Politik
Endang Thohari: Mafia Beras Harus Diberantas hingga ke Akar, Petani Jangan Jadi Korban
Published
3 jam agoon
Anggota Komisi IV DPR RI, Endang Setyawati Thohari, menyoroti terbongkarnya praktik mafia beras yang dinilai merugikan petani, konsumen, hingga penggilingan padi skala kecil. Kasus tersebut menjadi perhatian setelah aparat menetapkan 36 tersangka dalam perkara tata niaga beras bermasalah.
Endang menegaskan Komisi IV DPR RI akan mengawal penanganan mafia beras melalui fungsi pengawasan, penganggaran, dan pembahasan bersama Kementerian Pertanian agar praktik serupa tidak terus merugikan masyarakat.
“Praktik mafia beras ini sangat merugikan dan sudah mengakar sampai ke petani. Di Bogor, kita kenal dengan istilah ‘ijon’, yaitu padi yang belum dipanen tetapi sudah dibeli lebih dulu oleh spekulan,” ujar Endang usai kegiatan di Mako PWI Kota Bogor, Jumat (31/7/2026).
Menurut Srikandi Fraksi Partai Gerindra itu, praktik ijon membuat petani terjebak dalam ketergantungan terhadap spekulan karena keterbatasan akses permodalan. Untuk memutus rantai tersebut, ia mendorong penguatan koperasi agar dapat menjadi sumber pembiayaan sekaligus membeli hasil panen petani dengan harga yang lebih adil.
Selain itu, Endang menilai pengawasan terhadap mafia pangan membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk media massa, mengingat jaringan mafia beras sudah terorganisasi dan memiliki pengaruh yang luas.
“Para pengijon bergerak cepat memberikan uang sebelum panen. Ini yang harus kita atasi bersama. Wartawan juga memiliki peran penting dalam mengawasi sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat,” tegasnya.
Endang memastikan Komisi IV DPR RI akan membahas persoalan tersebut bersama Kementerian Pertanian melalui rapat kerja, rapat dengar pendapat, maupun peninjauan lapangan. DPR juga tengah menyusun Undang-Undang Pangan untuk memperkuat perlindungan terhadap petani dan mewujudkan kedaulatan pangan nasional.
“Melalui pengawasan yang kuat, penguatan koperasi, serta regulasi yang berpihak kepada petani, kami optimistis praktik mafia beras dapat diberantas dan kedaulatan pangan nasional semakin kokoh,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap praktik mafia beras yang diduga menyebabkan kerugian hingga Rp98 triliun dan menyeret 36 tersangka. Pemerintah juga mencatat potensi kerugian konsumen mencapai Rp71,9 triliun per tahun akibat beredarnya beras yang tidak memenuhi standar mutu.
Pemerintah kini mendorong pemangkasan rantai distribusi melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih agar petani memperoleh harga yang lebih baik, penggilingan kecil semakin kuat, dan harga beras tetap terjangkau bagi masyarakat.
Habiburokhman Minta Kasus Perekaman SPG di GIIAS Diproses Hukum
Dorong Generasi Unggul Lewat Program Presiden Prabowo, Rokhmat Ardiyan Serahkan 242 Beasiswa PIP di Kuningan
Andre Rosiade Bantu Rp300 Juta untuk Bangun Ruang Kelas Baru SDN 48 Padang
Sosialisasi Empat Pilar, Wihadi Dorong Warga Kawal Program MBG dan Distribusi Pupuk
Temui Warga Kolaka, Bahtra Banong Perjuangkan Aspirasi Sekaligus Salurkan Bantuan Paket Sembako
Endang Thohari: Mafia Beras Harus Diberantas hingga ke Akar, Petani Jangan Jadi Korban
Perkuat Konektivitas Nasional, Danang Wicaksana Dukung Visi Presiden Prabowo Bangun Kereta Trans Sumatera
Andi Iwan Tinjau Sekolah Rakyat Makassar, Pastikan Program Presiden Prabowo Berjalan Optimal
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?
Prabowo Subianto Disebut Pernah Tolak Dua Kapal Perang Iran di The Multilateral Naval Exercise Komodo 2025
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Perolehan Medali Sea Games 2025, Indonesia Sementara Kumpulkan 62 Emas
Turn Back Hoax: [SALAH] Ditemukan Gunung Emas Baru di Papua
Salat Jumat di Masjid Abdullah Noor Pecenongan, Wapres Sapa Warga dan Salurkan Bantuan Sembako
Ketua ICMI Orda Kota Bekasi Inayatullah Hadiri Kajian Tafsir Tematik

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

