Connect with us

Nasional

Mufti Damaskus: Umat Islam Indonesia Jangan Percaya Propaganda Radikal Terorisme

Published

on

Kabarpolitik.com, PEKALONGAN – Umat Islam di Indonesia dihimbau agar tidak percaya dengan propaganda radikal terorisme yang bertujuan untuk merusak Indonesia. Fakta kehancuran Suriah yang dulu negara yang damai, tentram, dan indah, tapi karena radikal terorisme, Suriah kini negara tanpa kedamaian karena perang saudara terjadi di mana-mana.

“Fenomena ini mulai muncul di Indonesia dimana isu-isu radikal terorisme menjadi sangat hangat di Indonesia. Saya khawatir jika nantinya umat Islam di negeri yang damai ini ikut terjermus seperti umat Islam di Suriah. Makanya saya dengan lantang mengatakan kepada saudara saudara saya di Indonesia agar tidak mempercayai proppaganda radikal terorisme,” ujar Mufti Damaskus (Suriah) Syaikh Dr. Muhammad Adnan Al-Afyouni di sela-sela Konferensi Ulama Sufi Internasional (World Sufi Forum) di Pekalongan, Selasa (9/4/2019).

Konferensi Ulama Sufi Internasional selama tiga hari dan bertindak sebagai tuan rumah Rais Aam Idarah Aliyah Jamiyah Ahli Thariqah al-Mutabarah al-Nahdliyah (JATMAN) Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya.

Al-Afyouni menyampaikan, ia sudah sering datang ke Indonesia dan berbicara tentang perkembangan di Suriah, khususnya terkait radikal terorisme. Menurutnya, kelompokradikal terorisme memiliki pola mempengaruhi masyarakat khususnya mereka yang tidak paham agama. Biasanya mereka memulai dengan mencari pendukung dan merekrut orang orang menjadi anggotanya dengan menggunakan pendekatan isu-isu yangg dapat membangkitkan emosi umat Islam seperti kedhaliman pemerintah, ketidakadilan pemerintah terhadap umat Islam, marginalisasi umat Islam, pemiskinan umat Islam dan penindasan terhadap umat Islam.

“Nah isu isu seperti ini sangat mudah menarik perhatian orang orang yang tidak paham agama sehingga mereka muda terpengaruh dengan ajakan mereka,” tutur Al-Afyouni.

Advertisement

Ia menjelaskan, bagaimana mungkin seorang yang melakukan dakwah Islam tetapi membunuh sesamanya, membenci orang lain, dan tidak menerima eksistensi orang lain. Padahal Islam mengajarkan kebersamaan dan saling menghormati antara sesma manusia sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Rasulullah Muhammad SAW saat di Madinah.

 Al-Afyouni  menegaskan, Rasulullah Muhammad SAW tidak pernah membunuh dan selalu bergaul sama siapapun baik Yahudi maupun Nasrani. Bahkan Rasulullah menegaskan bahwa mereka punya hak ke kita dan kami punya hak kepada mereka. Artinya kita saling membutuhkan dan tidak bisa saling memusuhi

 Ia mempertanyakan bagaimana mereka mengklaim sebagai pejuang Islam, tetapi kelakuannya sangat jauh dari Islam. Islam menentang keras ajaran ajaran yang mengajak kepada kebencian kepada siapapun apalagi yang seiman.Islam mengajarkan kedamaian kebersamaan dalam membangun bumi ini bukan merusak dan saling membenci antara satu dengan yang lain.

Indonesia adalah negeri yangg sangat indah, maju dan penduduknya kebanyakan adalah pemeluk Islam. selain itu di negeri sangat terbuka demokrasi dan berkemajuan, nah inilah islam . Islam sudah ada di negeri ini jadi jangan sampai ada yg merusak negeri ini hanya karena keinginan dan pandangan agamanya yang sangat eksklusive .

“Kehidupan di Indonesia saat ini harus dipertahankan dan jangan sampai dirongrong oleh orang orang yang tak bertanggung jawab . Umat islam harus mempertahankan negeri dan jangan sekali kali terpengaruh dengan propaganda radikal terorisme,” tegasnya.

Advertisement

Terkait falsafah dan ideologi negara Indonesia yaitu Pancasila, ia menilai sudah sangat Islami dan sistem nilai-nilai inilah yang diinginkan oleh agama Islam keberagaman, persatuan, ketuhanan, dan permusyawaratan adalah inti Islam. Jadi jangan sampai ada yang mengatakan bahwa ini bertentangan dengan Islam itu sangat keliru jadi umat Islam harus membela falsafah ini karena ini adalah sesuai nilai yang diajarkan Islam,” papar Al-Afyouni.

Mengenai khilafah yang diinginkan oleh sebagian orang di Indonesia, Syaikh Al-Afyouni menegaskan bahwa  itu adalah sebuah kekeliruan karena tidak ada khilafa dalam Islam.

 “Negeri seperti Indonesia yang sudah memiliki sistem yang sesuai dengan ajaran dan nilai nilai Islam. Kalau ada kelompok yng ingin mendirikan khilafah di Indonesia, coba tanya siapa yang mau jadi khalifah? Siapa yang akan menunjuk dan apakah orang lain menerimanya?  Ini tidak mungkin di era sekarang,” jelasnya.

 Dijelaskannya, khilafah kalo ada yang ditunjuk dan dibaiat, maka semua umat Islam yang membaitnya sebagaimana dulu Abu Bakar, Umar bin Khattab dan Osman bin Affan serta Ali bin Abi Tholib mereka semua ditunjuk dan diterima oleh umat Islam. Kalau sekarang mau dirikan khilafah siapa yang mau jadi khalifah dan apakah semua umat Islam menerima. Jadi berbicara masalah khilafah itu adalah ilusi.

 “Isu khilafah yang mereka inginkan hanya ingjn menimbulkan kekacauan jadi jangan sampai pemikiran seperti ini dibiarkan tumbuh di indonesia yang sudah damai aman tentram dan penuh kebebasan beragama,” pungkas Al-Afyouni.

Advertisement

rn
source

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik7 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik7 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik7 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik7 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik7 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik7 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik7 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik7 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik7 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik7 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...