Politik
Sugiat Santoso: Freeport Tunjukkan Tata Kelola Bisnis Berbasis HAM yang Patut Jadi Teladan
Published
2 bulan agoon
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Sugiat Santoso, menilai PT Freeport Indonesia telah menunjukkan komitmen kuat dalam menerapkan tata kelola bisnis yang menjunjung tinggi prinsip-prinsip hak asasi manusia (HAM). Penilaian tersebut disampaikan usai memimpin Kunjungan Reses Komisi XIII DPR RI ke kawasan operasional PT Freeport Indonesia di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Jumat (24/7/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR RI terhadap implementasi prinsip Business and Human Rights (BHR) atau bisnis dan hak asasi manusia di Indonesia. Komisi XIII meninjau langsung berbagai aspek, mulai dari perlindungan hak pekerja, pengelolaan lingkungan, hingga kontribusi perusahaan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, Sugiat menilai PT Freeport Indonesia telah memenuhi standar kepatuhan HAM yang menjadi perhatian Komisi XIII DPR RI.
“Ternyata Freeport dalam konteks kepatuhan HAM, mulai dari kesejahteraan karyawannya, isu lingkungannya, sampai kebermanfaatannya terhadap masyarakat, saya pikir memang sudah memenuhi standar dari apa yang menjadi standarisasi dan norma kepatuhan HAM,” ujar Sugiat.
Sebagai Ketua Tim Kunjungan Reses Komisi XIII DPR RI, Sugiat menjelaskan bahwa penguatan tata kelola bisnis berbasis HAM menjadi salah satu fokus utama pengawasan komisinya. Menurutnya, perusahaan besar seperti PT Freeport Indonesia menunjukkan bahwa aktivitas bisnis dapat berjalan selaras dengan penghormatan terhadap hak asasi manusia.
“Yang menjadi atensi atau starting point kami adalah bagaimana tata kelola bisnis berbasis HAM benar-benar diterapkan. Saya pikir kunjungan reses kali ini menunjukkan bahwa korporasi besar seperti Freeport bisa menjadi teladan karena telah memenuhi standar HAM dalam tata kelola bisnisnya,” tegasnya.
Legislator Gerindra itu mengapresiasi komitmen perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan bisnis, perlindungan hak pekerja, pelestarian lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat sekitar. Menurut Sugiat, praktik tersebut layak menjadi referensi bagi perusahaan-perusahaan lain di Indonesia.
Lebih lanjut, Sugiat menegaskan bahwa implementasi prinsip Business and Human Rights merupakan bagian penting dalam menciptakan iklim investasi yang sehat, berkelanjutan, dan bertanggung jawab. Ia berharap semakin banyak korporasi yang menjadikan penghormatan terhadap HAM sebagai bagian dari budaya perusahaan, bukan sekadar pemenuhan kewajiban regulasi.
“Perusahaan tetap dapat berkembang dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional tanpa mengabaikan perlindungan hak pekerja, masyarakat, maupun lingkungan. Inilah praktik yang perlu terus diperkuat dan menjadi contoh bagi dunia usaha di Indonesia,” pungkasnya.
Menhan RI Bersama Menteri Angkatan Bersenjata dan Veteran Prancis Tinjau Latma PEGASE 2026
KRI Sriwijaya-100 Resmi Memperkuat Kekuatan Pertahanan Maritim Indonesia
PC PIRA Cilacap Ajak Warga Bergerak Bersama Jaga Lingkungan Lewat Indonesia ASRI
Dasco: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Ditargetkan Rampung Oktober 2026
Imron Amin Soroti Maraknya Dugaan Pemalsuan TNKB Khusus Pimpinan dan Anggota Dewan
Nusantara Explorer Hadir 28 September, Andre Rosiade Minta KAI Jaga Kualitas Layanan
Endang Thohari Soroti Rendemen Tebu, Dorong Pemetaan Data Petani di Setiap Daerah
Presiden Prabowo Terbitkan Perpres, Ditjen Pesantren Resmi Dibentuk
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Sosok Airlangga Masih Dibutuhkan Golkar
Dunia Butuh Generasi Muda Bahagia, Tangguh dan Sehat Jiwa
Opini Newsmax, Prabowo dan Peluang Kemakmuran untuk Indonesia
Sastra bisa Jadi Ruang Merawat Akal Sehat dan Kewarasan
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

