Politik
Azis Subekti: APBN Harus Fleksibel, Sigap Respons Kebutuhan Masyarakat
Published
2 jam agoon
Anggota Komisi II DPR RI, Azis Subekti, menegaskan pentingnya penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027 yang berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat.
Dalam menjalankan fungsi anggaran, Azis mendorong agar belanja pemerintah tidak sekadar digunakan untuk kebutuhan rutin, tetapi dirancang secara transformatif dan fleksibel dalam merespons dinamika serta kebutuhan masyarakat.
“Kita menyatakan kepada mitra Komisi II bahwa RAPBN 2027 itu yang didorong adalah RAPBN yang transformatif. Transformatifnya adalah terletak pada dampak bagaimana seluruh kerja yang dilakukan oleh pemerintah mampu memberikan dampak terhadap produktivitas masyarakat,” ujar Azis dalam rapat kerja dengan mitra kerja terkait penetapan dan penyesuaian RKA K/L di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Legislator Fraksi Partai Gerindra tersebut menjelaskan, meskipun mitra kerja Komisi II didominasi kementerian/lembaga nonteknis seperti Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Badan Kepegawaian Negara (BKN), dan Lembaga Administrasi Negara (LAN), program kerja yang dijalankan tetap harus memberikan dampak bagi masyarakat.
Ia mencontohkan peran LAN dalam meningkatkan kompetensi aparatur sipil negara (ASN). Menurutnya, reformasi kurikulum pendidikan kedinasan dan pelatihan kepemimpinan perlu diarahkan pada peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Ketika LAN melakukan pelatihan berjenjang, dia harus mengubah kurikulum bahwa setiap pendidikan yang dilahirkan dari LAN harus mampu berdampak terhadap pelayanan publik yang pada akhirnya meningkatkan produktivitas bangsa,” tegasnya.
Selain aspek transformatif, Azis menilai pelaksanaan APBN juga perlu memiliki fleksibilitas untuk menyesuaikan kebutuhan yang berkembang di lapangan, termasuk melalui realokasi anggaran sesuai ketentuan.
“APBN bergerak harus mengikuti zaman. Manakala di tengah jalan diperlukan realokasi atau perubahan berdasarkan kebutuhan, sebaiknya dilakukan, baik sesuai aturan konsultasi ke DPR maupun di internal pemerintah supaya APBN ini menjadi luwes terhadap kebutuhan,” jelasnya.
Azis menambahkan, fleksibilitas anggaran penting untuk mendukung kesiapsiagaan pemerintah dalam merespons kondisi darurat secara cepat dan tepat.
“Pemerintah harus lebih sigap untuk melakukan realokasi dan semacamnya untuk keperluan yang sesuai dengan kondisi yang dihadapi,” pungkasnya.
You may like
Gerindra Mempawah Gerak Cepat, 8.000 Liter Air Bersih Diberikan untuk Warga Terdampak Kemarau
Danang Wicaksana Apresiasi LRT Kelapa Gading-Manggarai, Dorong Integrasi Antarmoda
Anggaran BIG Rp2,46 Triliun Disepakati, Rokhmat Tekankan Akurasi Data Geospasial
Rohid Desak Gakkum KLH Turun Tangan Tindaklanjuti Dugaan Pencemaran Sungai di Riau
Azis Subekti: APBN Harus Fleksibel, Sigap Respons Kebutuhan Masyarakat
Obon Tabroni Dorong KHL Jadi Dasar Utama Penetapan Upah Pekerja
Titiek Soeharto Tekankan Anggaran 2027 Harus Berdampak pada Pangan, Petani, dan Lingkungan
Gaji P3K Rp23 Triliun Masuk APBN 2027, Azis: Pemda Tak Boleh Lagi Ada Alasan Efisiensi
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Sosok Airlangga Masih Dibutuhkan Golkar
Dunia Butuh Generasi Muda Bahagia, Tangguh dan Sehat Jiwa
Opini Newsmax, Prabowo dan Peluang Kemakmuran untuk Indonesia
Sastra bisa Jadi Ruang Merawat Akal Sehat dan Kewarasan
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

