Politik
Baleg Bahas Reforma Agraria, Azis Subekti Tekankan Kepastian Hak atas Tanah
Published
2 jam agoon
Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Azis Subekti, menilai pembentukan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengaturan Reforma Agraria penting untuk mengurangi ketimpangan penguasaan tanah sekaligus mempercepat penyelesaian konflik agraria. Menurutnya, ketimpangan kepemilikan lahan yang berlangsung lama dapat menghambat produktivitas masyarakat dan pembangunan nasional.
Azis mengatakan persoalan agraria di Indonesia memiliki sejarah panjang dan semakin kompleks akibat munculnya berbagai regulasi sektoral. Karena itu, diperlukan terobosan hukum yang dapat menjadi dasar penyelesaian konflik secara lebih terintegrasi.
“Tidak ada sejarah di dunia sebuah negara bisa maju kalau ketimpangan pemilikan lahan itu terjadi. Enggak ada. Meskipun itu kerajaan Inggris, dia melakukan revolusi industri didahului reforma agraria,” kata Azis dalam media briefing terkait RUU Pengaturan Reforma Agraria di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Menurutnya, reforma agraria bukan berarti menghapus seluruh ketimpangan penguasaan tanah, melainkan memperkecil kesenjangan hingga tidak menghambat produktivitas masyarakat. Dalam rancangan yang dibahas DPR, rasio gini kepemilikan tanah diarahkan mencapai 0,30.
“Ketimpangan itu tidak akan pernah dihapus. Pasti akan ada ketimpangan. Nah, ketimpangan itu bagaimana kita diperkecil sehingga tidak mengganggu produktivitas semua warga negara,” ujarnya.
Legislator Gerindra itu juga menyoroti konflik agraria yang melibatkan aset pemerintah, BUMN, BUMD, kawasan hutan, hingga korporasi. Menurutnya, penyelesaian konflik kerap menghadapi kendala karena berbagai aturan sektoral yang saling bersinggungan.
Karena itu, RUU Pengaturan Reforma Agraria diarahkan menjadi lex specialis atau aturan khusus yang menjadi rujukan dalam pelaksanaan reforma agraria. Langkah tersebut diharapkan dapat mengatasi fragmentasi regulasi sektoral yang selama ini menjadi salah satu tantangan penyelesaian konflik agraria.
“Makanya harus ada terobosan untuk menanggulangi bagaimana fragmentasi tentang undang-undang sektoral yang akan menghambat reforma agraria. Salah satunya adalah undang-undang ini diberlakukan sebagai lex specialis,” jelasnya.
Selain regulasi, Azis menekankan pentingnya data pertanahan yang akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan. Menurutnya, pemetaan tidak cukup hanya mengandalkan citra satelit, terutama ketika terdapat klaim tumpang tindih penguasaan lahan yang membutuhkan verifikasi di lapangan.
“Karena tanpa data yang akurat tidak ada kebijakan yang tepat,” ucapnya.
Azis menambahkan, bentuk hak atas tanah hasil reforma agraria juga diperkirakan menjadi salah satu isu penting dalam pembahasan bersama pemerintah. Hal tersebut mencakup pilihan antara hak milik yang dapat diwariskan atau skema hak lain yang dapat menjaga tanah tetap menjadi sumber produksi masyarakat.
Ia menegaskan, pembentukan RUU Pengaturan Reforma Agraria harus terus didorong agar tidak kembali gagal. Menurutnya, meskipun penyempurnaan kebijakan membutuhkan waktu, regulasi tersebut dibutuhkan untuk memberikan kepastian dan jalan penyelesaian bagi masyarakat yang telah lama menghadapi konflik pertanahan.
“Apapun yang terjadi kalau untuk sempurna pasti butuh waktu, tetapi tidak boleh gagal yang namanya undang-undang ini agar kita bisa mencapai seperti yang kita harapkan: rakyat yang berkonflik, apalagi dengan negara, itu bisa diselesaikan terutama soal tanah,” pungkasnya.
You may like
Presiden Prabowo Resmikan LRT Kelapa Gading–Manggarai, Perkuat Transportasi Terpadu Jakarta
Resmikan LRT Kelapa Gading–Manggarai, Presiden Prabowo: Bukti Pusat dan Daerah Bisa Gotong Royong
Peduli Warga Terdampak Kekeringan, PP PIRA Salurkan Bantuan Air Bersih di Sejumlah Daerah
Fraksi Gerindra Gelar FGD RUU Sisdiknas, Serap Masukan Akademisi dan Praktisi Pendidikan
Rokhmat Ardiyan Minta RKAB Batubara Tak Ganggu Pasokan Energi Nasional
Bambang Haryadi: Anggaran Rp974,84 Miliar Harus Percepat Investasi dan Hilirisasi
Stok BBM Nasional Aman, Ramson Siagian Minta Distribusi Diperketat
Baleg Bahas Reforma Agraria, Azis Subekti Tekankan Kepastian Hak atas Tanah
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Sosok Airlangga Masih Dibutuhkan Golkar
Opini Newsmax, Prabowo dan Peluang Kemakmuran untuk Indonesia
Dunia Butuh Generasi Muda Bahagia, Tangguh dan Sehat Jiwa
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Prabowo Subianto Pernah Tolak Kapal Perang Iran di MNEK 2025 karena Tekanan Amerika Serikat?

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

