Politik
Bob Hasan: Reforma Agraria Harus Pastikan Hak Rakyat atas Tanah
Published
2 jam agoon
Pengesahan Undang-Undang (UU) tentang Pengaturan Reforma Agraria diharapkan menjadi langkah konkret dalam menyelesaikan konflik agraria sekaligus mengurangi ketimpangan penguasaan tanah di tengah masyarakat. Pengaturan tersebut diarahkan untuk mewujudkan kemakmuran dan keadilan sosial sebagaimana amanat konstitusi.
Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Bob Hasan, menyampaikan hal tersebut saat menerima para pejuang reforma agraria di Ruang Rapat Baleg, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/9/2026). Dalam pertemuan itu, Bob sempat menitikkan air mata saat menekankan pentingnya memastikan hak masyarakat atas tanah melalui kebijakan yang berpijak pada amanat konstitusi.
“Pasal 33 adalah jantung daripada konstitusi kita,” ujar Bob.
Menurutnya, UU Pengaturan Reforma Agraria menjadi salah satu landasan awal untuk memastikan kemerdekaan dapat dirasakan masyarakat melalui kepastian hak serta kesempatan mengelola tanah untuk keberlangsungan hidup.
Bob menegaskan, reforma agraria bukan ditujukan untuk merampas hak atas tanah, melainkan memberikan ruang kepada masyarakat untuk mengelola tanah sekaligus berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Karena itu, masyarakat yang berada di sekitar kawasan perkebunan, pertambangan, maupun kegiatan ekonomi berskala besar harus mendapat perhatian.
“Di tengah usaha perkebunan, usaha pertambangan, usaha-usaha yang menghadirkan ekonomi yang tinggi, yang besar, di sekitarnya ada masyarakat yang tidak boleh luput. Tentunya keseimbangan itulah yang untuk kemudian mencegah konflik yang sering terjadi karena kesenjangan ekonomi itulah yang menjadi penyulut utama,” katanya.
Pejuang Politik Fraksi Partai Gerindra itu menambahkan, pelaksanaan UU tersebut perlu diperkuat dengan aturan turunan, baik peraturan pemerintah maupun peraturan presiden. Dengan demikian, amanat Pasal 33 UUD 1945 dapat diterjemahkan secara konkret dalam kebijakan yang bertujuan meningkatkan kemakmuran rakyat.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Dewi Kartika berharap UU Pengaturan Reforma Agraria dapat menjadi instrumen untuk menyelesaikan konflik agraria struktural yang dialami petani, masyarakat adat, dan kelompok masyarakat marjinal.
“Yang akan diselesaikan oleh undang-undang ini adalah konflik agraria struktural. Jadi dia tidak menangani sengketa-sengketa tanah biasa, perorangan atau antarinstansi,” ucap Dewi.
Menurut Dewi, UU tersebut juga penting untuk mendorong redistribusi tanah dan mengoreksi ketimpangan penguasaan tanah antara badan usaha berskala besar dengan masyarakat, termasuk petani, nelayan, dan buruh tani. Perlindungan terhadap masyarakat yang memperjuangkan hak atas tanah juga dinilai penting agar tidak terjadi kriminalisasi.
Dewi mengapresiasi rencana pembentukan lembaga khusus yang akan menjalankan reforma agraria. Ia berharap lembaga tersebut dapat segera dibentuk dan aturan pelaksana UU tetap sejalan dengan tujuan reforma agraria.
Baleg DPR RI berharap pengesahan UU Pengaturan Reforma Agraria dapat menjadi langkah konkret untuk menghadirkan keseimbangan antara kepentingan pembangunan ekonomi dan hak masyarakat atas tanah, sekaligus mencegah berulangnya konflik agraria.
RUU Statistik Dibahas, La Tinro Tekankan Pentingnya Data Akurat untuk Kebijakan
Jangan Rusak Kampus, M. Husni Dorong Kemenag Periksa Polemik Rektor UINSA
Bob Hasan: Reforma Agraria Harus Pastikan Hak Rakyat atas Tanah
Presiden Prabowo Subianto Perintahkan IEU-CEPA Segera Dituntaskan
Tinjau Latma PEGASE 2026 di Halim, Menhan RI Tegaskan Komitmen Penguatan Diplomasi Pertahanan dan Interoperabilitas TNI AU
Irjen Kemhan Wakili Sekjen Kemhan Buka Exercise Trident Resolve 2026 di Banten
Dirjen Strahan Kemhan Hadiri Resepsi Peringatan ke-77 Berdirinya Republik Rakyat Tiongkok (RRT)
STAI Syekh Manshur Dorong Transformasi Pendidikan Islam Lewat Bedah Buku
Dedi Mulyadi Tak Bisa Maju Capres 2029 dari Gerindra, Tiket Sudah Diberikan kepada Prabowo?
Turn Back Hoax: [SALAH] Gambar Detik.com Ganjar Menonton Video Bokep
Sosok Airlangga Masih Dibutuhkan Golkar
Dunia Butuh Generasi Muda Bahagia, Tangguh dan Sehat Jiwa
Opini Newsmax, Prabowo dan Peluang Kemakmuran untuk Indonesia
Sastra bisa Jadi Ruang Merawat Akal Sehat dan Kewarasan
Kalender November 2025: Tanggal Merah, Hari Besar, Weton Jawa dan Hijriah
Abdul Wachid: Komisi VIII DPR Setujui Tambahan Anggaran BPJPH dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...
Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...
Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...
Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...
Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...
Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...
Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...
Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...
Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...
Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...

