Politik
Khilmi Tekankan Penguatan Regulasi untuk Industri Tambang Nasional
Published
6 bulan agoon
Komisi VI DPR RI menegaskan pentingnya penguatan regulasi dan sinergi lintas kementerian dalam mendorong hilirisasi industri mineral nasional, khususnya pada komoditas strategis seperti bauksit, nikel, dan timah. Hal ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama jajaran direksi BUMN sektor pertambangan di Ruang Rapat Komisi VI, Senayan, Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Rapat tersebut dihadiri oleh Direktur Utama PT INALUM, PT ANTAM, PT Bukit Asam, dan PT Timah, dengan agenda evaluasi kinerja tahun 2025 serta pembahasan roadmap pengembangan usaha tahun 2026.
Anggota Komisi VI DPR RI, Khilmi, menilai pengelolaan sumber daya alam harus ditopang oleh regulasi yang kuat dan terintegrasi antar kementerian agar lebih terarah dan berkelanjutan.
“Pengelolaan sumber daya mineral ke depan harus benar-benar terarah dan berkelanjutan, sehingga membutuhkan dukungan regulasi yang solid dari seluruh kementerian terkait,” ujar Khilmi.
Legislator Gerindra itu juga menegaskan pentingnya peran negara dalam mengelola sektor strategis sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 33 UUD 1945. Menurutnya, BUMN sebagai agent of development memiliki peran kunci dalam memastikan sumber daya alam dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat.
“BUMN dibentuk untuk mendukung pembangunan. Pengelolaan tambang tidak boleh dilakukan secara sembarangan karena sumber daya ini terbatas dan bisa habis,” tegasnya.
Selain itu, Khilmi menyoroti pentingnya pengembangan industri aluminium dalam negeri agar Indonesia tidak terus bergantung pada pasar global. Ia menekankan bahwa bahan baku mineral harus dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan nasional.
“Ke depan kita harus mampu menguasai industri dalam negeri. Jangan sampai terus bergantung pada pasar global. Sumber daya ini harus kita jaga dan manfaatkan untuk kepentingan bangsa,” tambahnya.
Dalam rapat tersebut, Komisi VI juga membahas peta jalan strategis BUMN pertambangan hingga 2029, yang mencakup penguatan hilirisasi, optimalisasi mineral ikutan seperti rare earth element (REE), serta peningkatan kapasitas produksi dan efisiensi operasional.
Khilmi berharap sinergi antara DPR, pemerintah, dan BUMN semakin diperkuat guna memastikan pengelolaan sektor pertambangan berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik serta memberikan kontribusi maksimal bagi perekonomian nasional.
Menhan RI Terima Kunjungan Kehormatan Dubes Jepang, Bahas Penguatan Kemitraan Pertahanan
Sekjen Kemhan Terima Audiensi Direksi Bank BTN, Bahas Peluang Penguatan Kerja Sama
Tak Sekadar Konsolidasi, Rakercab Gerindra Banda Aceh Diwarnai Santunan Anak Yatim
Endang Thohari Salurkan Alsintan Rp2,15 Miliar untuk Petani Cianjur
Hekal Dorong Pembiayaan Produktif untuk Perkuat UMKM Sulut
Andi Amar Sulaiman Soroti Implementasi KUHP-KUHAP Baru, APH Diminta Tak Keliru Menerapkan Hukum
Hilirisasi Perikanan Diperkuat, Titiek Soeharto Dorong Produk Lokal Siap Ekspor
Habiburokhman Apresiasi Gerak Cepat Polda Metro Tangkap Terduga Pelaku Penendangan Perempuan
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Sosok Airlangga Masih Dibutuhkan Golkar
Dunia Butuh Generasi Muda Bahagia, Tangguh dan Sehat Jiwa
Opini Newsmax, Prabowo dan Peluang Kemakmuran untuk Indonesia
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Sastra bisa Jadi Ruang Merawat Akal Sehat dan Kewarasan
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

