Cianjur
Hekal Dorong Pembiayaan Produktif untuk Perkuat UMKM Sulut
Andi Amar Sulaiman Soroti Implementasi KUHP-KUHAP Baru, APH Diminta Tak Keliru Menerapkan Hukum
Hilirisasi Perikanan Diperkuat, Titiek Soeharto Dorong Produk Lokal Siap Ekspor
Habiburokhman Apresiasi Gerak Cepat Polda Metro Tangkap Terduga Pelaku Penendangan Perempuan
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Sosok Airlangga Masih Dibutuhkan Golkar
Dunia Butuh Generasi Muda Bahagia, Tangguh dan Sehat Jiwa
Opini Newsmax, Prabowo dan Peluang Kemakmuran untuk Indonesia
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Sastra bisa Jadi Ruang Merawat Akal Sehat dan Kewarasan
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

