Politik
Nusantara Explorer Hadir 28 September, Andre Rosiade Minta KAI Jaga Kualitas Layanan
Published
2 jam agoon
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI akan mengkomersialkan layanan kereta wisata Nusantara Explorer mulai 28 September 2026. Kereta wisata yang mengusung perpaduan potensi wisata alam, local hospitality, local wisdom, dan kebudayaan Indonesia tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman perjalanan yang berbeda bagi masyarakat.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, mengapresiasi perkembangan kinerja PT KAI yang dinilai terus menunjukkan capaian positif. Ia mendorong peningkatan kinerja tersebut diikuti dengan penguatan kualitas pelayanan, keandalan operasional, efisiensi, serta kepuasan masyarakat sebagai pengguna jasa perkeretaapian.
“Kedepannya, PT KAI harus terus memperkuat aspek keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api serta menyediakan layanan transportasi publik yang terjangkau, aman, dan nyaman,” ujar Legislator Gerindra itu dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI dengan Direktur Utama PT KAI di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Sementara itu, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menjelaskan, Nusantara Explorer memiliki kapasitas 36 penumpang apabila dioperasikan tanpa tambahan kereta panoramic. Kapasitas tersebut dapat mencapai 112 penumpang apabila dirangkaikan dengan dua kereta panoramic.
“Pada tanggal 28 September kita akan luncurkan secara komersial kereta Nusantara Explorer,” kata Bobby.
Menurut Bobby, Nusantara Explorer dirancang untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang memadukan unsur hospitality, kekayaan sejarah dan budaya Indonesia, serta keindahan alam yang dapat dinikmati sepanjang perjalanan.
“Kami menghadirkan hospitality, heritage-nya Indonesia, alam Indonesia yang indah, bangunan-bangunan heritage di stasiun-stasiun kami,” ujarnya.
Bobby menambahkan, pengembangan Nusantara Explorer telah melalui sejumlah tahapan penyempurnaan dengan mempertimbangkan berbagai masukan yang diterima setelah kereta tersebut sebelumnya digunakan oleh Presiden Republik Indonesia.
Nusantara Explorer merupakan hasil modifikasi interior kereta Luxury Sleeper yang dikerjakan di Balai Yasa Surabaya Gubeng. Kereta ini dilengkapi sejumlah ruang layanan dengan karakter berbeda, yakni Signature Class, Advance Class, Compact Class, Lounge, Grand Restaurant, serta Kitchen & Crew.
Dalam konfigurasi trainset Nusantara Explorer, terdapat kapasitas 91 pelanggan yang terdiri atas 36 pelanggan di ruang kamar serta 55 pelanggan di area Lounge dan Grand Restaurant. Sementara itu, kapasitas keseluruhan dapat mencapai 112 penumpang ketika rangkaian dilengkapi dua kereta panoramic.
KRI Sriwijaya-100 Resmi Memperkuat Kekuatan Pertahanan Maritim Indonesia
PC PIRA Cilacap Ajak Warga Bergerak Bersama Jaga Lingkungan Lewat Indonesia ASRI
Dasco: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Ditargetkan Rampung Oktober 2026
Imron Amin Soroti Maraknya Dugaan Pemalsuan TNKB Khusus Pimpinan dan Anggota Dewan
Nusantara Explorer Hadir 28 September, Andre Rosiade Minta KAI Jaga Kualitas Layanan
Endang Thohari Soroti Rendemen Tebu, Dorong Pemetaan Data Petani di Setiap Daerah
Presiden Prabowo Terbitkan Perpres, Ditjen Pesantren Resmi Dibentuk
Presiden Prabowo Instruksikan Percepatan Program Kuliah Gratis di PTN
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Sosok Airlangga Masih Dibutuhkan Golkar
Dunia Butuh Generasi Muda Bahagia, Tangguh dan Sehat Jiwa
Opini Newsmax, Prabowo dan Peluang Kemakmuran untuk Indonesia
Sastra bisa Jadi Ruang Merawat Akal Sehat dan Kewarasan
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

