Connect with us

Nasional

Keluarga Korban Jatuhnya Lion Air Gugat Boeing

Published

on

Kabarpolitik.com–Keluarga korban Lion Air yang jatuh pada Oktober 2018 mengajukan gugatan “class-action” kepada produsen pesawat, menyusul permintaan maaf dari pimpinan Boeing atas gagalnya sistem perangkat lunak pesawat jet MAX 8 itu.

Para keluarga korban didampingi pengacara mengatakan pada Senin (8/4) bahwa pengakuan CEO Boeing, Dennis Muilenburg, pekan lalu terkait malfungsi sistem kendali penerbangan otomatis pesawat tersebut sangat membantu kasus mereka.

Sebanyak sebelas keluarga korban pesawat Lion Air mengatakan dalam konferensi pers di Jakarta, mereka akan bergabung dengan keluarga-keluarga lain yang akan mengajukan somasi terhadap Boeing.

“Pernyataan CEO ini menguatkan klaim dari para keluarga korban untuk mendapatkan kompensasi yang layak dari produsen pesawat,” ujar pengacara keluarga korban Denny Kailimang.

Dengan adanya permintaan maaf ini Boeing secara tersirat mengaku bersalah, lanjutnya. Denny mengatakan, perusahaannya dan mitra mereka di Amerika Serikat akan menuntut ganti rugi untuk para keluarga korban sesegera mungkin. Namun demikian ia tidak menyatakan besaran jumlah yang diminta.

Advertisement

Tidak yakin bisa menang

Pada November 2018, firma hukum yang berbasis di AS, Colson Hicks Eidson, mengajukan gugatan terhadap Boeing atas nama ayah dari seorang korban pesawat Lion Air. “Namun banyak keluarga korban lainnya memilih tidak mengajukan tuntutan karena percaya peluang mereka menang sangat kecil, ujar Denny.

“Kami bingung, frustasi dan kecewa atas kejadian ini,” ujar Merdian Agustin yang suaminya adalah salah satu korban. “Anggota keluarga kami tewas secara mengenaskan tapi masih tidak ada kompensasi maskapai maupun produsen pesawat.”

Ibu tiga anak ini mengatakan, beberapa keluarga korban tidak menerima uang kompensasi sebesar Rp1,2 miliar karena menolak menandatangani dokumen “release and discharge” yang menggugurkan hak mereka untuk menuntut Lion Air, Boeing atau anak perusahaannya.

“Kami menolak menandatangani dokumen yang memperlakukan orang-orang yang kami sayangi seperti bagasi yang hilang,” kata Merdian. “Ini konyol dan menyakitkan.”

Advertisement

Kerusakan pada sistem perangkat lunak pesawat itu dicurigai sebagai penyebab kecelakaan Lion Air dan Ethiopian Airlines Maret 2019 yang menewaskan total 346 orang.

Laporan awal terkait kedua kecelakaan tersebut menemukan adanya kerusakan pembacaan sensor, yang memicu sistem untuk mengarahkan hidung pesawat ke bawah. Pilot pada kedua pesawat nahas tampak berusaha sekuat tenaga untuk bisa mengendalikan pesawat sebelum jatuh.

Muilenburg dari Boeing mengakui adanya malfungsi di salah satu sensor pesawat Boeing dan perbaruan perangkat lunak sebenarnya bisa mencegah kecelakaan di masa datang. “Ini adalah tanggung jawab kami untuk meminimalkan risiko,” kata Muilenburg dalam sebuah video pernyataannya. (jp)

rn
source

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik7 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik7 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik7 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik7 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik7 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik7 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik7 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik7 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik7 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik7 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...