Connect with us

Nasional

Temukan Alat Pengubah Asap Rokok menjadi Oksigen

Published

on

Aniswatul Khasanah, mahasiswi Universitas Diponegoro (Undip) asal Grobogan, bersama enam rekannya meraih juara II di International Salon of Inventions and Innovative Technologies 2019 di Moscow, Russia. Dia dan timnya berhasil menyingkirkan perwakilan dari 22 negara dengan temuannya alat pengubah asap rokok menjadi oksigen.

INTAN M SABRINA, Grobogan

ANISWATUL Khasanah berasal dari keluarga sederhana yang bertempat tinggal di pinggiran Kabupaten Grobogan. Anis -sapaan akrabnya- berdomisili di RT 3/RW 7, Dusun Linduk, Desa Lebak, Kecamatan Grobogan. Meski berasal dari desa, tak menyurutkan semangatnya untuk meraih prestasi. Siapa sangka, gadis ini berhasil menyabet juara II lomba di Moscow, Russia.

HEBAT: Aniswatul Khasanah bersama timnya yang berhasil meraih juara II di di Moscow, Russia, berkat temuan alat pengubah asap rokok menjadi oksigen.
HEBAT: Aniswatul Khasanah bersama timnya yang berhasil meraih juara II di di Moscow, Russia, berkat temuan alat pengubah asap rokok menjadi oksigen. (DOK PRIBADI)

Sebelumnya, September 2018 lalu, Anis bersama timnya dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang sempat menyabet medali emas di Tiongkok. Ia berhasil membuat keefektifan alat untuk menghasilkan air tawar dan garam dari air laut dalam waktu yang bersamaan.

Advertisement

Kali ini, dengan tim yang berbeda. Anis dibantu lima rekan berbeda jurusan, Retno Wulansari (jurusan teknik lingkungan), Finade Oza Whaillan (jurusan teknik elektro), Kawidian Putri Bayu Alam (jurusan kesehatan masyarakat), Alvianto Ardhi (kesehatan masyarakat), dan Deni Kurniawan Ariyanto (jurusan peternakan) mampu menemukan alat purifikasi asap rokok yang mengubah menjadi oksigen melalui ekstrak lidah mertua (sansevieria SP).

Gadis kelahiran Grobogan, 6 April 1998 ini, menceritakan perjuangannya bisa mengikuti lomba hingga ke kancah internasional untuk kali keduanya ini. Di mana ia membutuhkan waktu sekitar empat bulan untuk bisa memunculkan ide dahsyatnya itu.

”Sejak Desember sudah ada persiapan. Ide itu muncul sudah cukup lama. Gabungan dari ide anggota yang ada di tim saya. Awalnya, ide ini muncul karena banyaknya dampak buruk dari asap rokok, terutama bagi perokok pasif,” ujarnya.

Kemudian, mereka membuat alat purifikasi asap rokok dengan bahan lidah mertua. Alat tersebut dilengkapi dengan berbagai sensor pendeteksi asap. Setiap ada asap, secara otomatis kipas akan bergerak.

Jika sensor tersebut mendeteksi sesuatu, maka asap akan terakumulasi di dalam. Corona discharge akan terkonversi menjadi oksigen melalui proses ozonisasi. Kemudian ekstrak lidah mertua akan menyerap asap dan menyerap gelombang elektromagnetik.

Advertisement

Aniswatul Khasanah bersama timnya yang berhasil meraih juara II di di Moscow, Russia, berkat temuan alat pengubah asap rokok menjadi oksigen. (DOK PRIBADI)

”Kami pakai tanaman sansevieria SP karena tanaman itu kaya manfaat dan mudah dicari. Kebetulan ekstrak sansevieria SP berguna meningkatkan efektivitas penyerapan asap, sekaligus bisa menyerap gelombang elektromagnetik yang bahaya,” ungkapnya.

Sansevieria juga mengandung bahan aktif pregnane glikosida yang berfungsi mengurai polutan menjadi asam organik, gula, dan asam amino. Dengan demikian, polutan tersebut tak lagi berbahaya bagi manusia.

Selain itu, diketahui pula lidah mertua juga mampu menyerap radiasi dari berbagai peralatan elektronika yang ada di dalam ruangan, agar tidak lagi berbahaya bagi kesehatan penghuni ruangan.

Anis mengatakan, riset yang dilakukan oleh anggota timnya mampu menurunkan kandungan gas karbon yang terdapat pada asap rokok.

Advertisement

Meski begitu, percobaan awal untuk bisa mewujudkan alat tersebut tak berjalan mulus. Ia bersama timnya sempat mengalami berbagai kendal, hingga gagal uji coba dan harus melakukan pengujian ulang.

”Selain uji coba gagal, kami juga sempat terkendala biaya. Ada biaya dari kampus tapi hanya kecil. Cuma bisa dipakai biaya registrasi lomba. Jadi, kami harus mengeluarkan uang sendiri,” katanya.

Selain itu, kendala lain yang mereka hadapi, yakni saat mengumpulkan berkas administrasi. Utamanya saat mengurus visa. Baginya, pengurusan visa itu cukup rumit dan mahal. Padahal mereka minim biaya.

”Namun kami cukup terbantu oleh teman dan orang tua. Syukur deh usaha kami berbuah hasil yang baik,” paparnya.

Putri dari pasangan Suhadi dan Suginem ini, berangkat pada 24 Maret lalu dan kembali ke Indonesia pada 3 April. Penjurian pun dilakukan selama tiga hari, untuk dapat menentukan juara. Tim dari Undip harus menghadapi 22 pesaing dari negara lain. Hasilnya, Anis bersama timnya mampu menyabet juara II.

Advertisement

”Dengan hasil ini, kami berharap hasil riset kami bisa bermanfaat bagi lingkungan sekitar, sehingga menjadi sehat. Sebab, terciptanya udara bersih bagi kebutuhan makhluk hidup. Selain itu, kami berharap ke generasi muda agar lebih berprestasi dan terus berkontribusi dalam mewujudkan SDGs 4.0,” ungkapnya.

Tak hanya itu, ia pun berpesan agar sebagai generasi muda tidak takut bermimpi. ”Carilah jalan untuk menggapai keinginan. Jadikan putus asa dan down itu menjadi makanan pokok buat pembelajaran menjadi sukses,” pesannya. (*)

rn

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri
Politik7 bulan ago

Penuhi Kebutuhan Operasional Kopdes, Kaisar Abu Hanifah: Indonesia Mampu Produksi Otomotif Dalam Negeri

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyoroti rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000...

Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan! Modus Hindari Pembayaran THR, Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!
Politik7 bulan ago

Modus Hindari Pembayaran THR, Zainul Munasichin: Jangan Ada Pemecatan Karyawan di Bulan Ramadan!

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, merespons komitmen PT Karunia Alam Segar sebagai produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur,...

Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer Terkait Polemik Paspor Asing
Politik7 bulan ago

Terkait Polemik Paspor Asing, Yanuar Arif Minta Klarifikasi Influencer

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menyoroti polemik yang melibatkan influencer Dwi Sasetyaningtyas setelah pernyataannya terkait kebanggaan memiliki...

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim
Politik8 bulan ago

Muhammad Nur Purnamasidi Soroti Masih Adanya Paradoks Pembangunan Kepemudaan di Jatim

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi menyoroti masih adanya paradoks dalam pembangunan kepemudaan di Provinsi Jawa Timur. Meskipun...

Darori Wonodipuro Darori Wonodipuro
Politik8 bulan ago

Darori Wonodipuro Dorong RUU Komoditas Strategis Selaras Aturan Perdagangan Internasional

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Komoditas Strategis yang selaras dengan aturan perdagangan internasional...

Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong
Politik8 bulan ago

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Pemuda Terdidik dan Komunitas Akar Rumput Perlu Didorong

Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan kolaborasi antara pemuda terdidik dan komunitas penggerak akar rumput, sebagai upaya...

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara
Politik8 bulan ago

Komarudin Watubun Dorong Pembentukan Pansus Perbatasan Negara

Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap wilayah perbatasan negara melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus)...

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa
Politik8 bulan ago

Program Pemberdayaan Harus Beri Ruang bagi Pemuda Berprestasi Nonmahasiswa

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar kebijakan dan program kepemudaan tidak hanya berfokus pada kalangan mahasiswa,...

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara
Politik8 bulan ago

Taufan Pawe: Perbatasan Papua Harus Jadi Wajah Terdepan Kehadiran Negara

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan Papua yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar...

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang
Politik8 bulan ago

Misbakhun: Evaluasi Kinerja 2025 Penting agar Tekanan Fiskal Tak Terulang

Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penerimaan negara tahun 2025 sebagai pijakan kebijakan fiskal di tahun...