Politik
Bahtra: Revisi Remunerasi Kepala Daerah Wajib Disertai Tolok Ukur Kinerja
Published
2 bulan agoon
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong, menegaskan wacana perubahan remunerasi kepala daerah dan wakil kepala daerah harus diiringi dengan peningkatan kinerja serta inovasi dalam pelayanan publik. Menurutnya, meski aturan remunerasi sudah layak ditinjau karena tidak mengalami perubahan selama 26 tahun, penerapannya tetap harus didasarkan pada indikator kinerja yang terukur.
Pernyataan tersebut disampaikan Bahtra dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi II DPR RI bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Ketua Umum APKASI, Ketua Dewan Pengurus APEKSI, Asosiasi Wakil Kepala Daerah (Aswakada), serta para kepala daerah dari seluruh Indonesia yang mengikuti rapat secara daring. Agenda rapat membahas remunerasi kepala daerah dan wakil kepala daerah, sistematika Dana Bagi Hasil (DBH), serta upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Yang paling penting, Pak Mendagri, kalau pada akhirnya kita bersepakat mendorong perubahan remunerasi ini, maka harus dibarengi dengan peningkatan kinerja para kepala daerah agar pelayanan publik benar-benar sesuai harapan masyarakat,” ujar Bahtra di Ruang Rapat Komisi II, Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Legislator Fraksi Partai Gerindra itu menekankan kebijakan remunerasi tidak boleh menyamaratakan daerah yang berprestasi dengan daerah yang minim inovasi. Menurutnya, indikator kinerja, termasuk kemampuan meningkatkan PAD, harus menjadi tolok ukur dalam pemberian remunerasi agar kepala daerah terus terdorong menghadirkan terobosan bagi masyarakat.
“Indikator-indikator itu harus menjadi tolok ukur. Jangan sampai daerah yang berprestasi disamakan dengan daerah yang tidak melakukan inovasi untuk mendorong peningkatan PAD,” tegasnya.
Selain isu remunerasi, Bahtra juga menyoroti kondisi sejumlah daerah penghasil yang dinilai belum memperoleh porsi dana yang sebanding dengan kontribusinya. Menurutnya, daerah penghasil masih membutuhkan dukungan yang lebih adil agar mampu mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, Komisi II DPR RI terus mencermati berbagai masukan terkait kebijakan Dana Bagi Hasil dan penguatan otonomi daerah agar tercipta sistem yang lebih berkeadilan bagi seluruh daerah.
Bahtra menambahkan, Komisi II memahami berbagai aspirasi yang disampaikan para kepala daerah. Ia mengungkapkan banyak anggota Komisi II memiliki pengalaman sebagai kepala daerah sehingga memahami secara langsung tantangan yang dihadapi pemerintah daerah dalam menjalankan roda pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Endang Thohari Salurkan Alsintan Rp2,15 Miliar untuk Petani Cianjur
Hekal Dorong Pembiayaan Produktif untuk Perkuat UMKM Sulut
Andi Amar Sulaiman Soroti Implementasi KUHP-KUHAP Baru, APH Diminta Tak Keliru Menerapkan Hukum
Hilirisasi Perikanan Diperkuat, Titiek Soeharto Dorong Produk Lokal Siap Ekspor
Habiburokhman Apresiasi Gerak Cepat Polda Metro Tangkap Terduga Pelaku Penendangan Perempuan
Rokhmat Ardiyan: Tarif Gas Terjangkau Jadi Kunci Industri Tetap Sehat
Dialog di Bawah Pohon, Sugiono Respons Aspirasi Warga IKPN soal Penanggulangan Banjir
Kabaloghan Kemhan Tinjau Stan Kemhan pada TNI Fair 2026
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Sosok Airlangga Masih Dibutuhkan Golkar
Dunia Butuh Generasi Muda Bahagia, Tangguh dan Sehat Jiwa
Opini Newsmax, Prabowo dan Peluang Kemakmuran untuk Indonesia
Sastra bisa Jadi Ruang Merawat Akal Sehat dan Kewarasan
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

